Bola.com, Jakarta - Agen dari Jurgen Klopp mengonfirmasi bahwa peluang sang pelatih legendaris untuk menangani tim nasional Jerman tetap terbuka di masa depan.
Meski saat ini Klopp menikmati peran barunya sebagai direktur sepak bola global di Red Bull, keinginan kembali merasakan atmosfer ruang ganti belum sepenuhnya padam.
Klopp, yang dikenal luas berkat kesuksesannya bersama Liverpool, saat ini berada dalam fase berbeda dalam karier kepelatihannya. Setelah meninggalkan Anfield, ia memilih jalur non-kepelatihan dengan bergabung ke dalam struktur manajemen Red Bull, sebuah posisi strategis yang mencakup pengawasan beberapa klub di bawah naungan grup tersebut.
Agen Klopp, Marc Kosicke, mengungkapkan bahwa kliennya merasa sangat bahagia dengan peran yang dijalaninya sekarang. Dalam wawancara dengan media Jerman, Kosicke menyebut Klopp menikmati tantangan baru yang tidak menuntut tekanan harian seperti yang biasa dialami seorang pelatih kepala.
“Suatu hari mungkin dia akan berkata ingin kembali mencium aroma ruang ganti. Namun saat ini, dia sangat, sangat menikmati perannya,” ujar Kosicke.
MU dan Chelsea Sempat PDKT
Ia menegaskan bahwa Klopp berada dalam kondisi emosional yang stabil dan puas dengan pencapaian sepanjang kariernya.
Menariknya, sebelum resmi menerima jabatan di Red Bull, Klopp sebenarnya memiliki banyak opsi besar. Ia disebut sempat dipertimbangkan untuk melatih tim nasional Amerika Serikat, Inggris, bahkan Jerman. Namun, peluang menangani Die Mannschaft kala itu tertutup karena posisi tersebut sudah diisi oleh Julian Nagelsmann.
Tak hanya dari level tim nasional, klub-klub elite Eropa juga sempat mencoba mendekati Klopp. Dua raksasa Premier League, Chelsea dan Manchester United, dikabarkan pernah menanyakan ketersediaannya. Namun Kosicke menegaskan bahwa Klopp sudah sejak awal menyatakan tidak akan melatih klub lain di Inggris selain Liverpool.
“Minat itu selalu datang. Tapi Jürgen jelas: dia tidak akan melatih klub Inggris lain,” tegas Kosicke.
Menikmati Pekerjaan di Red Bull
Dalam pandangan sang agen, Klopp juga merasa sangat bangga dengan perjalanan kariernya sejauh ini. Ia mencatatkan diri sebagai salah satu pelatih langka yang hanya menangani tiga klub besar sepanjang kariernya dan tidak pernah dipecat dari jabatannya.
Meski demikian, ada satu pekerjaan yang dinilai bisa menggoyahkan keteguhan Klopp: kursi pelatih tim nasional Jerman. Kosicke menekankan bahwa Klopp memiliki ikatan emosional yang kuat dengan negaranya. Walau saat ini belum muncul keinginan mendesak, rasa tanggung jawab moral terhadap Jerman tetap ada.
“Bukan karena dia merasa harus mencobanya sekali dalam hidup. Lebih kepada perasaan bahwa dia tidak bisa terus-menerus menolak,” jelas Kosicke.
Hal itu diperkuat oleh fakta bahwa dalam beberapa tahun terakhir, federasi sepak bola Jerman, DFB, kerap melakukan pendekatan informal. Ketertarikan tersebut menunjukkan betapa besarnya respek DFB terhadap kapasitas dan rekam jejak Klopp sebagai salah satu pelatih terbaik generasinya.