Konflik Kylian Mbappe Vs PSG Makin Memanas di Pengadilan Paris! Saling Tuntut hingga Triliunan Rupiah

Konflik hukum antara Kylian Mbappe dan Paris Saint-Germain (PSG) semakin memanas.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 18 November 2025, 08:00 WIB
Selebrasi gol Kylian Mbappe pada laga Timnas Prancis melawan Timnas Ukraina di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa - AP Photo/Christophe Ena

Bola.com, Paris - Konflik hukum antara Kylian Mbappe dan Paris Saint-Germain (PSG) semakin memanas. Pada Senin (17/11/2025) waktu setempat, kedua kubu saling melayangkan tuntutan ke pengadilan dengan nilai fantastis yang mencapai triliunan rupiah.

Mbappe yang kini membela Real Madrid, menuntut lebih dari 260 juta euro (Rp 5 triliun) kepada PSG. Jumlah itu melonjak jauh dari klaim awalnya senilai 55 juta euro (Rp 1 triliun) yang disebut sebagai gaji dan bonus yang belum dibayarkan Les Parisiens.

Advertisement

Kylian Mbappe berargumen kontraknya di PSG seharusnya diklasifikasikan sebagai kontrak permanen, bukan kontrak berjangka seperti yang diterapkan klub. Jika itu diperhitungkan, Paris Saint-Germain dinilai wajib membayar kompensasi pemecatan tidak adil, gaji tertunggak, bonus, hingga pesangon.

Tak berhenti di situ, penyerang Timnas Prancis itu juga meminta ganti rugi atas dugaan pelecehan moral, pekerjaan yang tidak diumumkan, serta pelanggaran PSG terhadap kewajiban itikad baik dan keselamatan kerja.

"Kylian Mbappe tidak menuntut apa pun di luar hak yang telah diatur hukum. Dia hanya menuntut apa yang seharusnya menjadi haknya sebagai karyawan," ucap perwakilan Mbappe.

 


PSG Balik Menyerang

Penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Kylian Mbappe merayakan gol kedua timnya saat pertandingan sepak bola leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Real Sociedad di Stadion Anoeta, San Sebastian, 5 Maret 2024. (FRANCK FIFE/AFP)

PSG memberikan respons keras. Klub kaya Ligue 1 itu justru menuntut balik Mbappe sebesar 440 juta euro (Rp7,7 triliun).

Nilai itu termasuk 180 juta euro sebagai "kerugian kesempatan" untuk menjual Mbappe, setelah menolak tawaran 300 juta euro dari Al Hilal pada Juli 2023 dan kemudian pergi secara gratis ke Real Madrid pada 2024.

PSG juga meminta kompensasi atas dugaan pelanggaran itikad baik dalam negosiasi dan pelaksanaan kontrak, serta kerusakan reputasi klub. Keputusan dari pengadilan terkait tuntutan kedua kubu diperkirakan bakal keluar pada bulan depan.

 


Awal Permasalahan

Penyerang Paris Saint-Germain Kylian Mbappe memegang trofi dan merayakannya setelah pertandingan Ligue 1 Prancis antara PSG dan FC Nantes di Parc de Princes, Minggu (5/3/2023) dini hari WIB. Kylian Mbappe memecahkan rekor gol terbanyak klub yang sebelumnya dipegang oleh Edison Cavani dengan 200 gol. (AP Photo/Aurelien Morissard)

Konflik besar itu bermula ketika Mbappe menolak tawaran superbesar dari Al Hilal. Keputusan itu membuat PSG merasa dikhianati, karena klub berpotensi kehilangan ratusan juta euro dari transfer sang bintang.

Setelah menyatakan tidak akan memperpanjang kontraknya, Mbappe diasingkan dari skuad utama jelang musim 2023/2024. Pemain berusia 26 tahun tersebut tidak dibawa dalam tur pramusim ke Jepang dan Korea Selatan.

Bahkan, dia dipaksa berlatih bersama pemain-pemain pelapis. Laga pembuka Ligue 1 pun dilewati tanpa kehadirannya, sebelum akhirnya kembali bermain setelah terjadi pembicaraan internal.

PSG mengklaim ada kesepakatan verbal yang membuat Mbappe bersedia mengorbankan sejumlah bonus sebagai syarat untuk kembali ke tim. Namun, kubu Kylian Mbappe membantah keras dan menegaskan bahwa tidak pernah ada bukti tertulis mengenai kesepakatan tersebut.

 


Akhir Pahit Setelah 256 Gol

Kylian Mbappe yang kini tengah menjalani musim ke-7 bersama PSG tercatat telah tampil dalam 66 laga di Liga Champions bersama dua klub, AS Monaco dan PSG dengan torehan 43 gol dan 26 assist. Debutnya di Liga Champions terjadi pada musim 2016/2017 bersama AS Monaco yaitu pada matchday kedua Grup E kontra Bayer Leverkusen (27/9/2016). Ia mampu mengoleksi total 40 gol di Liga Champions pada laga ke-59 bersama PSG pada musim 2022/2023. (AFP/Franck Fife)

Mbappe meninggalkan PSG pada musim panas 2024 dengan status bebas transfer, setelah mencetak 256 gol dalam tujuh musim dan menjadi top skor sepanjang masa klub. Ironisnya, Paris Saint-Germain justru menjuarai Liga Champions pertama mereka, tanpa kontribusi Mbappe pada musim 2024/2025.

Hubungan keduanya berakhir dengan tensi tinggi, terutama setelah PSG memberi Mbappe kontrak terbesar dalam sejarah klub pada 2022. Namun setahun kemudian, sang superstar membuat klub terkejut setelah memberi tahu tidak akan mengaktifkan opsi perpanjangan satu tahun yang tersisa.

Itu membuat PSG terpaksa mencari solusi transfer cepat agar tidak kehilangan pemain paling berharga mereka secara gratis. Namun akhirnya, Kylian Mbappe pergi dari Paris Saint-Germain dan bergabung ke Real Madrid secara gratis.

Sumber: ESPN

 

Berita Terkait