Trump Ancam Kolombia dan Meksiko Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Masih Bungkam

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali memicu kontroversi dengan melontarkan ancaman terhadap dua negara yang telah memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 07 Januari 2026, 10:00 WIB
Trofi Piala Dunia FIFA dipajang menjelang pengundian kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 di markas besar FIFA di Zurich, pada 13 Desember 2024. (Fabrice COFFRINI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali memicu kontroversi dengan melontarkan ancaman terhadap dua negara yang telah memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

Pernyataan tersebut muncul di tengah memanasnya situasi geopolitik menyusul serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela pada pekan lalu.

Advertisement

 

Di tengah ketegangan dengan Venezuela, Trump kembali melontarkan pernyataan keras terhadap negara lain. Kali ini, Kolombia dan Meksiko—dua negara yang telah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026, menjadi sasaran ucapannya.

Trump lebih dulu menyinggung Kolombia dengan menyebut negara tersebut dipimpin oleh “orang sakit” yang gemar memproduksi kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.

Presiden Kolombia, Gustavo Petro memang sebelumnya telah berada dalam daftar sanksi pemerintah AS terkait dugaan keterlibatan dalam jaringan perdagangan narkoba internasional.

Saat ditanya mengenai kemungkinan operasi militer terhadap Kolombia, Trump menjawab singkat. “Kedengarannya bagus bagi saya.”


Meksiko

Adolfo Bautista (kiri), Cuauhtemoc Blanco (tengah), dan Alberto Medina dari Timnas Meksiko berlari-lari kecil selama sesi latihan di Mexico City pada tanggal 30 April 2010 sebagai persiapan untuk pertandingan persahabatan berikutnya melawan Ekuador pada tanggal 7 Mei di New Jersey, Amerika Serikat. (FOTO AFP/OMAR TORRESOMAR TORRES /AFP)

Trump kemudian mengalihkan perhatiannya ke Meksiko, yang juga menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026. Ia menilai pemerintah Meksiko harus bertindak lebih tegas dalam memberantas kartel narkoba dan menghentikan peredaran obat-obatan terlarang.

“Harus ada tindakan terhadap Meksiko. Mereka harus membereskan masalahnya,” tegas Trump.

Ia juga mengungkapkan telah menawarkan bantuan berupa pengiriman pasukan Amerika Serikat kepada Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, meski mengakui kekuatan kartel narkoba di negara tersebut sangat besar.

Pernyataan Trump ini menjadi kontroversi terbaru menjelang Piala Dunia 2026.


Travel Ban

Sebelumnya, sejumlah negara peserta turnamen sempat masuk dalam daftar larangan perjalanan atau travel ban yang dikeluarkan pemerintah AS pada 2025. Dalam dekret terbaru yang terbit Desember lalu, Senegal dan Pantai Gading turut dimasukkan dalam daftar tersebut.

Serangan Amerika Serikat ke Venezuela menuai kecaman dari berbagai negara. Brasil, Chile, Kolombia, Meksiko, Uruguay, dan Spanyol mengeluarkan pernyataan bersama yang mengkritik tindakan Washington. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyatakan keprihatinannya, menilai aturan hukum internasional tidak dihormati.

Di tengah sorotan global tersebut, FIFA memilih untuk tidak memberikan komentar. Sikap diam badan sepak bola dunia itu menjadi perhatian, mengingat FIFA sebelumnya secara kontroversial memberikan penghargaan perdamaian kepada Donald Trump. Media Inggris The Telegraph melaporkan bahwa FIFA menolak memberikan tanggapan meski telah dihubungi berulang kali.

Tag Terkait

Berita Terkait