Bola.com, Jakarta - Ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu, memastikan langkah ke babak semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2026. Kepastian tersebut diraih setelah mereka menaklukkan pasangan Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, melalui pertandingan ketat tiga gim yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (24/1).
Dalam laga tersebut, Jafar/Felisha sempat tertinggal lebih dulu pada gim pertama. Namun, berkat daya juang tinggi serta komunikasi yang solid, pasangan Merah Putih mampu bangkit dan membalikkan keadaan hingga akhirnya mengunci kemenangan. Hasil ini sekaligus menjaga asa mereka untuk meraih prestasi terbaik di turnamen level BWF Super 500 tersebut.
Felisha Pasaribu mengungkapkan bahwa pertandingan melawan Gicquel/Delrue berjalan sangat sulit. Pasangan Prancis tampil agresif dan mampu menekan permainan Jafar/Felisha, terutama selepas interval gim pertama.
“Lawan bermain sangat baik dan pola yang mereka terapkan sempat menyulitkan kami. Keluar dari pola mereka itu tidak mudah, tapi dengan daya juang dan komunikasi, kami perlahan bisa mengontrol jalannya pertandingan,” ujar Felisha usai laga.
Tidak Menyerah Jadi Kunci Kebangkitan
Sementara itu, Jafar Hidayatullah menilai titik balik pertandingan terjadi saat mereka tetap percaya diri meski tertinggal cukup jauh. Menurutnya, kontrol tempo permainan di gim kedua dan ketiga menjadi faktor penentu kemenangan.
“Di gim pertama setelah interval, lawan mempercepat tempo dan terus menekan kami. Tapi saya merasa pertandingan ini masih bisa dimenangkan. Di gim kedua dan ketiga kami lebih mengontrol permainan dan membuat pemain putra lawan terus bergerak,” jelas Jafar.
Menatap babak semifinal, Jafar/Felisha belum mengetahui calon lawan yang akan dihadapi, apakah dari Denmark atau China. Keduanya sepakat untuk fokus pada pemulihan kondisi fisik serta penyusunan strategi berdasarkan evaluasi pertandingan sebelumnya.
“Yang terpenting recovery kondisi tubuh, lalu menyiapkan game plan dan evaluasi dari pertemuan sebelumnya. Semoga yang kami persiapkan bisa membawa hasil yang baik,” kata Felisha.
Semifinal Istora Jadi Momen Spesial
Bagi Felisha, keberhasilan menembus semifinal di Istora Senayan memiliki arti yang sangat spesial. Ia mengakui pada turnamen-turnamen sebelumnya mereka kerap tersingkir di fase awal.
“Tentu sangat senang karena di hasil sebelumnya kami banyak kalah di awal. Inilah hasil yang diinginkan dan dituju, tapi perjuangan belum selesai. Kami harus bersiap untuk besok agar target tercapai,” tuturnya.
Meski demikian, Felisha memilih untuk tidak memasang ekspektasi berlebihan. “Ekspektasi tidak ada karena bisa jadi beban, tapi kalau target adalah juara,” tegasnya.
Senada dengan rekannya, Jafar menegaskan bahwa fokus mereka sepenuhnya tertuju pada laga berikutnya, tanpa memikirkan calon lawan.
“Kami siap bertemu siapa pun. Fokus kami hanya pertandingan selanjutnya,” pungkas Jafar.
Penulis: Roby Dian