Sukses


12 Fakta Mengejutkan Sepanjang Leg 1 Perempat Final Liga Champions: Angkat Topi buat Mbappe, Mendy, dan Pochettino

Bola.com, Jakarta - Empat pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions 2020/2021 telah rampung digelar. Ada tim yang tersenyum bahagia, ada juga yang berdua. 

Manchester City, Real Madrid, Chelsea, dan Paris Saint-Germain (PSG) bisa menabung harapan. Adapun Bayern Munchen, Liverpool, Porto, dan Borussia Dortmund menyadari harus berjuang keras untuk lolos ke semifinal Liga Champions

Posisi paling sulit dialami Liverpool, setelah kalah 1-3 dari Real Madrid. Meskipun leg kedua bakal dimainkan di kandang sendiri, Stadion Anfield, The Reds menyadari tidak mudah membalikkan defisit skor tersebut. 

Juara bertahan Bayern Munchen juga menghadapi misi sulit, setelah takluk 2-3 di kandang sendiri. Leg kedua bakal sulit bagi Bayern karena harus bertandang ke markas PSG yang tampil mengesankan semalam. 

Chelsea bisa tersenyum lebar setelah mencuri kemenangan 2-0 di leg pertama. Satu kaki mereka telah memijak babak semifinal. 

Manchester City sedikit lega, tetapi tetap harus berhati-hati karena hanya menang 2-1 atas Borussia Dortmund di kandang sendiri. Laga kedua bakal digelar di markas Dortmund, yang tentu akan tampil habis-habisan. 

Dari empat laga leg pertama perempat final Liga Champions, berikut ini ada berbagai fakta-fakta mengejutkan yang muncul. Berikut ini beberapa di antaranya, seperti dilansir Opta, Squawka, dan William Hill

 

 

 

2 dari 4 halaman

Statistik Menarik

  • Bayern Munchen kalah di Liga Champions untuk kali pertama sejak Maret 2019 melawan Liverpool (menang 18, imbang 1). Empat kekalahan terakhir mereka di Liga Champions dicatatkan di era empat pelatih berbeda (Carlo Ancelotti, Josef Heynckes, Niko Kovac, dan Hansi Flick).
  • Joshua Kimmich menciptakan 10 peluang melawan PSG, catatan terbanyak oleh seorang pemain di fase perempat final atau setelahnya setelah Mesut Ozil pada laga Real Madrid versus Tottenham di April 2011 (12). 
  • Kylian Mbappe mencetak delapan gol pada Liga Champions musim ini, menyamai rekor gol terbanyak pemain Prancis di satu musim kompetisi Liga Champions yang dipegang Wissam Ben Yedder pada musim 2017/2018 dan David Trezeguet pada musm 2001/2002.
  • Sejak kali pertama bersama pada musim 2017/2018, Neymar dan Kylian Mbappe saling memberi assist sebanyak 10 kali untuk terciptanya gol di Liga Champons. Itu tiga catatan lebih banyak dibanding pasangan lain di kompetisi Liga Champions pada periode ini. 
  • Hanya ada tiga kiper yang bisa membukukan lebih dari 10 penyelamatan di fase knockout Liga Champions, termasuk Keylor Navas (PSG). Perinciannya yaitu Manuel Neuer vs Real Madrid (2017, perempat fnal), Marchesín vs Juventus (2021, 16 besar), dan Navas vs Bayern (2021, perempat final)
  • Sebanyak 11 pemain berbeda di PSG membukukan setidaknya satu clearance melawan Bayern. Perinciannya Danilo (13), Marquinhos (7), Kimpembe (6), Herrera (5), Dagba (4), Bakker (3), Gueye (2), Mbappé (2), Kean (2), Navas (1), Diallo (1). Total ada 46 clearance. 

 

3 dari 4 halaman

Statistik Lainnya

  • Edouard Mendy mencatat tujuh clean sheet di Liga Champions musim ini, lebih banyak dibanding yang pernah dicatatkan kiper Chelsea lainnya di satu laga Liga Champions.  
  • Mauricio Pochettino adalah pelatih pertama yang mampu mengalahkan tim Bayern Munchen besutah Hansi Flick di pertandingan Liga Champions. 
  • Luka Modric menjadi pemain tertua (35 tahun 209 hari) yang memberikana assist dalam tiga pertandingan beruntun di Liga Champions sejak Ryan Giggs untuk Manchester United pada April 2011, yang juga melalukannya pada usia 37 tahun.  
  • Sejak Mohamed Salah melakukan debut untuk Liverpool, hanya Cristiano Ronaldo (140), Lionel Messi (156), dan Robert Lewandowski (177) yang mencetak lebh banyak gol daripada pemain Mesir itu (121) di semua ajang kompetisi untuk lima liga top Eropa. 
  • Phil Foden menjadi pemain Inggris termuda ketiga yang mencetak gol di perempat final Liga Champions (20 tahun 313 hari), hanya kalah dari Alan Smith pada 2001 untuk Leeds United (20 tahun 158 hari) dan Theo Walcott pada 2009 untuk Arsenal (20 tahun 30 hari).   
  • Di semua kompetisi Eropa, tak ada yang klub yang paling sering mengalahkan Liverpool dibanding Real Madrid (4 kali, sama dengan Benfica) 

Sumber: Opta, Squawka, William Hill

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Ini 5 Supermodel Dunia yang Menjalin Hubungan dengan Atlet

Video Populer

Foto Populer