Sukses


Pasang Surut Karier Greg Nwokolo: Tidak Loyalis di Masa Muda hingga Setia di Madura United

Bola.com, Jakarta - Jika masih berstatus pemain asing, Greg Nwokolo akan menjadi wajah impor terlama yang masih eksis di Liga Indonesia bersama Zah Rahan Krangar. Keduanya telah memulai karier di Tanah Air sejak 2004.

Bedanya, Greg Nwokolo dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 2011 lalu, sementara Zah Rahan memutuskan untuk tetap berpaspor Liberia.

Hingga saat ini, Greg tercatat telah 17 tahun berkecimpung sebagai pemain sepak bola. Dia tercatat membela 16 klub. Dari jumlah itu, tiga kali Greg berseragam Persija Jakarta.

Masa muda Greg banyak dihabiskan di luar Nigeria, negara kelahirannya. Karier profesionalnya dimulai ketika ia membela klub Singapura, Tampines Rovers pada 2003-2004. Hanya bertahan setahun, Greg hijrah ke Indonesia.

Greg bergabung dengan Persijatim Solo FC, yang kini berganti nama menjadi Sriwijaya FC, pada 2004-2005. Setahun berselang, Greg kembali ke Singapura untuk memperkuat Young Lions dan Warriors FC.

Nama Greg mulai kesohor saat dia berkostum PSIS Semarang pada 2006. Berturut-turut, Greg Pindah ke PSMS Medan pada 2006-2007 dan Persis Solo pada 2008-2009 sebelum dipinang Persija pada 2008-2019.

Bersama Persija, popularitas Greg makin menanjak. Dalam semusim, pemain kelahiran Onitsha, Nigeria, ini membukukan 16 gol bagi tim berjulukan Macan Kemayoran tersebut. Ketika kompetisi selesai, Greg masih berusia 23 tahun. Ketajamannya lalu memancing klub promosi kasta teratas Liga Portugal, SC Olhanense, untuk memboyongnya.

Pilihan Greg untuk pindah ke Portugal kurang tepat. Di sana, ia jarang mendapatkan kesempatan tampil. Dalam setahun, Greg tampil 13 kali, namun hanya dua kali ia dipasang sebagai starter.

Greg memutuskan untuk balik kandang ke Persija pada musim 2010-2011 setelah semusim di Portugal. Bersama Bambang Pamungkas dan Aliyudin, ia tergabung dalam trio ‘ABG’ milik Persija.  

Pada musim itu, Greg membawa Persija finis di posisi tiga besar. Namun, dia tetap memilih untuk pindah ke Pelita Jaya pada 2011-2012. Greg begitu tajam di Pelita Jaya. Semusim, dia mencatatkan 20 gol, menyamai torehan kompatriotnya kala itu, Safee Sali.

Kepindahan Greg Nwokolo ke Pelita Jaya waktu itu ditengarai untuk memuluskan niatnya menjadi WNI. Benar saja, di tahun yang sama, pemain bernama lengkap Gregory Junior Nwokolo ini mendapatkan paspor Indonesia.

2 dari 5 halaman

Pindah ke Thailand

Karier Greg Nwokolo seakan mencerminkan kesetiaan di sepak bola itu hanyalah bualan belaka. Saat dualisme kompetisi pada 2012, Greg dipinjamkan ke klub Thailand, Chiangrai United. Musim berikutnya, dia membela Arema Cronus, yang baru merger dengan Pelita Jaya waktu itu.

Lagi-lagi cuma semusim, Greg hijrah ke Persebaya Surabaya, yang kemudian menjadi Bhayangkara FC saat ini. Mudah ditebak, dia juga hanya loyal selama setahun di Kota Pahlawan.

Keseriusan Persija untuk membangun skuat bertabur bintang pada 2015 membuat Greg tertarik. Untuk ketiga kalinya, dia berkostum Macan Kemayoran.

"Persija adalah tim yang membesarkan saya, selama saya kuat bermain saya akan selalu siap bila dibutuhkan Persija," ujar Greg saat kembali menerima pinangan Persija, Desember 2014.

3 dari 5 halaman

Setia Bersama Madura United

Cuma beberapa bulan di Persija, Greg kembali berkompetisi di Liga Thailand dengan memperkuat Bec Tero Sasana. Keputusan ini diambilnya setelah kompetisi dihentikan akibat pembekuan PSSI oleh Menpora.

"Kalau kompetisi di sini tak jelas, pemain lebih baik main di luar saja. Tidak ada alasan untuk menolak. Mereka serius dan tawarannya juga bagus. Mereka tim yang profesional," kata Greg periode Juni 2015.

Greg juga cuma bertahan setahun di Bec Tero. Pada pertengahan 2016, dia kembali ke pelukan Persija yang ketika itu berkiprah di Indonesia Soccer Championship (ISC) A, kejuaraan tidak resmi pengganti kompetisi.

Memasuki era Liga 1, Greg memilih berseragam Madura United sejak 2017 hingga sekarang. Dia kerap disematkan ban kapten oleh tim berjulukan Laskar Sapeh Kerrab ini.

Cukup jarang melihat Greg loyal dengan satu klub. Namun, Madura United berhasil membuat hatinya luluh.

“Greg tetap bagian dari tim, karena dia memiliki kontrak lama di klub ini,” kata pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, menjelaskan seberapa penting Greg bagi klubnya.

4 dari 5 halaman

Tak Dapat Panggung di Timnas Indonesia

Tujuan terpenting menaturalisasi Greg waktu itu ialah untuk kebutuhan Timnas Indonesia. Sebagai pemain, kualitas Greg terhitung langka. Dia gemar menyisir sisi sayap, tapi produktivitas mencetak golnya terbilang tinggi.

Debut Greg bersama Timnas Indonesia terjadi ketika beruji coba dengan Belanda pada 2013 alias dua tahun setelah ia menjadi WNI. Dualisme kompetisi dan karut marut federasi waktu itu menghambat keinginan Greg masuk Timnas Indonesia.

Soccerway mencatat, Greg hanya punya tujuh caps bersama Timnas Indonesia sampai dengan saat ini. Dari jumlah itu, dia cuma bisa menjaringkan sebiji gol.

5 dari 5 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer