Sukses


4 Malam Ajaib Liverpool di Pentas Eropa Sebelum Tendang Barcelona dari Liga Champions

Jakarta - Liverpool lolos ke babak final Liga Champions 2018/19 usai menjungkalkan Barcelona 4-0, Rabu (8/5/2019). Ini menjadi salah satu comeback luar biasa di pentas Eropa karena pada leg pertama babak semifinal sebelumnya, The Reds sempat kalah 0-3 di Camp Nou. 

Liverpool menjamu Barcelona di Stadion Anfield tanpa kehadiran Mohamed Salah dan Roberto Firmino. Namun, racikan Jurgen Klopp dan semangat tempur para pemain The Reds mampu meredam permainan Barcelona yang datang dengan kekuatan terbaiknya.

Kegigihan pemain Liverpool akhirnya terbayar lewat empat gol yang bersarang ke gawang Barcelona. Masing-masing dicetak oleh Divock Origi (2 gol) dan Georgino Wijnaldum (2 gol).

Berkat kemenangan ini, Liverpool berbalik unggul agregat 4-3 atas Barcelona dan berhak atas tiket ke final yang akan berlangsung di Madrid, Spanyol, 1 Juni mendatang. Pada partai puncak nanti, Liverpool akan berhadapan dengan Tottenham Hotspur atau Ajax Amsterdam.

Keberhasilan ini sekaligus menambah panjang deretan malam-malam magis yang pernah dilalui Liverpool di pentas Eropa. Berikut ini lima comeback terbaik Liverpool lainnya:

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

2 dari 5 halaman

Perempat Final Liga Europa 2016

Setelah bermain imbang 1-1 melawan Borussia Dortmund di leg pertama, Dortmund sempat unggul 2-0 lewat hanya sembilan menit leg kedua berlangsung. Marco Reus kemudian mengubah kedudukan menjadi 3-1 setelah Divock Origi berhasil memperkecil ketertinggalan.

Tertinggal 2 gol tidak membuat Liverpool patah arang. Phillipe Coutinho dan Mamadou Sakho akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 3-3 sebelum tandukan Dejan Lovren di depan publik Kopites mengubah kedudukan menjadi 4-3 dan membawa Liverpool ke semifinal. 

 Liverpool 4-3 Borussia Dortmund (5-4).

 

3 dari 5 halaman

Penyisihan Grup Liga Champions 2005

Setelah start yang lambat, Liverpool membutuhkan kemenangan saat bertemu Olympiacos untuk bisa melewat fase grup. Namun Rivaldo mencetak gol dan membuat Liverpool butuh keajaiban untuk mengejar kemenangan dengan selisih dua gol demi tiket ke babak 16 besar.

Florent Sinama Pongolle masuk dari bangku cadangan dan berhasil menyamakan kedudukan. Selanjutnya Neil Mellor membawa Liverpool berbalik unggul 2-1. 

Steven Gerrard akhirnya mengubah malam Liverpool. Lewat sepakan jarak jauh, Gerrard menjebol gawang lawan dan membawa The Reds memimpin 3-1 atas Olympiacos sekaligus memperpanjang nafas pada kompetisi paling elite di Benua Biru itu. Keajaiban ini dilanjutkan dengan keberhasilan Liverpool mengangkat trofi pada musim tersebut. 

 

 

4 dari 5 halaman

Final Liga Champions 2005

Istanbul nyaris menjadi kuburan Liverpool saat menghadapi AC Milan pada final Liga Champions 2005 lalu. Tertinggal 0-3 di babak pertama lewat gol Paolo Maldini dan Hernan Crespo, pasukan Rafael Benitez nyaris putus asa untuk mengangkat trofi musim itu.

Namun pada babak kedua, Stevan Gerrard dan Vladimir Smicer berhasil memangkas jarak menjadi 3-2. Xabi Alonso kemudian menyamakan kedudukan lewat bola rebound setelah sepakan penalti yang dilepaskannya sempat ditepis oleh penjaga gawang AC Milan, Dida. 

Skor ini bertahan hingga perpanjangan waktu. Jerzy Dudek akhirnya tampil sebagai pahlawan setelah menepis tendangan Andriy Shevchenko di babak adu penalti. 

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

 

5 dari 5 halaman

UEFA Cup 1991

Pada babak kedua, Liverpool sempat kalah 0-2 saat tampil di markas Auxerre, Prancis pada leg pertama. Namun di leg kedua yang berlangsung di Anfield, Liverpool comeback dan berbalik menang 3-0 atas tim tamu. Gol pertama lahir dari penalti Jan Molby.

Selanjutnya Mike Marsh menyamakan agregat menjadi 2-2 usai unggul 2-0 pada menit 60. Liverpool akhirnya berhak melaju ke babak selanjutnya setelah Mark Walters menjebol gawang Auxerre pada menit ke-83 dan mengubah agregat menjadi 3-2. 

Pesan Singkat Presiden Jokowi untuk Menpora yang Baru

Video Populer

Foto Populer