Pemilu Presiden Barcelona Bisa Gagalkan Transfer Permanen Marcus Rashford

Nasib Marcus Rashford di Barcelona terancam, pemilu presiden klub jadi penentu.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 Februari 2026, 13:15 WIB
Marcus Rashford dari Barcelona beraksi dalam pertandingan sepak bola La Liga Spanyol antara Real Sociedad dan Barcelona di San Sebastian, Spanyol, Minggu, 18 Januari 2026. (AP Photo/Miguel Oses)

Bola.com, Jakarta - Rencana Marcus Rashford untuk melanjutkan kariernya bersama Barcelona berpotensi menemui hambatan. Masa depan penyerang Manchester United itu di Camp Nou kini disebut bergantung pada hasil pemilihan presiden klub yang akan digelar tahun ini.

Rashford tampil impresif sejak bergabung dengan Barcelona sebagai pemain pinjaman pada musim ini. Di bawah asuhan pelatih Hansi Flick, pemain internasional Inggris itu mampu memberi dampak signifikan bagi Blaugrana, meski statusnya belum permanen.

Advertisement

Barcelona meminjam Rashford setelah ia dianggap tidak lagi masuk rencana MU di era kepelatihan Ruben Amorim.

Klub raksasa Spanyol tersebut memiliki opsi untuk mempermanenkan sang pemain pada musim panas mendatang dengan nilai transfer sekitar 26 juta paun. Laporan dari Katalonia bahkan menyebut Barcelona sedang berupaya merumuskan kesepakatan dengan MU.

Kontribusi Rashford di Spanyol terbilang besar. Pemain berusia 28 tahun itu telah mencatatkan 10 gol dan 13 assist di semua kompetisi bersama Barcelona.

 


Tergantung Hasil Pemilu Barcelona

Presiden FC Barcelona, ​​Joan Laporta, meninggalkan gedung pengadilan Ciutat de la Justicia di Barcelona pada 12 Desember 2025 setelah menyatakan diri sebagai saksi dalam kasus korupsi wasit sepak bola "Negreira". (Manaure Quintero/AFP)

Namun, menurut laporan The Times, peluang Rashford bertahan di Katalonia kini bergantung pada apakah Joan Laporta, Presiden Barcelona yang baru saja resign, mampu memenangkan kembali pemilihan presiden klub.

Perpanjangan kontrak Rashford secara permanen disebut menjadi satu di antara poin penting dalam manifesto Laporta untuk masa jabatan berikutnya.

Kabar baiknya bagi Rashford, Laporta masih menjadi kandidat terkuat untuk melanjutkan kepemimpinan yang telah ia jalani sejak 2021.

Meski demikian, posisinya tidak sepenuhnya aman karena mendapat serangan dan tekanan dari para pesaing politiknya di internal klub.

 

 


Ingin Bertahan

Marcus Rashford dalam pertandingan pramusim Barcelona melawan Vissel Kobe di Stadion Noevir Kobe, Minggu (27-7-2025). (Dok. X@FCBarcelona)

Keinginan Rashford untuk bertahan di Barcelona sudah ia ungkapkan secara terbuka. Pada Oktober lalu, ia menegaskan harapannya untuk bisa menetap lebih lama di klub tersebut.

"Saya benar-benar menikmati waktu saya di Spanyol; cuacanya yang terbaik," ujar Rashford.

"Ini perubahan yang sangat besar. Saya belajar setiap hari dan sangat menikmatinya. Saya berharap bisa berada di sini untuk waktu yang lama," lanjutnya.

Rashford juga menyoroti keharmonisan di dalam skuad Barcelona.

"Saya sangat akrab dengan Roony (Bardghji), juga Jules (Kounde) dan Frenkie (de Jong). Ini tim di mana kami semua bisa menyatu," katanya.

"Kami kompak. Tim ini luar biasa. Saya hanya harus berada di posisi yang tepat dan akan terus berusaha melakukan itu."

"Kami harus terus menjaga level permainan untuk menjadi versi terbaik dari diri kami. Masih banyak hal yang harus kami capai musim ini," katanya lagi.

Jika transfer permanen ke Barcelona benar-benar terwujud, MU akan memperoleh keuntungan finansial yang signifikan.

 


Sisi Positif bagi MU

Penyerang Barcelona asal Inggris #14, Marcus Rashford, berebut bola dengan bek Levante asal Jerman #22, Jeremy Toljan, dalam pertandingan Liga Spanyol antara Levante UD dan FC Barcelona di Stadion Ciutat de Valencia di Valencia, Minggu (24-8-2025) dini hari WIB. (Jose JORDAN/AFP)

Dana transfer yang diterima disebut akan masuk sebagai keuntungan bersih bagi Setan Merah, sekaligus memberi dorongan penting menjelang bursa transfer musim panas.

Sejumlah laporan juga mengungkapkan bahwa Rashford bersedia menerima pemotongan gaji besar demi memuluskan kepindahannya.

Ia dikabarkan siap menyesuaikan nilai kontraknya agar Barcelona dapat memenuhi aturan ketat financial fair play serta batasan gaji yang berlaku di La Liga.

Penyerang Timnas Inggris itu disebut rela menerima bayaran yang lebih rendah dibandingkan gaji yang seharusnya ia terima jika tetap bertahan di Old Trafford, demi mengamankan masa depannya di Camp Nou.

 

Sumber: Express

Berita Terkait