Bola.com, Jakarta - Legenda striker Manchester United, Louis Saha, memberikan pandangan tegas terkait kemungkinan kembalinya Marcus Rashford ke Old Trafford.
Menurutnya, kepulangan sang penyerang justru bisa menjadi langkah yang kurang tepat bagi kedua belah pihak.
Saat ini Rashford tengah menjalani masa peminjaman bersama raksasa Spanyol, Barcelona. Klub Catalan tersebut bahkan memiliki opsi untuk mempermanenkan statusnya pada bursa transfer musim panas mendatang.
Bersama Barcelona, Rashford tampil impresif. Penyerang berusia 28 tahun itu mencatatkan 10 gol dan 13 assist dalam 34 penampilan di semua kompetisi musim ini. Performanya di LaLiga menunjukkan bahwa ia masih berada di level tertinggi dan mampu menjadi pembeda di lini serang.
Kebangkitan ini memunculkan spekulasi bahwa Rashford bisa saja kembali ke Manchester United setelah membuktikan kualitasnya di Spanyol.
Pandangan Saha
Namun Saha memiliki pandangan berbeda.
“Dalam wawancara bersama CasinoHawks, Saha mengaku mengagumi kualitas Rashford, tetapi meragukan bahwa reuni di Old Trafford akan membawa dampak positif.
“Saya mencintai Rashford dan kualitasnya. Saya tidak terkejut dia bermain bagus di Barcelona. Tapi dia tidak bisa menghapus apa yang terjadi sebelumnya,” ujar Saha.
Menurutnya, hubungan antara Rashford dan Manchester United sudah terlanjur menyisakan luka serta tekanan besar. Jika kembali, situasi lama bisa saja muncul kembali.
“Jika dia kembali, itu tidak akan sepenuhnya menghapus semuanya. Ada kenangan buruk di sana, dan itu bukan sesuatu yang dia hadapi di Barcelona sekarang,” lanjutnya.
Lebih Baik Move On
Saha bahkan menyebut bahwa terkadang keputusan terbaik dalam karier adalah melangkah maju, bukan kembali ke masa lalu.
“Saya pikir kadang Anda memang harus move on. Banyak yang sudah terjadi dan tampaknya Barcelona adalah tempat terbaik untuknya saat ini. Sebagai penggemarnya pun, saya tidak yakin kepulangannya akan membantu klub.”
Rashford sebelumnya sempat tersisih dari skuad utama Manchester United di bawah pelatih Ruben Amorim. Namun dengan adanya perubahan di kursi manajer, termasuk kemungkinan era baru di bawah Michael Carrick atau pelatih permanen lainnya peluang kembali tetap terbuka.