Alessandro Benetton Ungkap Keteguhan Cinta Michael Schumacher dan Corinna

Alessandro Benetton Ungkap Keteguhan Cinta Michael Schumacher dan Corinna

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 18 November 2025, 19:30 WIB
Pembalap Ferrari, Michael Schumacher terlihat di pit Sirkuit Monaco pada sesi latihan bebas kedua Formula 1 GP Monaco pada 19 Mei 2005. (AFP/Damien Meyer)

Bola.com, Jakarta Michael Schumacher dan istrinya, Corinna, kembali menjadi sorotan setelah mantan pimpinan tim Benetton, Alessandro Benetton, mengungkap sisi lain hubungan keduanya.

Dalam wawancara dengan Gazzetta dello Sport yang dirilis pekan ini, Benetton menjelaskan bagaimana kedekatan dan komitmen pasangan tersebut sangat terlihat sejak Schumacher masih aktif di dunia balap pada awal 1990-an.

Advertisement

Schumacher, yang meraih tujuh gelar juara dunia F1 antara 1994–2004, dikenal sebagai sosok yang disiplin dan tertutup dalam kehidupan pribadi. Sang legenda mulai menjalin hubungan dengan Corinna saat masih bersama Benetton, tepat sebelum ia meraih dua gelar dunia pertamanya.

Dalam wawancaranya, Alessandro Benetton menceritakan bagaimana awal pertemanannya dengan Schumacher terbentuk. Saat itu, ia memiliki pasangan yang bisa berbahasa Jerman, membuat komunikasi dengan pembalap Jerman itu lebih dekat.

“Aku punya pacar yang bisa berbahasa Jerman, jadi kami punya koneksi,” katanya.


Berlian

Pembalap Ferrari, Michael Schumacher tersenyum di paddock setelah sesi kualifikasi Formula 1 GP Bahrain di Sirkuit Sakhir pada 11 Maret 2006. (AFP/Loic Venance)

Namun, Schumacher menunjukkan sisi yang cukup tegas ketika Benetton kemudian berganti pasangan.

“Dia tampak agak kesal, seolah-olah dia menilaiku sebagai seseorang yang sembrono. Kau lihat, Schumi sangat ketat, bahkan dalam urusan pribadinya, bersama Corinna.”

Benetton juga mengenang pertemuan pertama dengan Schumacher ketika sang pembalap baru bergabung pada 1991 setelah debut singkatnya bersama Jordan. Ia menggambarkan Schumacher sebagai talenta luar biasa yang sudah menunjukkan kedewasaan sejak awal karier.

“Dia sudah sangat dewasa. Bakatnya jelas luar biasa. Ia adalah berlian,” ujarnya.

Dalam satu kesempatan, Schumacher membuat Benetton terkesan saat mencetak rekor lap dalam sebuah tes. Sang juara dunia turun dari mobil dan berkata dengan antusias.

“Kau tidak bisa membayangkan apa yang bisa kau lakukan dengan mobil seperti itu.”


Standar Kerja Tinggi

Mantan pembalap Jerman, Ralf Schumacher, terlihat menjelang Grand Prix Formula Satu Monako di Circuit de Monaco, 25 Mei 2025. (Gabriel BOUYS/AFP)

Menurut Benetton, momen itu menunjukkan bagaimana Schumacher selalu mendorong standar kerja yang tinggi.

“Dia langsung menjadi faktor pemersatu: dia mengharapkan yang terbaik dari semua orang karena dia selalu memberikan segalanya.”

Kisah ini kembali mengemuka di tengah minimnya informasi mengenai kondisi Schumacher setelah kecelakaan ski pada 2013 yang menyebabkan cedera otak traumatis. Ia sempat menjalani koma medis hingga pertengahan 2014 sebelum akhirnya melanjutkan rehabilitasi di rumah.

Hingga kini, keluarga tetap menjaga rapat privasi kondisi sang legenda, dengan Corinna menjadi salah satu figur utama yang mendampingi proses pemulihan.

Schumacher dan Corinna telah menikah sejak 1995 dan dikaruniai dua anak: Gina-Maria dan Mick. Sang putra, Mick Schumacher, sempat tampil dua musim di F1 bersama Haas dan kini berkompetisi di World Endurance Championship.

Wawancara Alessandro Benetton menegaskan kembali betapa kuatnya hubungan Schumacher–Corinna sejak awal perjalanan karier sang pembalap. Keteguhan itu, menurut Benetton, menjadi salah satu fondasi penting dalam kehidupan pribadi salah satu ikon terbesar dalam sejarah Formula 1.   

Sumber: Sportbibble

Penulis: Roger Ali

Berita Terkait