Bola.com, Jakarta - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, akhirnya angkat bicara menanggapi kritik yang menyebut timnya sebagai tim paling membosankan di Eropa.
Tuduhan tersebut sebelumnya dilontarkan legenda Manchester United, Paul Scholes, yang menilai Arsenal kurang cair dan tidak cukup tajam dalam menyerang meski tampil konsisten.
Namun, Arteta sama sekali tidak terganggu dengan label tersebut. Justru sebaliknya, pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa persepsi yang ia dengar dari berbagai penjuru Eropa sepenuhnya bertolak belakang.
Arsenal sendiri tengah menikmati performa luar biasa di semua kompetisi. Di ajang Liga Champions, The Gunners melaju mulus ke babak 16 besar setelah menyapu bersih delapan kemenangan dari delapan pertandingan di fase liga, termasuk kemenangan meyakinkan atas FC Kairat pada laga terakhir.
Tak hanya itu, perjalanan Arsenal menuju puncak klasemen fase liga juga diwarnai kemenangan prestisius atas klub-klub elite Eropa seperti Bayern Munich dan Inter Milan, finalis Liga Champions musim lalu. Catatan tersebut semakin menegaskan dominasi Arsenal di level kontinental.
Kritik dari Legenda MU
Meski demikian, kritik tetap datang. Paul Scholes bahkan menyebut Arsenal berpotensi menjadi tim paling membosankan yang pernah menjuarai Premier League, merujuk pada gaya bermain yang ia nilai kurang menghibur dan minim kreativitas di lini depan.
Menanggapi komentar tersebut, Arteta memilih bersikap santai dan bahkan menanggapinya dengan nada bercanda. Saat berbicara menjelang laga Piala Liga Inggris (EFL Cup) melawan Chelsea, Arteta justru tertawa ketika ditanya soal anggapan negatif tersebut.
“Saya justru mendengar hal yang sepenuhnya berlawanan,” ujar Arteta.
“Di seluruh Eropa, kami disebut sebagai tim paling menarik, tim dengan jumlah gol terbanyak dan clean sheet terbanyak.”
Dijawab dengan Senyuman
Arteta kemudian menambahkan bahwa mungkin ia memiliki sumber informasi yang berbeda dengan para pengkritiknya.
“Mungkin saya punya sumber yang berbeda. Saya tidak tahu orang-orang yang mengatakan itu siapa. Kirimkan saja nama, alamat, dan email mereka, mungkin kita bisa berdiskusi,” ucapnya sambil tersenyum.
“Tapi saya tidak bisa memberi Anda buku tebal berisi daftar semua orang.”
Statistik memang berpihak kepada Arsenal. Selain produktif mencetak gol, mereka juga solid di lini belakang. Kombinasi ini membuat The Gunners tampil dominan hampir di setiap pertandingan, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Di Liga Champions, Arsenal bahkan mencatatkan delapan kemenangan beruntun, sebuah pencapaian langka. Dalam sejarah European Cup/Liga Champions, hanya Manchester City yang pernah menorehkan rekor kemenangan beruntun lebih panjang di antara klub-klub Inggris.