Sukses


3 Remaja Surabaya Bangga Usai Jalani Program Sekolah Sepak Bola di Manchester City

Bola.com, Surabaya - Tiga remaja asal Surabaya, Jawa Timur, baru saja kembali ke Tanah Air usai menjalani program singkat sekolah sepak bola di Manchester pada 28 Juli hingga 11 Agustus 2019. Tiga tim hasil seleksi yang dilakukan QNET Indonesia bersama Persebaya itu pun mengungkapkan pengalamannya bisa berlatih bersama anak-anak lain dari seluruh dunia.

Jika pada 2018 empat remaja asal Jakarta yang mendapatkan kesempatan untuk berlatih di Manchester City, tahun ini QNET bekerja sama dengan Persebaya menyeleksi ratusan remaja hingga menemukan tiga remaja yang diberangkatkan ke Manchester.

Tantri Yanto Femas Anggara, Rendy Bayu Iputra, dan Raheem Nugraha Jaya Prayitno, merupakan tiga remaja asal Surabaya yang telah merampungkan sekolah sepak bola di akademi milik Manchester City itu lewat program City Football and Language School.

"Saya berterima kasih karena mendapatkan pengalaman nyata untuk berlatih sepak bola langsung di Manchester City. Belajar langsung di bawah asuhan sang juara, saya merasa cita-cita saya tidak salah. Saya makin bertekad mewujudkan mimpi saya menjadi pemain sepak bola profesional," ujar Tantri Yanto Femas Anggara.

Pengalaman yang lebih menarik dirasakan oleh Raheem Nugraha Jaya Prayitno. Remaja berusia 14 tahun yang memiliki nama depan unik itu mendapatkan panggilan baru selama di Manchester, yaitu Raheem Sterling.

"Saya bisa mengalahkan tim dari negara lain di sana dengan skor 3-2 dan saya mencetak dua gol. Mereka memiliki julukan khusus untuk saya, yaitu Raheem Sterling. Saya bangga," ujarnya.

Sementara itu, QNET berkomitmen untuk terus mewujudkan mimpi anak-anak Indonesia di bidang sepak bola. Mimpi besar anak-anak dalam dunia sepak bola diapresiasi dengan program belajar langsung ke Manchester City.

"Bagi kami Manchester City adalah tim yang memiliki mental kuat, sportivitas tinggi, dan bekerja keras demi mencetak prestasi. Semangat yang dimiliki tim ini, juga dimiliki QNET dalam menjalankan bisnisnya. QNET mengapresiasi anak-anak yang memiliki persamaan dengan kami dan Manchester City, yaitu memiliki mimpi besar, bertekad keras mewujudkannya, serta menunjukkan presistensinya," ujar General Manager QNET Indonesia, Ganang Rindarko.

Pengalaman tiga pemain mengikuti program pelatihan di Manchester City itu sangat berarti, di mana karier ketiganya untuk menjadi pemain profesional sepak bola terbuka lebar. Dengan program tersebut, ketiganya pun memiliki kans besar untuk mendapatkan kepercayaan di Persebaya.

 

2 dari 2 halaman

Membantu Regenerasi Persebaya

Sementara bagi Persebaya, khususnya Persebaya Amatir, apa yang didapatkan tiga remaja asal Surabaya itu membantu mereka untuk mendapatkan pemain-pemain baru yang memiliki potensi besar dalam dunia sepak bola.

Direktur Persebaya Amatir, Saleh Hanifah, berharap banyak kepada tiga remaja asal Surabaya yang baru kembali dari Manchester City itu agar bisa menularkan pengetahuannya kepada anak-anak lain.

"Program QNET ini sejalan dengan upaya kami melakukan regenerasi pemain. Buat kami, pembinaan pemain sepak bola harus dilakukan dari mulai anak-anak secara terus menerus," ujar Saleh Hanifah.

"Saya berharap remaja yang baru pulang dari Manchester City ini dapat menerapkan dan menularkan ilmu mereka kepada teman-temannya yang belum mendapatkan kesempatan berlatih langsung di Manchester," ujar Direktur Persebaya Amatir itu.

Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 2), Beragam Alasan untuk Bisa Bela Timnas Indonesia

Video Populer

Foto Populer