Slot Brutal, Krisis Bek Kanan Liverpool Bisa Picu Kepergian Perdana di Musim Panas

Solusi brutal Arne Slot untuk krisis bek kanan Liverpool buka jalan kepergian perdana di musim panas mendatang.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 11 Februari 2026, 12:15 WIB
Pelatih Liverpool, Arne Slot, menunggu dimulainya pertandingan Premier League Inggris antara Liverpool dan Nottingham Forest di Liverpool, Inggris, Sabtu, 22 November 2025. (Foto AP/Ian Hodgson)

Bola.com, Jakarta - Liverpool menghadapi krisis serius di posisi bek kanan jelang laga melawan Sunderland, Kamis (12-2-2026) dini hari WIB. Namun, di tengah absennya empat opsi utama di sektor tersebut, pelatih Arne Slot bergeming: Calvin Ramsay bukan solusi.

Sejak Conor Bradley mengalami cedera lutut yang mengakhiri musimnya pada Januari lalu, Slot sudah memberi sinyal jelas soal pandangannya terhadap Ramsay. Saat itu ia menegaskan masih memiliki opsi yang lebih baik ketimbang bek berusia 22 tahun tersebut.

Advertisement

Situasi kemudian memburuk. Jeremie Frimpong, pilihan utama, ikut menepi karena cedera, sementara Dominik Szoboszlai yang sempat menjadi pelapis darurat harus absen akibat skorsing. Joe Gomez, pemain serbabisa yang kerap menutup lubang di lini belakang, juga masih dibekap masalah kebugaran.

Hal ini berarti, Ramsay bahkan tidak berada di urutan kelima dalam hierarki pilihan Slot.

"Secara umum, jika Anda tidak memenangkan pertandingan, para pemain yang tidak bermain akan menjadi pemain terbaik dalam skuad, dan menurut saya itu terjadi di mana pun di dunia," kata Slot saat ditanya apakah Ramsay, yang merupakan bek kanan natural, akan dipakai untuk mengatasi krisis tersebut.

"Jika para pemain yang menjadi starter tidak menang, maka manajer selalu bisa dianggap seharusnya memilih pemain lain, dan saya pikir ini contoh dari hal itu."

"Saya hanya ingin melindungi semua pemain saya. Saya telah memilih pemain lain sampai sekarang, dan itu juga yang akan saya lakukan besok," lanjutnya.


Cedera Misterius

Calvin Ramsay adalah pemain sepak bola asal Skotlandia yang bermain untuk Aberdeen sebagai bek kanan. Sejak bergabung bersama tim senior pada 2021 lalu, Ramsay mencetak satu gol dan sembilan assist dari 33 pertandingan. (FOTO: instagram.com/calvin_ramsay)

Ketika direkrut dari Aberdeen pada 2022 dengan nilai transfer 6,5 juta paun, Ramsay datang ke Anfield dengan ekspektasi besar. Debutnya bersama tim senior Liverpool pada November 2022 sempat memunculkan keyakinan bahwa ia disiapkan sebagai penerus Trent Alexander-Arnold.

Namun, cedera misterius yang memaksanya naik meja operasi membuat musim perdananya berakhir lebih cepat. Sejak saat itu, upayanya untuk menghidupkan kembali potensi besar tersebut berjalan tersendat.

Liverpool mengirimnya ke sejumlah klub dengan status pinjaman, tetapi hasilnya jauh dari harapan. Sejak cedera pada awal 2023, Ramsay hanya tampil 27 kali di laga kompetitif bersama lima klub berbeda.

Permasalahan kebugaran disebut bukan penyebab utama minimnya menit bermain itu.

Satu di antara penampilannya bahkan terjadi di bawah arahan Slot, tepatnya saat Liverpool kalah 0-3 dari Crystal Palace di Carabao Cup, Oktober lalu. Dari situ, Slot tampaknya tidak terkesan.


