Sukses


Komentar Pelatih Arema perihal Jatuhnya Pesawat Lion Air

Bola.com, Malang - Musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Tanjung, Karawang, Senin pagi (29/10/2018), membuat Indonesia berduka. Pelatih Arema FC, Milan Petrovic, yang berasal dari Slovenia, ikut merasakan duka itu.

Musibah tersebut membuat suasana tim Arema ikut bersedih. Kekhawatiran sempat muncul di benak skuat Arema jika hendak melakukan penerbangan.

Tetapi, jadwal sisa kompetisi Gojek Liga 1 bersama Bukalapak tidak ada yang membuat skuat Arema harus menjalani penerbangan. Laga tandang yang tersisa hanya akan dijalani lewat jalur darat, seperti ke kandang PSIS Semarang di Magelang, PS Tira di Bantul, dan Persela di Lamongan.

"Untuk musibah kemarin, banyak juga teman saya di Eropa yang bertanya. Tapi, itu musibah, dan Indonesia memang negara besar yang memiliki jadwal penerbangan cukup padat," ujar Milan.

Namun, Milan mengaku tidak memiliki pengalaman penerbangan yang menakutkan di Indonesia. Bahkan dia sempat melakukan perjalanan 48 jam dari Slovenia menuju Indonesia, semua berjalan aman.

"Mungkin ke depan ada solusi untuk membuat penerbangan menjadi lebih baik," harapnya.

Pelatih 57 tahun ini menambahkan, akomodasi udara memang sangat dibutuhkan di Indonesia karena jika hanya menggunakan jalur darat, waktu tempuhnya akan lebih lama. Itulah mengapa, skuat Arema, ke depan juga tetap menggunakan pesawat untuk menjalani tur tandang di luar Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Setelah ada insiden pesawat jatuh, skuat Arema biasanya mengalami rasa kekhawatiran jika menjalani laga tandang menggunakan pesawat. Namun, seiring berjalannya waktu dan kebutuhan untuk menghemat waktu, kekhawatiran tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Meski begitu, skuat Arema ikut menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga dan kerabat korban pesawat Lion Air JT610.

Timnas Indonesia Gelar Latihan Perdana Dengan Protokol Kesehatan yang Ketat

Video Populer

Foto Populer