Bola.com, Jakarta - Piala AFF tetap memiliki makna penting bagi Timnas Indonesia, meski turnamen antarnegeri Asia Tenggara tersebut tidak masuk kalender resmi FIFA. Ajang ini bukan sekadar kompetisi regional, melainkan panggung harga diri dan pembuktian bagi sepak bola nasional.
Edisi 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang. Indonesia tergabung di Grup A bersama juara bertahan Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang laga play-off antara Timor Leste dan Brunei Darussalam.
Turnamen ini juga menjadi momen krusial bagi John Herdman. Pelatih asal Inggris itu akan menjalani debut kompetitifnya bersama Skuad Garuda setelah ditunjuk menangani Timnas Indonesia.
Sejarah panjang tanpa gelar membuat ekspektasi publik kembali meninggi. Sejak pertama kali digelar pada 1996 dengan nama Piala Tiger, Indonesia belum pernah sekalipun mengangkat trofi, meski enam kali melangkah ke partai final.
Kini, di bawah komando pelatih yang pernah membawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022, publik berharap kutukan runner-up bisa benar-benar dipatahkan.
Grup Berat dan Beban Sejarah
Grup A langsung menyajikan tantangan serius bagi Timnas Indonesia. Vietnam datang dengan status juara bertahan, sementara Singapura dikenal sebagai tim dengan mental turnamen yang kuat.
Bagi Indonesia, Piala AFF bukan sekadar soal lolos fase grup. Turnamen ini selalu menjadi barometer keseriusan dan arah pembangunan tim nasional, terutama di mata publik sendiri.
Tekanan sejarah pun kembali menghantui. Enam final tanpa gelar menjadi catatan kelam yang terus membayangi setiap generasi Timnas Indonesia.
Isu Pemain Muda dan Komposisi Skuad
Menjelang turnamen, muncul kabar bahwa John Herdman cenderung memanggil pemain-pemain muda ke dalam skuad Piala AFF 2026. Hal ini memunculkan pertanyaan besar soal kesiapan mereka menjawab tuntutan publik.
Pengamat sepak bola nasional Binder Singh menilai pemanggilan pemain kemungkinan besar masih akan didominasi mereka yang bermain di kompetisi domestik.
“Kalau feeling saya, kebanyakan akan dipanggil pemain-pemain yang bermain di liga domestik. Kayaknya dia sudah ngomong seperti itu juga. Tapi itu tergantung nanti siapa saja yang mau dia panggil. Kalau mau panggil pemain muda, kemungkinan besar untuk timnas U-23,” ujar Binder Singh melalui kanal YouTube Okezone.
Menurutnya, keputusan akhir tetap bergantung pada komunikasi antara John Herdman dan PSSI.
“Ini tergantung lagi nanti antara John Herdman dengan PSSI. Mereka pilihnya seperti apa. Tapi feeling saya, kemungkinan akan ada gabungan pemain muda dan pemain senior, terutama yang bermain di liga lokal,” tuturnya.
Kendala Pemain Abroad dan Jadwal Eropa
Binder Singh juga menyoroti keterbatasan pemanggilan pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri. Jadwal Piala AFF dinilai beririsan dengan agenda klub Eropa.
“Karena kalendernya berdekatan dengan Liga Eropa yang akan dimulai. Pada saat itu tim-tim di Eropa sudah masuk masa pramusim. Pasti pemain harus gabung ke sana, kecuali dikasih izin sama klubnya,” kata Binder Singh.
Situasi ini membuat opsi John Herdman semakin terbatas, sekaligus memaksa sang pelatih memaksimalkan potensi pemain lokal.
Piala AFF Tetap Wajib Dimenangkan
Terlepas dari segala kendala, Binder Singh menegaskan Piala AFF tetap harus menjadi target utama Timnas Indonesia.
“Tapi kalau soal Piala AFF, tetap itu adalah piala yang penting. Walaupun kita punya potensi bersaing di Asia, kenapa kita harus melepas Piala AFF? Karena ini membawa nama negara,” ucapnya.
Binder Singh menilai kegagalan di level Asia Tenggara justru akan mencederai citra sepak bola nasional.
“Apa kita mau lihat Indonesia dibantai di Piala AFF? Kan tidak,” pungkasnya.