Sukses


David da Silva dan Rasa Penasaran yang Tersisa di Persebaya

Bola.com, Jakarta - Persebaya Surabaya punya kenangan manis dengan pemain-pemain asal Brasil. Rekam jejak apik itulah yang ingin diulang ketika Bajul Ijo mendatangkan David da Silva.

Sepanjang sejarah, Persebaya Surabaya pernah diperkuat pemain-pemain berkualitas asal Brasil. Sebut saja Jacksen F. Tiago yang sukses mempersembahkan gelar sebagai pemain pada 1996-1997 dan pelatih pada 2004.

Pada 1996-1997, keberhasilan Persebaya bukan sebatas karena Jacksen ketika itu menjadi top skorer dengan 26 gol. Namun, ada pula sesama kompatriotnya asal Brasil yang juga berperan yakni Justinho Pinhiero dan Carlos De Mello.

Adapun pada 2004, Ricardo Ramos dan Danilo Fernando yang juga berpaspor Brasil. Jadi, bisa dipastikan kesuksesan Persebaya tak bisa dipisahkan dari pemain-pemain Brasil.

Nostalgia itulah yang tampaknya ingin diulang Persebaya ketika mendatangkan David da Silva pada 2018. Sebelum bergabung dengan klub Kota Pahlawan, tak ada yang mengenal pemain kelahiran 12 November 1989 itu.

Striker Persebaya Surabaya, David da Silva, mencetak hattrick ke gawang Mitra Kukar pada laga Liga 1 2018, Sabtu (22/9/2018). (Bola.com/Aditya Wany)

Catatan kariernya hanya bermain untuk klub-klub Timur Tengah semisal Al Khaleej, Al-Mussanah, Al-Orobah, dan Al-Khor. Tak ada catatan spesial dari karier David da Silva di Timur Tengah.

Namun, pelatih Persebaya ketika itu yang merekrut David da Silva yakni Alfredo Vera punya alasan khusus. Menurut Alfredo, pemain berpostur 185 cm itu merupakan tipikal penyerang komplet yang cocok menghuni lini depan Persebaya.

"David da Silva adalah penyerang yang hampir memiliki segalanya. Selain memiliki skill tinggi, dia juga punya kecepatan. Satu hal yang penting adalah dia termasuk pemain yang cerdas dan bisa bermain secara tim," tegas Alfredo Vera pada 22 Maret 2018.

2 dari 5 halaman

Predator Ganas

David da Silva resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 23 Maret 2018. Kehadiran pemain Brasil itu tentu diharapkan bisa mendongkrak lini depan Persebaya yang berstatus sebagai klub promosi Liga 1 2018.

Tak dinyanya, David da Silva langsung nyetel di lini depan Persebaya. David da Silva langsung menunjukkan kualitasnya sebagai predator ganas.

David da Silva sukses mencetak tiga hattrick dalam total 20 gol pada Liga 1 2018. Jumlah itu dibukukan sang pemain dalam 23 pertandingan dengan total 1.594 menit bermain.

Penampilan apik David da Silva bersama Persebaya bahkan menuai pujian dari pelatih Bhayangkara FC ketika itu, Simon McMenemy. Pria asal Skotlandia tak bisa membayangkan bila pada 2018 David da Silva mampu tampil penuh semusim.

"Jumlah gol yang dicetaknya hanya sepertiga pertandingan saja yang dijalani oleh David, ada 11 pertandingan dia absen. Bayangkan kalau David bisa tampil dalam semua pertandingan Persebaya. Dia pasti lebih baik dari ini," kata Simon, Minggu (25/11/2018).

3 dari 5 halaman

Meredup di Korea Selatan

Penampilan apik David da Silva pada 2018 membuat namanya laris manis diburu klub-klub luar negeri. Persebaya kelabakan menghadapi godaan dari klub lain.

Persebaya sebenarnya berniat untuk menambah kontrak David da Silva. Namun, proses negosiasi berlangsung alot karena sang pemain meminta kenaikan nilai dalam kontrak barunya.

Proses negosiasi akhirnya buntu. David da Silva kemudian mendapatkan kesempatan bergabung dengan klub elite Korea Selatan, Pohang Steelers.

"Saya senang bisa bergabung klub ini. Bagaimanapun juga, pencapaian saya melibatkan banyak orang. Saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya," kata David da Silva.

Namun, kesuksesan bermain di Korea Selatan gagal diraih David da Silva. Pemain asal Brasil itu hanya dipercaya bermain sembilan kali hingga akhirnya kontraknya diputus karena dianggap penampilannya kurang memuaskan.

4 dari 5 halaman

Kembali ke Surabaya

Melihat David da Silva gagal di Korea Selatan, Persebaya Surabaya bergerak cepat untuk mengamankan kembali jasa sang pemain. Bak gayung bersambut, David da Silva tidak menolak tawaran Persebaya.

David da Silva akhirnya resmi kembali ke pelukan Persebaya dan mendapatkan kontrak berdurasi 1 tahun setengah. Di Persebaya, David da Silva merasa sangat dihargai.

"Selain manajemen yang profesional, dukungan fans yang luar biasa juga membuat saya senang di Persebaya. Itu penting, karena istri dan anak-anak saya nyaman di sini," ucap David da Silva.

Ketajaman David da Silva akhirnya kembali. Pada Liga 1 2019, sang pemain berhasil mencetak 14 gol dalam 17 laga yang dimainkannya.

“Saya tidak memikirkan tentang berapa gol yang saya cetak. Yang terpenting tim menang, pekerjaan saya adalah mencetak gol dan membantu tim,” ucap pemain bernomor punggung 7 di Persebaya tersebut.

Kini, Persebaya Surabaya masih mengandalkan David da Silva pada Liga 1 2020. Dalam dua pertandingan, sang pemain masih terlihat tajam dengan sumbangan satu gol.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Video Populer

Foto Populer