Sukses


Shin Tae-Yong: Melatih Timnas Indonesia Tantangan Besar

Jakarta - Shin Tae-Yong sudah mempresentasikan diri di hadapan PSSI, Senin (19/11/2019). Pelatih asal Korea Selatan itu melakukannya dalam rangka pemilihan calon pelatih kepala Timnas Indonesia senior.

Seperti dikutip situs resmi PSSI, Shin menyebut, melatih timnas Indonesia adalah sebuah tantangan. “Bagi saya ini adalah sebuah tantangan. Saya tahu atmosfer sepak bola Indonesia sangat luar biasa dengan suporter yang fanatik," ujarnya.

PSSI sedang mencari pelatih baru untuk timnas Indonesia senior setelah memberhentikan Simon Mcmenemy dari jabatannya. Shin masuk ke dalam bursa suksesor Mcmenemy bersama dengan pelatih asal Spanyol, Luis Milla.

Milla sendiri sebelumnya pernah menangani Timnas Indonesia senior. Namun ia berhenti pada Oktober 2018.

Sementara itu, Shin merupakan mantan pelatih timnas Korea Selatan (Korsel). Di bawah asuhannya, Tae Guk Warriors -julukan Korsel- melaju ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia.

Namun untuk urusan sepak bola Tanah Air, Shin belum memiliki pengalaman. Meskipun demikian, Shin tak memandang sebelah mata sepak bola nasional.

"Saya juga melihat, pengurus federasi memiliki semangat yang kuat untuk membangun sepak bola Indonesia ke level yang tinggi," kata Shin.

 

2 dari 2 halaman

Bawa Staf Pelatih

Saat persentasi, Shin Tae-yong datang bersama timnya. Dia menjelaskan program kepelatihan dan target untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Jika dipercaya menangani timnas Indonesia, Shin Tae-yong berjanji akan membawa beberapa staf pelatih yang membantu membawa Korea Selatan tampil di Final Piala Dunia U20 di Polandia tahun 2019.

Lebih lanjut, Shin, yang menukangi timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 dan sukses membungkam tim Panser Jerman di babak penyisihan grup ini, mengaku telah mempelajari sepak bola Indonesia dan menganalisa empat pertandingan terakhir timnas Indonesia di babak kualifikasi Grup G Piala Dunia 2022.

 

Sumber asli: Liputan6.com

Disadur dari: Liputan6.com (Lutfhie Febrianto, Published 20/11/2019)

 

From Tokyo to New York, Cerita Dua Pegiat Lari Indonesia di Seri Maraton Dunia

Video Populer

Foto Populer