Sukses


Cerita Kesuksesan Duo Singapura Bersama Arema FC

Bola.com, Malang - Arema punya cerita manis saat musim 2010. Ketika itu tim berjulukan Singo Edan ini berhasil meraih gelar juara Indonesia Super League (ISL), kompetisi kasta tertinggi yang kini menjadi Liga 1. Pada era kepelatihan Robert Alberts, ada sosok dua pemain asing asal Singapura yang menjadi kunci permainan Arema, siapa lagi kalau bukan M. Ridhuan dan Noh Alam Shah.

Kedua pemain ini didatangkan Arema untuk mengisi slot pemain asing Asia. Pada awal negosiasi, sebenarnya tidak ada nama M. Ridhuan yang ingin direkrut Arema.

Manajemen meminta Along, sapaan Alam Shah sepaket dengan pemain naturalisasi Singapura, Mustafic Fahrudin. Tapi, di tengah proses negosiasi, ternyata Mustafic memilih ke Persija Jakarta. Gantinya, M. Ridhuan yang dibeli satu paket dengan Along.

Khusus Along, sebelum gabung Arema dia sudah dikenal di Indonesia karena dia merupakan top scorer Piala AFF 2007 dengan 10 gol dan membantu Singapura menjadi juara waktu itu. Sementara Ridhuan belum terlalu dikenal. Lantaran dia bermain di sektor sayap. Satu hal yang sudah diketahui waktu itu hanyalah kecepatannya di lapangan.

Ternyata, dua pemain ini sangat padu di lapangan. Ridhuan yang berposisi sebagai sayap kanan kerap menyuplai umpan matang untuk Along. Pada musim pertamanya, mereka berhasil memberikan gelar juara ISL 2010 dan runner up Piala Indonesia. Bisa dibilang keduanya merupakan pemain Singapura tersukses di Indonesia.

Along bermain 30 kali dan mengemas 13 gol. Sementara Ridhuan main lebih banyak, yakni 33 laga dan mengoleksi 5 gol. Mereka jadi pemain yang dicintai Aremania.

Julukan Super Along dan Kijang Ridhuan diberikan oleh penggemar Arema. Satu gol yang paling fenomenal hasil kolaborasi kedua pemain ini juga masih dikenang, yakni tendangan salto Along ketika menghadapi klub sekota, Persema Malang, pada musim 2010.

2 dari 4 halaman

Mudah Berbaur dan Setia

Sementara di luar lapangan kedua pemain ini juga dengan mudah membaur dengan pemain Arema lainnya, terutama pemain lokal. Mereka bisa Bahasa Melayu dan membuat cepat akrab dengan Ahmad Bustomi dkk. ketika di luar lapangan.

Musim selanjutnya kedua pemain ini banjir tawaran menggiurkan. Sriwijaya FC dikabarkan menjadi tim yang paling serius menculik kedua pemain itu dari Arema.

Maklum, waktu itu Arema hanya mengontrak keduanya selama satu tahun. Tapi, pada musim 2010-2011 mereka masih bertahan di Malang. Arema juga masih jadi tim papan atas. Hanya saja musim itu mereka finish sebagai runner up.

 

3 dari 4 halaman

Dualisme Arema Menjadi Pemisah

Sayang, dari musim 2011 terjadi dualisme kompetisi, yakni Indonesia Super League dan Indonesia Premier League. Along dan Ridhuan sempat bermain bersama Arema Indonesia di ajang IPL.

Sayang, tim yang waktu itu dinahkodai Milomir Seslija terlalu sering diterpa persoalan internal. Padahal manajemen disokong dana besar dari PT Ancona. Along dan Ridhuan sempat tersisihkan waktu itu karena konflik internal di Arema IPL.

Akhirnya keduanya pun berpisah. Putaran kedua, Ridhuan menyeberang ke Arema yang bermain di kompetisi ISL. Sedangkan Along ke Persib Bandung. Waktu itu keduanya masih sama-sama eksis membela klub masing-masing.

Tapi, musim 2013 seakan jadi tahun yang buruk. Keduanya seakan kehilangan pasangan yang bisa mengerti dari hati ke hati.

Performa Ridhuan merosot drastis. Dia hanya jadi pelapis deretan pemain bintang yang didatangkan Arema waktu itu, seperti Keith Kayamba Gumbs, Greg Nwokolo dan lainnya. Putaran kedua, Ridhuan dipinjamkan ke Persisam Samarinda dan tidak kembali lagi ke Arema.

Sementara Along sempat melakukan persiapan dengan Arema IPL. Sayang, konflik kembali menerpa tim yang waktu itu sempat ditangani Dejan Antonic.

Tim yang dibentuk buyar karena persoalan internal. Sehingga saat kompetisi IPL 2013, justru ada tim baru yang ditangani Abdurrahman Gurning. Along pun mulai berpindah-pindah klub. Mulai PSS Sleman dan sempat juga pulang ke Singapura.

Kedua pemain ini baru bersatu lagi di klub Singapura, Tampines Rovers pada musim 2015. Setelah itu, Along pensiun dan tahun lalu sempat jadi asisten pelatih timnas Singapura. Tahun ini dia jadi pelatih kepala klub Tanjong Pagar United, Singapura. Sedangkan Ridhuan berkelana di klub Warriors dan pensiun pada musim 2018 silam.

4 dari 4 halaman

Video

APSSI Usulkan Pra-Musim Selama 2 Bulan Sebelum Liga Indonesia Kembali Bergulir

Video Populer

Foto Populer