Perginya Ruben Amorim Buka Peluang Kobbie Mainoo Bertahan di MU

Masa depan Kobbie Mainoo di Manchester United kembali menjadi perbincangan hangat setelah kepergian Ruben Amorim

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 12 Januari 2026, 08:15 WIB
Gelandang Manchester United asal Inggris bernomor punggung 37, Kobbie Mainoo, melakukan pemanasan sebelum pertandingan Liga Inggris antara Burnley dan Manchester United di Turf Moor, Burnley, barat laut Inggris pada 7 Januari 2026. (Oli SCARFF/AFP)

Bola.com, Jakarta - Masa depan Kobbie Mainoo di Manchester United kembali menjadi perbincangan hangat setelah kepergian Ruben Amorim dari kursi pelatih.

Gelandang muda Timnas Inggris itu dikabarkan kini merasa lebih percaya diri untuk melanjutkan kariernya di Old Trafford, setelah sebelumnya sempat berada di ambang pintu keluar klub.

Advertisement

Mainoo diketahui sempat mengajukan permintaan transfer pada bulan lalu. Permintaan tersebut ditolak oleh manajemen Manchester United, namun situasi itu tidak serta-merta meredakan keinginannya untuk hengkang. Bahkan, pemain berusia 19 tahun tersebut masih menunjukkan tekad kuat untuk mencari klub baru pada bursa transfer Januari lalu.

Namun, dinamika tersebut mulai berubah seiring berakhirnya era Ruben Amorim di Manchester United. Kepergian pelatih asal Portugal itu membuat Mainoo kembali mempertimbangkan masa depannya bersama Setan Merah, terutama terkait peran dan statusnya di dalam tim utama.

 


Frustrasi di Era Amorim

Pemain Manchester United, Kobbie Mainoo (kiri) merayakan gol penyeimbang 4-4 ke gawang Lyon dalam laga lanjutan Liga Europa 2024/2025 di Old Trafford, Manchester, Inggris, Jumat (18/04/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Jon Super)

Menurut sumber internal klub yang dikutip oleh The Sun, Mainoo merasa cukup frustrasi selama dilatih Amorim. Ia menilai perkembangan kariernya sempat terhambat akibat perubahan pendekatan taktik yang drastis.

“Kobbie merasa frustrasi di bawah Amorim karena ia merasa berhasil menembus tim utama dan meraih banyak kesuksesan dengan gaya bermain tertentu,” ungkap sumber tersebut.

“Namun secara tiba-tiba, Amorim meminta dia bermain dengan cara yang benar-benar berbeda, sesuatu yang tidak sesuai dengan kekuatannya.”

Sebagai pemain muda yang sedang berada dalam fase krusial perkembangan, Mainoo sangat bergantung pada kejelasan peran di lapangan. Perubahan sistem dan tuntutan bermain yang tidak sejalan dengan karakter alaminya membuat sang gelandang kehilangan kenyamanan dan kepercayaan diri.


Buntu

Gelandang Manchester United asal Inggris bernomor punggung 37, Kobbie Mainoo (C), berduel dengan gelandang Bournemouth asal Inggris bernomor punggung 16, Marcus Tavernier (L), selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Bournemouth di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, Selasa (16-12-2025) dini hari WIB. (PETER POWELL/AFP)

Situasi ini juga berdampak pada negosiasi kontrak barunya. Pembicaraan perpanjangan kontrak Mainoo dengan Manchester United dilaporkan mengalami kebuntuan sepanjang musim ini. Ketidakpastian mengenai posisi dan perannya di bawah Amorim menjadi salah satu faktor utama yang menghambat kesepakatan.

Namun kini, dengan Amorim telah meninggalkan Old Trafford, peluang Mainoo untuk bertahan disebut semakin terbuka. Ia merasa lebih optimistis terhadap masa depannya dan menilai situasi internal klub bisa berubah ke arah yang lebih positif.

Sumber yang sama menambahkan bahwa kepergian Amorim memang meningkatkan kemungkinan Mainoo untuk tetap berseragam Manchester United. Meski demikian, keputusan final belum sepenuhnya diambil.

 


Menunggu Kepastian

Mainoo kini menunggu kejelasan dari jajaran petinggi klub, khususnya terkait proyek jangka panjang dan perannya di bawah manajer baru atau pelatih interim. Ia ingin memastikan bahwa dirinya bukan sekadar pelapis, melainkan bagian penting dari rencana Manchester United ke depan.

“Perginya Amorim jelas meningkatkan peluang Kobbie untuk bertahan di United. Tapi itu belum pasti,” lanjut sumber tersebut.

“Ia menginginkan jaminan dari pihak klub mengenai bagaimana mereka melihat perannya di dalam skuad dan tim utama.”

Sumber: The Sun

Berita Terkait