Jelang Mengawal Bentrok MU Vs City, Michael Carrick: Setan Merah Belum Kehilangan Jiwa

Michael Carrick menegaskan bahwa Manchester United belum kehilangan jiwanya.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 17 Januari 2026, 14:30 WIB
Semasa menjadi pemain, Michael Carrick bermain dalam 464 pertandingan bersama The Red Devils. Tampak dalam foto, Michael Carrick saat tiba di Katedral Manchester untuk menghadiri pemakaman pemenang Piala Dunia Inggris dan legenda Manchester United, Bobby Charlton, di Manchester, Inggris utara, pada 13 November 2023. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Michael Carrick menegaskan bahwa Manchester United belum kehilangan jiwanya, meski klub raksasa Inggris itu telah melalui bertahun-tahun masa sulit di atas lapangan.

Keyakinan tersebut diungkapkan Carrick saat ia memulai tugas singkatnya sebagai manajer interim Setan Merah, sebuah periode yang langsung diwarnai ujian berat berupa Derby Manchester melawan Manchester City di Old Trafford pada Sabtu mendatang.

Advertisement

Mantan gelandang MU  itu resmi ditunjuk sebagai pelatih hingga akhir musim pada pekan ini. Laga melawan City pun menjadi momen baptisan api bagi Carrick, mengingat rival sekota mereka kini berada di puncak kekuatan, sementara United masih berusaha bangkit dari inkonsistensi performa.

Selama beberapa generasi, Manchester City kerap dianggap sebagai “tetangga berisik” yang selalu berada di bawah bayang-bayang dominasi United. Namun, situasi itu berubah drastis sejak kepergian Sir Alex Ferguson pada 2013.

Sejak saat itu, City justru menjadi kekuatan dominan di Manchester, bahkan di Inggris. Fakta mencolok menunjukkan bahwa City selalu finis di atas United dalam 12 musim terakhir, dan musim ini pun mereka kembali berada di jalur yang sama.


Tertinggal 11 Poin

Pemain Manchester United, Bruno Fernandes (kedua kiri) bersama Joshua Zirkzee (tengah) dan Rasmus Hojlund (kedua kanan) melakukan selebrasi usai pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris melawan Manchester City di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, pada 15 Desember 2024. (Paul ELLIS/AFP)

Menjelang derby, Manchester United kini menempati posisi ketujuh klasemen Liga Inggris, tertinggal 11 poin dari Manchester City yang dilatih Pep Guardiola.

Kondisi tersebut memicu anggapan dari sebagian pihak bahwa United telah kehilangan identitas dan “jiwa” yang selama ini melekat pada klub tersukses di Inggris itu.

Namun Carrick dengan tegas membantah anggapan tersebut.

“Saya sama sekali tidak berpikir klub ini sudah kehilangan jiwanya,” ujar Carrick.

“Ada sesuatu yang istimewa di tempat ini. Ada magisnya. Saya bisa merasakannya. Begitu masuk ke dalam gedung dan berada di sekitarnya, saya langsung merasa seperti di rumah.”


Bukan Sosok Asing

Michael Carrick saat menjadi pelatih Middlesbrough merayakan kemenangan di akhir pertandingan perempat final Piala Liga Inggris melawan Port Vale di Vale Park, Stoke-on-Trent, Inggris tengah, pada 19 Desember 2023. Manchester United (MU) resmi mengumumkan Michael Carrick sebagai pelatih kepala mengisi posisi Ruben Amorim yang dipecat pada 5 Januari 2026. (Oli SCARFF/AFP)

Carrick bukan sosok asing bagi Old Trafford. Selama karier bermainnya, ia meraih 12 trofi utama bersama Manchester United dan menjadi bagian penting dari era kejayaan klub. Meski sempat menjauh dari lingkungan klub dalam beberapa waktu terakhir, Carrick mengaku atmosfer khas United masih sangat terasa.

“Saya sudah lama berada di sini, lalu sempat pergi sebentar, tapi perasaan itu tetap ada. Ada magis di tempat ini, dan Anda tidak bisa mengabaikannya,” lanjutnya.

Meski kontraknya hanya bersifat jangka pendek, Carrick menegaskan bahwa ia tidak akan bekerja dengan pola pikir sementara. Ia menekankan bahwa setiap keputusan yang diambilnya tetap berorientasi pada kepentingan jangka panjang klub, termasuk pengembangan skuad dan suasana di ruang ganti.

“Saya paham posisi saya saat ini, mengapa saya berada di sini, dan apa tugas yang harus saya lakukan,” jelas Carrick. “Namun itu tidak mengubah cara kami bekerja sehari-hari, fokus kami, dan bagaimana kami membuat keputusan yang berdampak jangka panjang bagi tim dan skuad.”


Panggung Penting

Carrick juga menolak anggapan bahwa ia hanya akan menjalani pertandingan demi pertandingan tanpa rencana jelas.

“Saya tidak datang dengan pola pikir sekadar bertahan dari satu laga ke laga berikutnya. Kami ingin berkembang melampaui musim ini. Yang bisa saya kendalikan adalah apa yang kami berikan kepada para pemain dan bagaimana kami menciptakan atmosfer yang tepat di dalam tim.”

Derby Manchester kali ini pun menjadi panggung penting bagi Carrick untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih kepala. Selain menghadapi kekuatan City yang tengah berada di puncak performa, Carrick juga harus menghadapi tekanan besar dari publik dan legenda klub yang kerap melontarkan kritik.

Berita Terkait