Cerita Mattia De Sciglio: Bersinar di AC Milan, Tolak Liverpool untuk Jalankan Misi Pembalasan Bersama Juventus

Kini berusia 33 tahun, Mattia De Sciglio telah mencatat 208 penampilan di Serie A dan 28 laga di Liga Champions sepanjang karier profesionalnya.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 04 Februari 2026, 07:15 WIB
Bek Juventus, Mattia De Sciglio berselebrasi usai mencetak gol ke gawang AS Roma pada pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di stadion Olimpiade di Roma (10/1/2022). Juventus menang atas AS Roma 4-3. (AP Photo/Alessandra Tarantino)

Bola.com, Jakarta - Mantan bek AC Milan dan Juventus, Mattia De Sciglio, mengungkapkan dirinya pernah menolak tawaran dari Liverpool pada 2017.

Keputusan itu diambil demi bergabung dengan Juventus, karena pada saat yang sama ia menyimpan kekecewaan yang begitu mendalam terhadap perlakuan yang diterimanya di San Siro, khususnya dari pelatih Vincenzo Montella.

Advertisement

De Sciglio menceritakan perjalanan kariernya dalam sebuah wawancara bersama Corriere della Sera. Mantan pemain Timnas Italia itu merupakan produk akademi AC Milan, sebelum melanjutkan kariernya bersama Juventus dan Empoli di Serie A, serta Lyon di Ligue 1 Prancis.

Kini berusia 33 tahun, Mattia De Sciglio telah mencatat 208 penampilan di Serie A dan 28 laga di Liga Champions sepanjang karier profesionalnya.


Perjalanan Awal Karier: Hampir ke Inter Milan, Bersinar di AC Milan

2. Mattia De Sciglio (AC Milan) - Bek sayap ini merupakan pemain andalan Massimiliano Allegri waktu menukangi AC Milan. Kedatangan Ricardo Rodriguez dan Andrea Conti ke AC Milan merupakan alasan De Sciglio ingin hengkang. (EPA/Daniel Dal Zennaro)

Mattia De Sciglio mengungkapkan kariernya nyaris dimulai bersama rival sekota Milan, Inter. Namun, pada akhirnya garis takdir mempertemukannya dengan Rossoneri.

“Saya sebenarnya bisa saja bermain untuk Inter saat masih kecil,” ujar De Sciglio dikutip dari Calciomercato.com.

“Mereka sempat memanggil saya untuk trial, tetapi saya dicoret karena dianggap terlalu pendek. Tak lama kemudian Milan datang, dan saya menjalani seluruh jenjang akademi hingga debut Liga Champions saat usia 18 tahun,” lanjutnya.

Meski berhasil menembus tim utama Milan, De Sciglio harus melewati periode kelam ketika Rossoneri berada dalam fase sulit dalam sejarah modern klub.


Merasa Dijadikan Kambing Hitam di San Siro

Bek kanan AC Milan, Mattia De Sciglio. (OLIVIER MORIN / AFP)

Mattia De Sciglio merasa dirinya diperlakukan tidak adil oleh sebagian suporter dan media saat masih membela AC Milan.

“Sebagian fans dan media menjadikan saya sebagai pihak yang disalahkan dalam situasi itu, dan mereka selalu menunggu kesalahan sekecil apa pun untuk mengkritik saya,” ungkapnya.

“Akun media sosial saya dipenuhi hinaan dan komentar jahat, padahal saya selalu bersikap profesional. Itu yang tidak saya mengerti,” lanjutnya.

Momen yang membuatnya benar-benar ingin meninggalkan AC Milan terjadi pada laga kandang melawan Empoli pada April 2017.

“Kami tertinggal dua gol pada menit ke-70, dan Montella memutuskan untuk mengganti saya saat itu. Saya marah, itu adalah pergantian yang tidak pernah saya pahami,” kata De Sciglio.

“Rasanya seperti saya digunakan untuk menutupi momen sulit yang sebenarnya dialami seluruh tim.”

“Saat saya keluar lapangan, seluruh stadion mencemooh. Hari itu saya sadar, saya tidak bisa melanjutkan seperti ini; kisah saya bersama Milan sudah berakhir,” lanjutnya.


Menolak Liverpool, Memilih Juventus sebagai ‘Balas Dendam Manis’

Bek Juventus, Mattia De Sciglio melakukuan tendangan penalti saat bertanding melawan MLS All-Stars selama MLS All-Star Game 2018 di Mercedes-Benz Stadion, Atlanta, Georgia (1/8). Juventus menang 5-3. (AFP Photo/Kevin C. Cox)

Pada musim panas berikutnya, De Sciglio resmi pindah dari AC Milan ke Juventus. Ia mengonfirmasi bahwa Liverpool juga tertarik merekrutnya.

“Liverpool juga menginginkan saya, tetapi saya memilih Turin karena Allegri adalah pelatihnya dan timnya sangat kuat,” jelas De Sciglio.

“Berada di ruang ganti yang dipenuhi para juara dan bermain di kompetisi Eropa sebagai pemain utama adalah sebuah balas dendam yang indah setelah periode yang sulit,” lanjutnya.

Saat ini, De Sciglio berstatus tanpa klub setelah Juventus memutuskan tidak memperpanjang kontraknya usai ia kembali dari masa peminjaman di Empoli pada akhir musim 2024/2025.

Sumber: Football Italia

 

Persaingan di Serie A Liga Italia