Jadi Korban Rasisme Setelah Chelsea Imbang Vs Burnley, Wesley Fofana: Sudah 2026 Masih Begini

Bek Chelsea, Wesley Fofana, menjadi korban pelecehan rasial secara online setelah hasil imbang 1-1 kontra Burnley

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 22 Februari 2026, 19:00 WIB
Reaksi bahagia pemain Chelsea, Wesley Fofana setelah timnya berhasil menang atas Leeds United pada laga pekan ke-26 Liga Inggris 2022/2023 yang berlangsung di Stamford Bridge, London, Sabtu (05/03/2023) malam WIB. The Blues menang dengan skor 1-0. (AP Photo/David Cliff)

Bola.com, Jakarta - Bek Chelsea, Wesley Fofana, menjadi korban pelecehan rasial secara online setelah hasil imbang 1-1 kontra Burnley dalam lanjutan Premier League di Stamford Bridge, Sabtu (21/2/2026).

Chelsea kembali kehilangan poin penting dalam perburuan tiket empat besar. Sempat unggul cepat lewat gol Joao Pedro pada menit ke-4, The Blues gagal mempertahankan keunggulan setelah Zian Flemming mencetak gol penyeimbang dramatis pada menit 90+3.

Advertisement

Situasi semakin memburuk karena Fofana harus meninggalkan lapangan lebih awal usai menerima kartu kuning kedua. Itu menjadi kartu merah kesembilan Chelsea di semua kompetisi musim ini . 

Tak lama setelah pertandingan, Fofana membagikan tangkapan layar pesan-pesan rasis yang ia terima melalui Instagram. Beberapa akun bahkan mengirim emoji monyet.

Dalam unggahannya, Fofana menulis dengan nada kecewa.

“2026, masih sama saja, tidak ada yang berubah. Orang-orang ini tidak pernah dihukum. Kalian membuat kampanye besar melawan rasisme, tapi tidak ada tindakan nyata.”


Respons Chelsea

Chelsea baru saja mendapatkan striker muda Pantai Gading, David Datro Fofana pada bursa transfer musim dingin 2022/2023. Kehadiran pemain yang didatangkan dari Molde FC ini menambah daftar pemain asal Pantai Gading yang berlaga di Premier League Liga Inggris musim ini. Termasuk David Datro Fofana, total ada lima pemain asal Pantai Gading yang kini tengah merumput di Liga Inggris yang diakui menjadi liga terbaik di dunia. Berikut daftar lengkap kelimanya. (chelseafc.com)

Chelsea langsung merespons dengan pernyataan resmi yang mengecam keras tindakan tersebut. Chelsea menyebut pelecehan itu sebagai tindakan keji dan tidak dapat diterima.

Dalam pernyataannya, klub menegaskan akan bekerja sama dengan otoritas terkait serta platform media sosial untuk mengidentifikasi pelaku dan memastikan hukuman seberat mungkin dijatuhkan.

“Kami berdiri sepenuhnya bersama Wes,” tulis pernyataan klub. “Tidak ada ruang untuk rasisme. Tindakan seperti ini bertentangan dengan nilai-nilai sepak bola dan prinsip yang kami junjung.”


Makin Serig Terjadi

Gelandang Chelsea asal Argentina Enzo Fernandez (kiri), striker Everton asal Inggris Demarai Gray, bek Chelsea asal Prancis Wesley Fofana berebut bola saat Liga Inggris antara Chelsea dan Everton di Stamford Bridge di London pada 18 Maret 2023. (Glyn KIRK / AFP)

Pihak Premier League juga ikut bersuara, menyatakan solidaritas penuh kepada Fofana dan menegaskan bahwa rasisme tidak memiliki tempat dalam sepak bola maupun masyarakat.

Insiden memalukan ini ternyata tidak hanya menimpa Fofana. Gelandang Burnley, Hannibal Mejbri, juga dilaporkan menerima pesan rasis setelah pertandingan. 

 

Isu rasisme di sepak bola semakin menjadi perhatian setelah insiden yang melibatkan Vinicius Junior dalam laga Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid.

Vinicius menuduh pemain Benfica, Gianluca Prestianni, melontarkan komentar rasis usai gol pembuka dalam pertandingan playoff tersebut. Namun Prestianni membantah tudingan itu dan menyebutnya sebagai kesalahpahaman.

Laporan terbaru menyebut sang pemain telah memberikan keterangan kepada UEFA. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman larangan bermain hingga 10 pertandingan.

Sumber: Chelsea

Berita Terkait