Sukses


Cerita Kocak Pemain Persebaya dan Madura United yang Bosan Sudah Sering Bertemu

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya dan Madura United bakal bertemu untuk kelimanya dalam tahun ini ketika Duel bertajuk Derbi Suramadu jilid kesembilan itu digelar dalam lanjutan Shopee Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (10/8/2019).

Sebelumnya, kedua tim sudah bertemu empat kali pada tahun ini, masing-masing dua kali di Piala Presiden 2019 dan Piala Indonesia 2018. Total musim ini mereka akan berjumpa sebanyak enam kali termasuk dua laga Liga 1 2019.

Pertemuan antarklub Jawa Timur ini bakal jadi yang terbanyak. Muncul potensi pemain merasa bosan. Padahal, duel ini bertitel derbi dan diprediksi berlangsung panas dengan materi pemain yang dimiliki masing-masing tim.

Stoper Persebaya, Mokhamad Syaifuddin, merasakan kebosanan itu. Dia melontarkan pernyataan kocak terkait terlalu seringnya Persebaya harus berjumpa dengan klub yang berdiri sejak 2016 itu.

"Rasanya memang ada sedikit bosan setelah empat kali bertemu. Sekarang malah mau ketemu lagi. Ini lama-lama seperti sparring atau latihan bersama," kata Syaifuddin sambil bercanda kepada Bola.com, Jumat (9/8/2019).

"Ya karena kami semua di Persebaya dan Madura United sudah saling kenal. Kebanyakan dari kami kan pernah bareng-bareng. Dua tim ini sama-sama dari Jawa Timur," imbuh pemain asli Surabaya itu.

Pernyataan senada juga dilontarkan oleh gelandang Madura United, Slamet Nurcahyo. Sebagai pemain senior yang juga pernah membela Persebaya, dia sangat mengenal dekat para pemain Bajul Ijo.

"Dalam hati saya berpikir juga, 'waduh ketemu arek iki maneh, wis bosen bolak-balik ketemu (wah bertemu anak ini lagi, sudah bosan sering bertemu). Ya sudah begini-begini saja," ucap Slamet.

Dua tim ini memang dikenal memiliki sosok yang berstatus mantan. Sebut saja pelatih Madura United, Dejan Antonic, yang pernah membela Persebaya. Jangan lupakan juga Slamet, Andik Vermansah, dan Fandry Imbiri yang juga mantan Persebaya.

Dalam skuat Persebaya pun demikian. Fandi Eko Utomo merupakan contoh pemain Bajul Ijo yang pernah membela Madura United. Demikian halnya dengan manajemen dan suporter kedua tim yang dikenal akur.

 

2 dari 2 halaman

Bersikap Profesional, Poin Jadi Target Penting

Meski demikian, baik Persebaya ataupun Madura United bertekad tampil profesional menjalani laga resmi ini. Keduanya tak ingin kehilangan kesempatan mendapat poin dalam duel pekan ke-13 Shopee Liga 1 2019 tersebut.

"Waktu Piala Presiden dan Piala Indonesia memakai sistem gugur. Jadi waktu itu nilai juangnya lebih. Sekarang di Liga 1 kami justru harus lebih maksimal demi mendapat poin," ujar Syaifuddin.

Slamet pun berpendapat hampir sama. Hanya, dia menyoroti rekor buruk Madura United yang tidak pernah menang di kandang Persebaya. Dalam empat pertemuan musim ini, timnya juga baru menang sekali.

"Saya termotivasi membawa Madura United supaya tidak memalukan. Masak kami sulit menang melawan Persebaya. Jadi, kami harus berusaha menambah catatan positif tim. Harus tetap profesional," tutur pemain asli Jember itu.

Sejak pertama berjumpa pada awal 2018, Derbi Suramadu tercatat sudah delapan kali digelar. Sampai akhir musim ini, keduanya akan membukukan 10 pertemuan dalam dua tahun saja.

Video Populer

Foto Populer