Sukses


3 Penyerang yang Bakal Buktikan Kualitas di Timnas Indonesia

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia akan berkumpul pada 31 Mei untuk menjalani pemusatan latihan jelang dua laga uji coba internasional kontra Yordania dan Vanuatu pada 11 dan 15 Juni 2019. Pelatih Tim Garuda, Simon McMenemy, memanggil 25 pemain, di mana tiga di antaranya berposisi sebagai striker.

Simon McMenemy benar-benar mencoba sejumlah pemain baru yang belum dipanggilnya pada pemusatan latihan pertama Maret lalu. Dua di antaranya kali ini ada di posisi depan.

Alberto Goncalves, atau yang karib disapa Beto Goncalves, untuk pertama kalinya dipanggil oleh Simon McMenemy untuk bergabung dalam skuatnya yang tengah mempersiapkan diri menghadapi dua laga uji coba.

Selain Beto, satu orang striker lainnya adalah Irfan Bachdim, penyerang Bali United yang sudah cukup lama tidak bergabung bersama Timnas Indonesia.

Striker Arema FC, Dedik Setiawan, kali ini kembali dipanggil setelah pada pemusatan latihan dan laga uji coba kontra Myanmar pada Maret lalu juga mendapatkan panggilan. Jika pada Maret lalu Dedik bersama Ilija Spasojevic dan Samsul Arif, kini giliran Beto dan Irfan yang menemaninya.

Kali ini Bola.com akan membahas ketiga striker tersebut, mengenai ceritanya bersama Timnas Indonesia selama ini.

2 dari 4 halaman

Alberto Goncalves

Beto Goncalves resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada awal 2018. Sejak saat itu, pemain kelahiran Brasil ini telah enam kali tampil bersama Timnas Indonesia dan mencetak tiga gol, baik di laga uji coba internasional maupun turnamen resmi.

Beto merupakan striker yang akhirnya dipilih oleh Luis Milla untuk masuk dalam tiga pemain di atas 23 tahun yang memperkuat Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2018. Selain itu, Beto juga masuk dalam skuat Garuda asuhan Bima Sakti di Piala AFF 2018.

Nama Beto tak ada dalam daftar panggil Timnas Indonesia ketika Simon McMenemy menggelar pemusatan latihan di Australia dan Bali jelang laga uji coba kontra Myanmar pada Maret lalu.

Namun, kini Beto kembali mendapatkan kesempatan untuk membuktikan kualitasnya sebagai penyerang andalan Timnas Indonesia. Meski usianya sudah 38 tahun, Beto masih mampu memperlihatkan permainan terbaiknya.

Satu bukti konkretnya adalah ketika Beto membela Madura United pada musim ini, di mana dua gol dicetaknya dalam kemenangan 5-1 yang diraih Madura United di laga pertama Shopee Liga 1 2019 pada 17 Mei 2019.

 

3 dari 4 halaman

Dedik Setiawan

Striker muda Arema FC ini mulai masuk dalam skuat pada 2018 lalu. Performa cukup baik pada Liga 1 2017, di mana ia mencetak enam gol dalam 28 pertandingan, serta akhirnya menyelesaikan Liga 1 2018 dengan 10 gol dalam 26 laga, memang membuktikan pemain asli Malang itu layak mendapatkan kesempatan.

Debutnya didapatkan ketika Timnas Indonesia beruji coba dengan Mauritius pada 11 September 2018. Tim Garuda menang 1-0 dan Dedik mendapatkan menit bermain meski hanya dua menit saja di akhir pertandingan.

Kemudian Dedik mendapatkan menit bermain yang lebih banyak saat Timnas Indonesia beruji coba dengan Myanmar pada 10 Oktober 2018 dan menang 3-0. Dedik kembali mendapatkan menit bermain dalam laga uji coba kontra Hong Kong pada 16 Oktober 2018.

Kendati menit bermainnya terbilang cukup minim, Bima Sakti pun membawanya masuk dalam skuat Garuda di Piala AFF 2018. Tak mendapatkan kesempatan dalam dua laga pertama, Dedik kemudian tampil sebagai pengganti Beto dalam laga kontra Thailand di Stadion Rajamangala. Sayang saat itu Timnas Indonesia kalah 2-4.

Dedik kembali mendapatkan kesempatan bermain sebagai pemain pengganti di laga terakhir fase grup menghadapi Filipina, di mana saat itu Timnas Indonesia sudah tidak mungkin melangkah ke semifinal Piala AFF 2018.

Masuk dalam skuat Piala AFF 2018 membuat peruntungan Dedik cukup baik di kemudian hari. Simon McMenemy yang ditunjuk menjadi pelatih Timnas Indonesia pada awal 2019 langsung memanggilnya ikut pemusatan latihan di Australia dan Bali untuk laga uji coba kontra Myanmar pada Maret lalu, meski pada akhirnya Dedik hanya menjadi pemanas bangku cadangan.

Kini Dedik menjadi satu-satunya striker yang kembali dipanggil oleh Simon McMenemy setelah Maret lalu. Menghadapi dua laga uji coba kontra Yordania dan Vanuatu, Dedik punya kans untuk kembali memperlihatkan kualitasnya untuk Indonesia.

4 dari 4 halaman

Irfan Bachdim

Ucapan selamat datang kembali patut diberikan kepada Irfan Bachdim. Dalam pemanggilan kali ini, Irfan Bachdim termasuk pemain yang kembali dipanggil untuk pertama kali sejak sekian lama tidak membela Timnas Indonesia.

Dengan usianya yang sudah menginjak 30 tahun, Irfan Bachdim tentu tergolong pemain yang cukup senior di Timnas Indonesia. Pertama kali dirinya berseragam Timnas Indonesia adalah pada Piala AFF 2010 yang digelar di Jakarta.

Sejak saat itu, Irfan Bachdim selalu menjadi pemain yang diandalkan oleh Timnas Indonesia, termasuk ketika PSSI terpecah dua sehingga masing-masing kubu membuat Timnas Indonesia.

Namun, Irfan Bachdim seakan mendapatkan kutukan setelah tidak bisa memperkuat Tim Garuda di Piala AFF 2014 yang digelar di Singapura. Saat itu cedera pada saat persiapan akhir membuatnya batal berangkat memperkuat Tim Garuda.

Hal yang sama juga menimpanya pada 2016. Cedera kaki pada latihan bersama Timnas Indonesia jelang keberangkatan ke Filipina membuatnya kembali gagal berseragam Tim Garuda di Piala AFF.

Memasuki 2017, Irfan Bachdim kembali menjadi andalan dalam serangkaian pertandingan uji coba yang dijalani Timnas Indonesia, baik yang masuk dalam kalendar FIFA maupun tidak. Namun, sayangnya Irfan Bachdim cukup lama tidak mendapatkan panggilan dari Timnas Indonesia sehingga kembali absen lagi di Piala AFF 2018.

Kejutan datang setelah Simon McMenemy untuk pertama kalinya memanggil lagi Irfan Bachdim di pemusatan latihan kali ini. Tampaknya pelatih asal Skotlandia itu ingin memberikan kesempatan lagi kepada Irfan untuk memberikan kontribusi besar bagi Timnas Indonesia.

Wawancara Elkan Baggott

Video Populer

Foto Populer