Motor Dipaksa Lewat Banjir, Risikonya Tak Main-Main

Motor dipaksa lewat banjir, risikonya tak Main-main ya, dari mesin rusak hingga tagihan mahal.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 20 November 2025, 09:20 WIB
Seorang warga mendorong motornya melintasi jalan yang banjir akibat hujan lebat di Peshawar, Pakistan, Senin, 15 April 2024. (AP Photo/Muhammad Sajjad)

Bola.com, Jakarta - Memasuki musim hujan, ancaman banjir kembali mengintai para pengguna sepeda motor. Kondisi ini bukan hanya mengganggu perjalanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan serius yang berujung pada biaya perbaikan yang tidak murah.

Itulah mengapa, para pengendara perlu memahami apa saja yang bisa terjadi jika memaksa motor melintas di genangan tinggi.

Advertisement

Dengan meningkatnya risiko banjir, menjaga sistem kelistrikan motor dan memahami ancaman yang mungkin timbul menjadi makin penting.

Penerapan langkah pencegahan yang tepat dapat membantu pemilik motor terhindar dari kerusakan berat dan biaya perbaikan yang tak sedikit.

Menurut penjelasan di laman resmi Suzuki, Selasa (18-11-2025), terdapat sejumlah risiko spesifik yang harus diwaspadai ketika roda dua menerobos banjir. Berikut uraiannya.


Risiko Kerusakan Mesin

Sejumlah pengendara motor dan warga terpaksa menerobos banjir menggunakan gerobak yang disewakan warga sekitar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

1. Air Masuk ke Komponen Vital

Ketika air sampai ke bagian mesin, komponen seperti saringan udara dan filter oli dapat rusak. Jika dibiarkan, masalah ini bisa merembet ke area yang lebih kritis, termasuk piston serta silinder, sehingga kondisi mesin dapat memburuk dengan cepat.

2. Biaya Perbaikan Bisa Tinggi

Kerusakan akibat air bukan masalah sepele. Tanpa penanganan segera, kerusakan bisa menjadi permanen dan tagihan reparasi pun meningkat.

3. Gejala yang Perlu Diperhatikan

Motor yang habis menerobos banjir biasanya langsung menunjukkan perubahan performa, dari tenaganya yang turun hingga muncul suara tidak wajar.

Mengenali gejala awal ini penting agar kerusakan lebih lanjut dapat dicegah.


Efek Banjir pada Sistem Kelistrikan

1. Rawan Korsleting

Air yang masuk ke area kelistrikan dapat memantik korsleting pada kabel dan komponen lain.

Dampaknya bisa berupa gangguan pada sistem pengapian, lampu, hingga kerusakan komponen utama seperti stator dan regulator/rectifier yang berperan dalam pengisian daya dan pengaturan tegangan.

2. Komponen Elektronik Berisiko Rusak

Ketika terendam, air bisa mencapai bagian elektronik seperti CDI dan ECU. Kerusakan pada kedua perangkat ini dapat memengaruhi seluruh sistem kontrol mesin, dan biaya perbaikannya cenderung besar.

Satu di antara cara mencegahnya adalah menambahkan pelindung kelistrikan dan menghindari genangan tinggi.

3. Perlu Pemeriksaan Setelah Terendam

Setelah melewati daerah banjir, pengecekan kondisi kelistrikan sebaiknya segera dilakukan. Langkah ini membantu mendeteksi potensi masalah sebelum merusak komponen lain.


Dampak Finansial

Rusaknya sistem kelistrikan menjadi sumber biaya besar bagi pemilik motor. Jika CDI atau ECU terdampak, pengeluaran yang harus disiapkan biasanya tidak sedikit.

Itulah mengapa, perawatan rutin dan pemasangan pelindung menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kerugian.


Langkah Pencegahan

1. Hindari Genangan Air

Cara paling efektif untuk mencegah kerusakan adalah tidak memaksa melintas di banjir. Air dapat merusak kelistrikan serta komponen penting lainnya.

2. Tambahkan Pelindung Mesin

Pemasangan pelindung pada bagian kelistrikan dapat membantu menghalau air masuk ke area sensitif.

3. Cek Sistem Pembuangan Air

Pastikan saluran pembuangan air pada motor bekerja baik agar tidak menimbulkan genangan di area mesin maupun kelistrikan.

 

Sumber: merdeka.com

Berita Terkait