Menhan Venezuela Ungkap Militer AS Brutal, Tewaskan Warga Sipil dan Tim Pengamanan Maduro

Menhan Venezuela sebut militer AS membunuh sebagian besar tim pengamanan Nicolas Maduro dengan kejam.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 05 Januari 2026, 17:20 WIB
Screengrab ini, yang diambil dari akun X Rapid Response 47, akun respons cepat resmi Gedung Putih, menunjukkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro (C), dikawal oleh agen DEA di dalam markas besar Badan Penegakan Narkoba AS (DEA) di Lower Manhattan, New York, pada 3 Januari 2026. (Akun X Rapid Response 47/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pemerintah Venezuela menyatakan operasi militer Amerika Serikat telah menewaskan sebagian besar tim pengamanan Presiden Nicolas Maduro.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, dalam pernyataan resmi yang disiarkan melalui televisi nasional, Minggu (4-1-2026) waktu setempat.

Advertisement

Padrino menyebut operasi militer AS yang berlangsung pada Sabtu (3-1-2026) waktu setenpat melibatkan langsung personel militer AS.

Menurutnya, operasi tersebut menyebabkan jatuhnya banyak korban, baik dari kalangan prajurit Venezuela maupun warga sipil.

Padrino menuding pasukan AS telah bertindak brutal dalam operasi itu.

"Secara kejam membunuh sebagian besar tim pengamanan Maduro, para prajurit, serta warga sipil yang tidak bersalah," ucap Padrino.

Meski demikian, ia tidak merinci jumlah korban tewas dalam peristiwa tersebut, demikian dilaporkan Anadolu Agency.


Pemimpin Sah

Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores (AFP Photo/Federico Parra)

Dalam pidato yang sama, Padrino kembali menegaskan posisi Nicolas Maduro sebagai pemimpin yang sah.

Ia menyebut Maduro sebagai "pemimpin sah dan autentik" Venezuela.

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Presiden AS, Donald Trump, mengklaim bahwa operasi militer AS pada Sabtu (3-1-2026) berakhir dengan penangkapan Maduro bersama istrinya, Cilia Flores.

Trump juga menyatakan AS akan mengambil alih kendali Venezuela untuk sementara waktu, termasuk opsi pengerahan pasukan AS apabila dianggap diperlukan.


Seruan Pembebasan

Presiden Venezuela Nicolas Maduro hadir secara mendadak di Sidang Umum PBB di New York, Rabu, 25 September 2018 (AP/Frank Franklin II)

Sebelumnya, Trump menuding Maduro terlibat dalam jaringan penyelundupan narkotika ke Amerika Serikat serta mempertahankan kekuasaan secara tidak sah melalui kecurangan pemilu.

Maduro, yang dilaporkan saat ini ditahan di sebuah fasilitas penahanan di New York terkait tuduhan narkotika, membantah seluruh tuduhan tersebut.

Pemerintah Venezuela dan sejumlah pejabat tinggi di Caracas pun menyerukan pembebasan presiden mereka.

Padrino secara terbuka menuntut agar Maduro dan istrinya segera dibebaskan. Ia juga meminta perhatian dunia internasional terhadap situasi yang dihadapi Venezuela.

"Kami menuntut dunia internasional untuk memberi perhatian penuh terhadap segala hal yang terjadi terhadap Venezuela, terhadap kedaulatan dan Konstitusi kami," ujarnya.


Militer Dukung Rodriguez

Foto yang dirilis oleh kantor pers Istana Miraflores ini menunjukkan Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez (tengah), berbicara di samping Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez (kedua dari kiri), dan Menteri Dalam Negeri, Kehakiman, dan Perdamaian Venezuela, Diosdado Cabello (kedua dari kanan), selama pertemuan dewan menteri di markas Wakil Presiden di Caracas pada 4 Januari 2026. (Marcelo Garcia/Kantor pers Miraflores/AFP)

Setelah penangkapan Maduro, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Wakil Presiden, Delcy Rodriguez, untuk segera menjalankan tugas sebagai presiden sementara.

Menanggapi keputusan itu, Padrino menyatakan angkatan bersenjata Venezuela memberikan dukungan penuh kepada Rodriguez.

Ia juga menegaskan komitmen militer untuk menjalankan dekret status darurat eksternal yang diberlakukan di seluruh wilayah Venezuela dan telah ditandatangani sebelumnya.

Menurut Padrino, angkatan bersenjata akan terus mengerahkan seluruh kemampuan guna menjaga keamanan nasional, ketertiban dalam negeri, serta stabilitas dan perdamaian negara.

 

Sumber: merdeka.com

Berita Terkait