Sukses


Milomir Seslija Yakin Sylvano Comvalius Bisa Kembali Tajam di Arema

Bola.com, Malang - Kedatangan Sylvano Comvalius membuat lini depan Arema FC lebih diperhitungkan di Liga 1 2019. Sylvano tetap diperhitungkan walau pada musim lalu gagal menjadi penyerang tajam di Suphanburi (Thailand) dan Kuala Lumpur FA (Malaysia).

Dia hanya mencetak satu gol saja ketika memperkuat dua klub itu. Namun pelatih Arema, Milomir Seslija meyakini jika penyerang 31 tahun ini bisa menemukan ketajamannya kembali.

“Comvalius pemain bagus. Dia striker targetman yang dibutuhkan Arema. Kuat duel, bisa bermain cepat satu dua sentuhan dan tidak egois. Saya yakin dia akan bermain bagus di tim ini,” jelas pelatih 54 tahun asal Bosnia ini.

Milo menambahkan, timnya tetap mengandalkan kekompakan tim. Tidak bergantung pada sosok Comvalius semata.

“Tim ini akan lebih kuat. Dia (Comvalius) disokong banyak pemain bagus seperti Hamka Hamzah, Makan Konate dan yang lainnya,” lanjut mantan pelatih Persiba Balikpapan itu.

Rekan-rekannya di Arema pun diprediksi bisa membuat Comvalius kembali tajam. Sama seperti saat memperkuat Bali United pada musim 2017 dan berhasil meraih gelar top scorer dengan koleksi 37 gol.

Sebelum hadinya Comvalius, Arema punya striker dengan karakter yang hampir semua sama. Cepat, memiliki teknik bagus, dan mengandalkan lebar lapangan. Tapi, Comvalius berbeda. Dia sosok targetman yang tangguh di dalam kotak penalti. Milo juga meyakini jika penyerang jangkung ini sudah mengetahui seperti apa karakter bermain Arema.

Agen Comvalius, Julius Kwateh mengakui jika pemainnya sudah paham harus bermain seperti apa. Dia yakin semua potensi yang ada dalam Comvalius bisa keluar karena Singo Edan bermain dengan kolektivitas tim.

“Yang dibutuhkan Arema tetap bermain dengan kerjasama tim. Saya selalu bicara dengan Comvalius dan dia senang dengan pola seperti itu,” jelasnya.

Saat memperkuat Bali United, Comvalius ditopang trio pemain berdarah Belanda, yakni Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly dan Nick van Der Velden. Mereka sering melakukan satu dua sentuhan dan tidak egois dalam menyelesaikan peluang.

Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 2), Beragam Alasan untuk Bisa Bela Timnas Indonesia

Video Populer

Foto Populer