Kim Jong-un Instruksikan Tingkatkan Produksi Rudal Korut, Serta Bangun Pabrik Amunisi Baru: Ada Apa?

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, baru saja melakukan kunjungan ke beberapa fasilitas produksi senjata.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 26 Desember 2025, 21:20 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. (AFP/Arsip)

Bola.com, Jakarta - Pemimpin Korea UtaraKim Jong-un, baru saja melakukan kunjungan ke beberapa fasilitas produksi senjata. 

Kin kemudian memberikan instruksi kepada para pejabat untuk meningkatkan produksi rudal dan mendirikan pabrik amunisi baru guna memenuhi kebutuhan militer yang semakin mendesak. 

Advertisement

Menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Jumat (26/12/2025), Kim menekankan pentingnya perluasan kapasitas produksi secara menyeluruh untuk memenuhi permintaan angkatan bersenjata Pyongyang. Ia juga mengarahkan sektor industri pertahanan untuk bersiap menghadapi tahun yang penuh aktivitas.

"Sektor produksi rudal dan peluru merupakan elemen krusial dalam memperkuat pencegahan perang," kata Kim, seperti dikutip oleh KCNA pada hari yang sama.

 


Tingkatkan Uji Coba Rudal

Foto ini diambil pada 28 Oktober 2025 dan dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), media resmi Korea Utara, pada 29 Oktober 2025. Foto memperlihatkan uji coba peluncuran rudal jelajah strategis laut-ke-permukaan yang dilakukan oleh Administrasi Umum Rudal Korea Utara di sebuah lokasi yang tidak diungkapkan di negara itu. (Dok. STR/KCNA via KNS/AFP)   

Dalam beberapa tahun terakhir, Korea Utara telah secara signifikan meningkatkan frekuensi uji coba rudal. Para analis berpendapat bahwa langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serangan presisi, menantang Amerika Serikat dan Korea Selatan, serta menguji sistem senjata sebelum diekspor, terutama ke Rusia.

Hubungan antara Pyongyang dan Moskow semakin erat sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina hampir empat tahun lalu. Korea Utara telah mengirimkan pasukan untuk membantu Rusia, serta menyuplai peluru artileri, rudal, dan sistem roket jarak jauh.

Sebagai balasannya, Rusia dilaporkan memberikan dukungan finansial, teknologi militer, serta pasokan pangan dan energi kepada Korea Utara.

 


Punya Bukti

Kendaraan militer Korea Selatan melewati pagar kawat berduri dekat perbatasan dengan Korea Utara di Paju, Korea Selatan, Rabu (5/1/2022). Peluncuran rudal balistik Korea Utara dinilai menjadi sinyal Pyongyang tidak tertarik untuk kembali dengan pembicaraan denuklirisasi. (AP Photo/Ahn Young-joon)

Washington juga mengklaim memiliki bukti Rusia meningkatkan dukungan teknologi kepada Korea Utara, termasuk bantuan di bidang ruang angkasa dan satelit canggih, sebagai imbalan atas bantuan militer yang diberikan Pyongyang dalam perang di Ukraina.

Para analis mencatat teknologi peluncur satelit memiliki kesamaan mendasar dengan rudal balistik antarbenua (ICBM).

"Dengan program ICBM yang secara luas dinilai telah mencapai tujuan intinya, Pyongyang kemungkinan akan mempercepat pengembangan lebih lanjut tahun depan," ungkap Ahn Chan-il, peneliti asal Korea Utara.

Ia berpendapat fokus berikutnya kemungkinan akan diarahkan pada pengujian dan produksi sistem yang berpotensi diekspor ke Rusia, termasuk rudal jarak menengah dan jarak jauh.

 

Berita Terkait