Harga Minyak Dunia Naik usai Nicolas Maduro Disingkirkan dari Kekuasaan

Harga minyak mentah melonjak tajam usai Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, diitangkap Donald Trump.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 06 Januari 2026, 15:20 WIB
Sebuah pabrik pengolahan minyak milik perusahaan negara Petroleos de Venezuela (PDVSA) difoto di Maracaibo, Negara Bagian Zulia, Venezuela, pada 11 Juli 2024. (Federico PARRA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Harga minyak mentah dunia melonjak pada penutupan perdagangan Senin kemarin, seiring meningkatnya ketidakpastian politik di Venezuela setelah Presiden Nicolas Maduro disingkirkan melalui operasi militer yang digalang Amerika Serikat.

Situasi tersebut langsung memicu respons pasar energi global.

Advertisement

Mengacu pada laporan CNBC, Selasa (6-1-2026), harga minyak mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 1 dolar AS atau 1,74 persen dan ditutup di level 58,32 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak acuan internasional Brent menguat 1,01 dolar AS atau 1,66 persen ke posisi 61,76 dolar AS per barel.

Kenaikan harga terjadi tak lama setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa keterlibatan perusahaan-perusahaan minyak AS di Venezuela merupakan satu di antara tujuan utama dari perubahan yang menyingkirkan Maduro.

"Kami akan mengirim perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia, untuk masuk, menginvestasikan miliaran dolar, dan memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, termasuk infrastruktur minyak," kata Trump dalam konferensi pers di kediamannya di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida.

Meski begitu, Trump menegaskan bahwa embargo minyak AS terhadap Venezuela masih tetap diberlakukan.


Kekhawatiran Pasar

Pendukung mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, saat menggelar aksi unjuk rasa di Caracas pada Minggu 4 Januari 2026. Sehari setelah penangkapan oleh pasukan Amerika Serikat (AS), pendukung Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menggelar aksi unjuk rasa di Caracas. (Juan BARRETO/AFP)

Venezuela merupakan satu di antara pendiri Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Venezuela tercatat memiliki cadangan minyak mentah terbukti terbesar di dunia, mencapai sekitar 303 miliar barel atau setara 17 persen dari total cadangan global, menurut data Badan Informasi Energi Amerika Serikat (U.S. Energy Information Administration).

Lonjakan harga minyak ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap dampak ketidakstabilan politik Venezuela terhadap pasokan energi dunia.

Dalam beberapa dekade terakhir, produksi minyak Venezuela mengalami penurunan tajam. Pada akhir 1990-an, produksi sempat berada di kisaran 3,5 juta barel per hari. Namun, kini, angkanya merosot menjadi sekitar 800.000 barel per hari, berdasarkan data perusahaan konsultan energi Kpler.

Saat ini, Chevron menjadi satu-satunya perusahaan minyak besar asal Amerika Serikat yang masih beroperasi di Venezuela. Pada akhir kuartal IV 2025, Chevron dilaporkan mengekspor sekitar 140.000 barel minyak per hari dari negara tersebut.


Dampak Penangkapan Maduro

Sebuah patung tangan yang memegang rig pengeboran minyak difoto di luar perusahaan minyak milik negara Petroleos de Venezuela S.A. (PDVSA) di Caracas pada 26 Februari 2025. Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan pada 26 Februari 2025 bahwa ia akan membatalkan "konsesi" minyak yang diberikan oleh pendahulunya, Joe Biden, kepada Venezuela pada 26 November 2022, ketika Chevron diizinkan beroperasi di negara Karibia tersebut. (Pedro MATTEY/AFP)

Analis Goldman Sachs menilai dampak penyingkiran Maduro terhadap harga minyak global masih sulit dipastikan dalam jangka pendek.

"Produksi bisa meningkat jika pemerintah yang didukung AS terbentuk dan sanksi terhadap Venezuela dicabut," ujar Daan Struyven, Kepala Riset Minyak Goldman Sachs.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa proses transisi kekuasaan berpotensi memicu gangguan pasokan dalam waktu dekat.

Dalam jangka panjang, masuknya investasi Amerika Serikat justru bisa memberi tekanan terhadap harga minyak dunia, meski pemulihan produksi Venezuela diperkirakan berjalan lambat dan tidak sepenuhnya pulih.

 

Sumber: merdeka.com