Sukses


5 Sejarah yang Diciptakan Kontingen Indonesia di Asian Games 2018

Jakarta - Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang yang telah berakhir pada 2 September 2018 lalu disebut-sebut menjadi pencapaian terbaik Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaannya. Tim Merah Putih berhasil menempati posisi keempat klasemen akhir setelah memperoleh 98 medali, yang berasal dari 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu.

Pada dua minggu penyelenggaraan Asian Games 2018, setidaknya ada 5 cabang olahraga kontingen Indonesia yang menciptakan sejarah baru.

1. Medali Emas Pertama Taekwondo Indonesia

Atlet Taekwondo, Defia Rosmaniar menyumbangkan medali emas untuk Indonesia dari nomor indvidu poomsae putri Asian Games 2018. Pada duel final di Jakarta Convention Center, Jumat (19/8), Defia mengalahkan wakil Iran, Salahshouri Marjan, dengan skor 8.690 - 8.470.

Raihan emas tersebut membuat Defia mencetak sejarah untuk Indonesia. Ya, medali emas ini merupakan emas pertama Indonesia dari cabang taekwondo sepanjang keikutsertaan di Asian Games sejak tahun 1986.

2. Medali Asian Games Pertama Tinju Putri Indonesia

Petinju putri Indonesia, Huswatun Hasanah, kalah di semifinal tinju putri dan meraih perunggu Asian Games 2018. Meski begitu, pencapaiannya sudah mengukir sebuah rekor baru buat Indonesia.

Dalam sejarah Asian Games, baru kali ini Indonesia dapat medali dari tinju putri yang mulai dilombakan sejak 2010. Huswatun Hasanah menjadi petinju putri pertama Indonesia yang meraih medali Asian Games.

3. Medali Emas Pertama Sepak Takraw Indonesia

Berhasil mengalahkan Jepang lewat tiga gim pada partai final sepak takraw putra di nomor kuadran, Saiful Rijal dkk berhasil mempersembahkan medali emas ke-31 bagi kontingen Merah Putih.

Kemenangan tim sepak takraw Indonesia tersebut menjadi yang pertama sejak pertama kali dipertandingan pada Asian Games 1990 di Beijing, Tiongkok. Sebelumnya, capaian terbaik tim sepak takraw Indonesia hanyalah medali perunggu. Adapun di Asian Games 2018, tim Indonesia berhasil mempersembahkan 1 emas, 1 perak dan 2 perunggu di sepak takraw.

4. Medali Perak Pertama Nomor Estafet Atletik Putra Setelah 52 Tahun

Perjuangan luar biasa tim Indonesia di cabang atletik nomor lari estafet 4x100 meter berhasil membuat tim yang beranggotakan Lalu Muhammad Zohri, Eko Rimbawan, Fadlin, dan Bayu Kertanegara mempersembahkan medali perak. Medali bagi Merah-Putih ini didapat usai menunggu selama 52 tahun lamanya.

5. Peraih Medali Emas Termuda di Bulu Tangkis Tunggal Putra

Jonatan Christie yang disapa Jojo menjadi pebulutangkis tunggal putra paling muda yang berhasil meraih medali emas. Ketika mengalahkan wakil Chinese Taipei, Chou Tien Chen, pada partai final nomor perorangan tunggal putra, Jojo belum genap berusia 21 tahun.

Pria kelahiran 15 September 1997 ini juga mengakhiri paceklik gelar tunggal putra di ajang Asian Games yang sudah berjalan 12 tahun atau sejak Asian Games 2006.

Dengan beragam rekor yang berhasil diciptakan kontingen Indonesia, banyak orang berharap Asian Games 2018 menjadi momentum bagi Tanah Air untuk bangkit di ajang-ajang pesta olahraga lainnya. Keberhasilan Indonesia pada ajang Asian Games tak luput dari dukungan para suporter dan official.

Seperti dukungan dari perusahaan jasa aplikasi Grab sebagai sponsor resmi Asian Games 2018. Perusahan tersebut memberi dukungan ke atlet-atlet Indonesia lewat program kampanye #CeritaKemenangan dan #KemenanganItuDekat. Kampanye ini mengajak rakyat Indonesia untuk memberikan dukungan kepada putra-putri bangsa yang tengah berlaga di ajang terbesar Asia.

Grab melibatkan tujuh legenda olahraga nasional, Tati Sumirah (bulutangkis), Ellyas Pical (tinju), Nico Thomas (tinju), Pascal Wimar (voli), Abdul Rojak (taekwondo), Sutiono (balap sepeda), dan Alex Pulalo ( sepak bola) dalam kegiatan torch relay. Sukses mereka di masa lalu diyakini akan jadi sumber inspirasi bagi atlet-atlet kita.

(Adv)

Video Populer

Foto Populer