Jelang Nataru 2025/2026, 119,5 Juta Warga Diproyeksikan Bergerak, Yogya Paling Diburu

Kota Yogyakarta diprediksi menjadi tujuan wisata utama di Indonesia selama libur akhir tahun 2025,

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 Desember 2025, 08:20 WIB
Ilustrasi Tugu Yogyakarta. (Foto: jauzax/ Unsplash)

Bola.com, Jakarta - Menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, arus perjalanan diperkirakan melonjak tajam.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkapkan bahwa destinasi wisata masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk menghabiskan libur akhir tahun, dengan Yogyakarta dan Bali tetap berada di posisi teratas.

Advertisement

Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan, Yogyakarta menempati urutan pertama sebagai tujuan paling diminati secara nasional. Kota pelajar tersebut diproyeksi menyedot hingga 5,15 juta pergerakan selama periode libur panjang.

Kabupaten Bandung, Kabupaten Malang, Kabupaten Bogor, dan Kota Denpasar juga masuk daftar lima besar destinasi favorit.

"Kelima daerah ini merupakan pusat wisata budaya, alam, dan rekreasi keluarga yang diprediksi menjadi magnet utama mobilitas masyarakat saat libur akhir tahun,” ujar Dudy, Selasa (9-12-2025).

Survei yang sama menunjukkan bahwa motivasi terbesar masyarakat adalah berwisata dan berkegiatan bersama keluarga, selaras dengan liburan sekolah dan perayaan Nataru.


Perjalanan Didominasi ke Pulau Jawa

Ilustrasi Candi Borobudur. (Photo by Eugenia Clara on Unsplash)

Minat bepergian pada akhir tahun ini tidak hanya terpusat di destinasi wisata tingkat kota dan kabupaten, tetapi juga pada tingkat provinsi.

Jawa Tengah menjadi provinsi yang diprediksi menerima kunjungan terbanyak dengan 20,23 juta perjalanan, disusul Jawa Timur 16,83 juta dan Jawa Barat 16,61 juta. Di luar Jawa, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Bali, NTT, dan Lampung juga menunjukkan tren kenaikan.

Dari sisi keberangkatan, Jakarta Timur tercatat sebagai wilayah dengan jumlah perjalanan tertinggi, disusul Kabupaten Bekasi dan Kota Makassar.

Secara keseluruhan, diperkirakan 119,5 juta warga, setara 42,01 persen populasi, akan bepergian selama periode liburan.


Mobil Pribadi Masih Mendominasi

Ilustrasi perjalanan liburan menggunakan mobil pribadi. (Sumber: Freepik).

Hasil survei BKT menunjukkan mobil pribadi menjadi moda favorit dengan porsi 42,78 persen atau sekitar 51,12 juta pelaku perjalanan. Sepeda motor, bus, mobil sewa, travel, pesawat, dan kereta api mengikuti di posisi berikutnya.

Dominasi penggunaan moda darat diperkirakan akan memicu lonjakan kepadatan di berbagai ruas tol utama, termasuk Jakarta-Cikampek, Jakarta-Bogor-Ciawi, Semarang-Solo, dan Cikampek-Palimanan.

Kementerian Perhubungan telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik untuk mengurai kemacetan.


Puncak Mobilitas

Pedagang menawarkan daganganya ke para pemudik di Jalan tol Cikopo - Palimanan KM 73, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (30/4/2022). Padatnya arus lalu lintas ruas tol trans jawa, membuat pedagang asongan turun ke jalan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Puncak arus mudik diproyeksikan terjadi pada Rabu (24-12-2025), dengan prediksi pergerakan mencapai 17,18 juta. Sementara arus balik diperkirakan memuncak pada Jumat (2-1-2-26), dengan total perjalanan diperkirakan mencapai 20,81 juta.

"Tanggal puncak ini menjadi dasar pengaturan operasional terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan," ujar Dudy.

Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem pada masa liburan, Menhub menekankan pentingnya mitigasi terpadu lintas sektor.

Curah hujan tinggi dan kondisi cuaca tidak menentu dinilai dapat mengganggu transportasi darat, laut, maupun udara.

"Karena itu, koordinasi dengan BMKG dan Basarnas dilakukan secara real time, termasuk kesiapan personel dan peralatan pada titik rawan bencana," kata Dudy.

 

Sumber: merdeka.com

Berita Terkait