Roy Keane Kesal, Sir Alex Ferguson Dinilai Masih Terlalu Campur Tangan di MU

Legenda Manchester United, Roy Keane, menyebut Sir Alex Ferguson masih terlalu jauh ikut campur dalam urusan klub.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 10 Januari 2026, 06:15 WIB
Manajer Manchester United, Alex Ferguson (kanan), dan manajer Sunderland, Roy Keane, meninggalkan lapangan setelah pertandingan Premier League mereka di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, 1 September 2007. Manchester menang 1-0. (FOTO AFP/ANDREW YATES)

Bola.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Roy Keane, kembali melontarkan kritik pedas terhadap mantan klubnya.

Kali ini, sasaran utama Keane bukan hanya manajemen saat ini, tetapi juga sosok legendaris Sir Alex Ferguson yang dinilainya masih terlalu jauh ikut campur dalam urusan klub, meski telah meninggalkan kursi manajer lebih dari satu dekade lalu.

Advertisement

Kritik Keane mencuat setelah MU resmi memecat Ruben Amorim pada Senin pagi. Keputusan tersebut menambah panjang daftar pergantian pelatih di Old Trafford dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menimbulkan tanda tanya besar soal arah dan struktur pengambilan keputusan di tubuh klub.

Amorim yang diharapkan mampu membawa stabilitas justru gagal memenuhi ekspektasi, membuat manajemen kembali berada dalam situasi darurat.

Dalam kondisi tersebut, Darren Fletcher ditunjuk sebagai manajer interim. Namun, pernyataan Fletcher setelah laga melawan Burnley justru memicu kontroversi baru.

Fletcher mengungkapkan bahwa dirinya terlebih dahulu berkonsultasi dengan Sir Alex Ferguson sebelum menerima tugas memimpin tim. Ia bahkan menyebut bahwa meminta pandangan Ferguson adalah kebiasaan yang sudah ia lakukan sejak masih berada di klub hingga sekarang.

“Saya tidak suka membuat keputusan besar tanpa berbicara dengan Sir Alex. Itu adalah sesuatu yang selalu saya lakukan sejak masih di klub, bahkan setelah meninggalkan klub, dalam setiap hal yang saya kerjakan,” ujar Fletcher.


Pengambilan Keputusan

Sir Alex Ferguson (c) AFP

Manchester United gagal meraih kemenangan dalam laga tersebut dan harus puas bermain imbang 2-2 melawan Burnley. Hasil itu semakin memperkuat anggapan bahwa klub masih belum menemukan arah yang jelas, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Roy Keane pun tak menahan diri. Mantan kapten Setan Merah itu menilai keterlibatan Ferguson dalam pengambilan keputusan saat ini adalah simbol dari masalah struktural yang sudah lama mengakar di MU. Menurut Keane, klub seharusnya sudah sepenuhnya bergerak maju dan tidak terus-menerus bergantung pada masa lalu, seberapa besar pun jasa Ferguson.

“Siapa sebenarnya yang membuat keputusan di Manchester United? Anda masih punya Ferguson dan David Gill yang berkeliaran seperti bau tak sedap,” kata Keane dengan gaya khasnya yang tajam dan tanpa kompromi.


Peran Petinggi Baru

Sir Jim Ratcliffe ketika hadir di Stadion Etihad untuk menyaksikan laga Manchester City vs Manchester United pada pekan ke-4 Premier League 2025/2026 - AP Photo/Dave Thompson

Keane juga mempertanyakan peran para petinggi baru klub, termasuk Sir Jim Ratcliffe dan jajaran direktur olahraga. Ia bingung siapa yang benar-benar memimpin proses seleksi manajer dan menentukan arah klub ke depan.

“Siapa yang menjalani proses wawancara? Siapa yang benar-benar duduk, merasakan, dan kemudian berkata: ‘Inilah orang yang tepat untuk kami’?” lanjutnya.

Bagi Keane, fakta bahwa Fletcher merasa perlu meminta restu Ferguson menunjukkan betapa tidak jelasnya hierarki kekuasaan di Old Trafford. Ia menilai kondisi tersebut tidak sehat bagi klub sebesar Manchester United yang seharusnya memiliki struktur modern dan tegas dalam pengambilan keputusan.

 


Tantangan Caretaker

Darren Fletcher dipastikan masih akan mendampingi tim dari pinggir lapangan pada laga Piala FA melawan Brighton akhir pekan ini, sembari manajemen terus mencari pelatih caretaker yang akan menangani tim hingga akhir musim.

Namun, bayang-bayang Ferguson tampaknya masih akan terus hadir, terlepas dari siapa pun yang nantinya ditunjuk.

 

Sumber: Tribal Football

Berita Terkait