Sukses


Kondisi Persebaya Membuat Arema Teringat Musim Lalu

Bola.com, Malang - Jelang Derbi Jatim melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Kamis (15/8/2019), Arema teringat satu hal.

Kondisi Persebaya sekarang merupakan cerminan dari tim Arema dua musim beruntun, 2017 dan 2018, yakni mengalami pergantian pelatih di tengah jalan.

Prestasi tim yang tidak stabil membuat tekanan kepada pelatih makin besar sehingga Aji Santoso dan Joko Susilo, yang jadi pelatih kepala awal musim 2017 dan 2018, harus mundur di tengah jalan.

Masa transisi pergantian pelatih adalah yang paling berat. Tim yang sedang dalam proses adaptasi, langsung dituntut untuk selalu menang. Hal itu jadi beban tersendiri.

Sekarang Persebaya mengalami hal tersebut. Setelah mendepak Djadjang Nurdjaman dari kursi pelatih kepala, asisten pelatih Bejo Sugiantoro untuk sementara jadi nakhoda tim.

"Kami tidak ingin mengalami pergantian pelatih di tengah jalan seperti dua musim beruntun sebelumnya. Semoga tahun ini hasilnya lebih baik," kata Ruddy Widodo, General Manager Arema.

2 dari 2 halaman

Membuat Tim Stabil

Pekerjaan yang paling berat agar tidak sampai ada pergantian pelatih adalah menjaga konsistensi permainan karena grafik Arema saat ini masih naik turun.

Mereka tercatat sempat mengalami tren bagus dengan tiga kemenangan beruntun. Tetapi, setelah itu kembali menelan kekalahan di kandang lawan.

"Kalau bisa stabil dan konsisten. Memang sulit. Semoga tahun ini bisa, karena kami sangat ingin bermain di kancah Asia musim depan," sambung Ruddy.

Harapan manajemen Arema ini sekaligus jadi cambuk bagi pelatih musim ini, Milomir Seslija. Dia dituntut bisa membuat tim stabil. Meski, posisinya sempat goyang setelah mengalami kekalahan di kandang sendiri dari Tira Persikabo (29/6/2019).

Saat melawan Persebaya di kandang sendiri, pastinya Singo Edan diwajibkan menang. Laga ini jadi pertaruhan gengsi tim dan suporter yang selama ini jadi rival. “Pertandingan melawan Persebaya wajib menang. Apalagi ini pertandingan kandang," tegas Ruddy. 

Video Populer

Foto Populer