Bola.com, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, memastikan Indonesia akan menurunkan 996 atlet untuk tampil di SEA Games 2025. Jumlah tersebut diputuskan setelah adanya revisi anggaran, yang awalnya hanya Rp10 miliar, naik menjadi Rp60 miliar, hingga akhirnya disetujui sebesar Rp66 miliar lebih besar daripada edisi sebelumnya.
“Saya juga terima kasih buat teman-teman Kemenpora yang mengikuti pemikiran dan tentu misi yang diberikan kepada saya oleh Bapak Presiden,” ujar Erick dalam konferensi pers di Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa kenaikan anggaran membuat pemerintah dapat memenuhi jumlah atlet sesuai permintaan cabang olahraga.
“Anggaran ini kami sekarang tembus di Rp66 miliar. Artinya kami bisa mengirimkan permintaan dari cabor… yaitu 996 atlet,” lanjutnya.
Meski demikian, jumlah tersebut masih berada di posisi keempat terbanyak, tepat di bawah tuan rumah Thailand yang membawa sekitar 1.800 atlet. Indonesia akan turun di 48 dari 51 cabang olahraga, dan Erick meminta seluruh cabor tampil maksimal memburu medali.
Ia menegaskan bakal ada evaluasi ketat jika target tidak tercapai.
“Kami ada sistem promosi degradasi,” tegasnya. “Promosi degradasi artinya kalau cabor-cabor tidak tepat sasaran, ya silakan nanti masuk ke mandiri,” tambahnya.
Sistem serupa juga akan diterapkan untuk 17 cabor prioritas DBON. Erick menambahkan, pihaknya menargetkan Indonesia meraih 85 medali emas dan finis di posisi tiga besar.
“Kalau kita rebut 80-an emas, itu ya sama dengan target sebelumnya yaitu ranking tiga,” ujar Erick.
Ia menekankan bahwa performa di SEA Games 2025 akan menjadi dasar evaluasi menuju Olimpiade 2028.
“Saya meminta seluruh cabor yang berpartisipasi untuk memberikan kontribusi medali, karena ini bahan evaluasi,” tutup Erick.