Kian Suram

Bek Liverpool, Calvin Ramsay mencetak gol ke gawang Lyon saat adu tendangan penalti pada laga Dubai Super Cup 2022 di Al Maktoum Stadium, Uni Emirat Arab (11/12/2022). Baru didatangkan dari Aberdeen FC pada awal musim 2022/2023, Calvin Ramsay yang berusia 19 tahun belum pernah dimainkan Liverpool di Premier League musim ini. Ia baru dimainkan masing-masing satu kali dalam ajang Champions League dan Piala Liga Inggris. (AFP/Karim Sahib)

Ramsay akan berusia 23 tahun tahun ini, usia krusial bagi perkembangan karier seorang pemain bertahan. Ia membutuhkan menit bermain lebih dari apa pun. Namun, bersama Slot, ia jelas berada di bawah pelatih yang tidak memiliki keyakinan terhadap kemampuannya saat ini.

Peluang pun tampak tertutup, dengan risiko terjebak di tim cadangan.

Apakah Slot keliru dalam menilai Ramsay? Sulit memastikan. Pelatih asal Belanda itu termasuk sedikit orang yang menyaksikan sang pemain setiap hari dalam latihan. Keputusan yang ia ambil tentu didasarkan pada kepentingan terbaik Liverpool, bukan perkembangan pribadi Ramsay.

Terlepas dari benar atau tidaknya penilaian tersebut, satu hal tampak jelas: Ramsay membutuhkan jalan keluar. Dengan kontraknya menyisakan 12 bulan lagi, bursa transfer musim panas menjadi momen krusial. Semua pihak diperkirakan terbuka terhadap kemungkinan transfer.

Tantangan terbesar Ramsay adalah mencari klub yang bersedia membelinya dalam kondisi kontrak yang hampir habis, ditambah minimnya dampak di level senior dalam tiga tahun terakhir.

Pengorbanan mungkin harus dilakukan. Namun, nyaris tak ada opsi lain bagi pemain yang kariernya sedang mengalami stagnasi brutal dan membutuhkan penyelamatan segera.


Siapa Isi Pos Bek Kanan?

Gelandang Jepang, Wataru Endo menjadi pemain Asia teranyar alias kelima yang mampu menjuarai Piala Liga Inggris. Ia menjadi suksesor Takumi Minamino di Liverpool setelah turut membawa Liverpool menjuarai Piala Liga Inggris 2023/2024 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di laga final lewat perpanjangan waktu. (AFP/Adrian Dennis)

Slot mengisyaratkan akan melakukan improvisasi jika Joe Gomez gagal lolos tes kebugaran terakhir. Ia mengonfirmasi bahwa Gomez belum berlatih bersama tim.

"Joe belum berlatih bersama kami," ujar Slot, Selasa pagi waktu setempat.

"Saya berharap dia berlatih bersama kami hari ini untuk pertama kalinya. Jika Joe tidak siap menjadi starter, maka kami kehilangan empat pemain yang pernah bermain di posisi itu," tambahnya.

Krisis ini memaksa Slot melirik lini tengah sebagai solusi darurat.

"Curtis (Jones) dan Wata (Endo) juga bermain di posisi itu musim ini, jadi kami sudah memiliki enam bek kanan berbeda musim ini," ucapnya.

Jones baru sekali menjadi starter sebagai bek kanan musim ini, saat Liverpool dihajar PSV Eindhoven pada November. Sementara pengalaman Endo di posisi itu hanya sebagai pemain pengganti menggantikan Frimpong bulan lalu. Meski begitu, keduanya tetap dinilai lebih layak dibanding Ramsay.

Nama lain yang bisa menjadi opsi ekstrem adalah Federico Chiesa. Pemain yang semasa kecil berposisi sebagai wing-back itu sempat beberapa kali dimainkan di peran tersebut saat membela Juventus, meski tidak sering. Namun, opsi ini jelas hanya akan digunakan dalam situasi benar-benar darurat.

 

Sumber: SI

Berita Terkait