Sukses


Shin Tae-yong, Pelatih Asing Asia Kedua di Timnas Indonesia yang Mendobrak Dominasi Eropa

Bola.com, Jakarta - PSSI memutuskan untuk menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia mulai akhir Desember 2019. Pelatih asal Korea Selatan ini menjadi pelatih asing asal Asia kedua yang menangani Timnas Indonesia dalam sepanjang sejarah Tim Garuda.

Pelatih asing asal Asia pertama yang menangani Timnas Indonesia adalah Choo Seng Quee. Ia merupakan pelatih asal Singapura yang ditunjuk menangani Tim Garuda pada 1951 hingga 1953.

Saat itu, Choo Seng Quee membawa Timnas Indonesia mencapai perempat final Asian Games 1951 yang digelar di New Delhi, India. Sayang, keberadaan Choo Seng Quee di Tim Garuda hanya berlangsung selama dua tahun.

Setelah itu, pelatih Timnas Indonesia didominasi oleh pelatih asal Eropa maupun pelatih lokal. Tercatat ada 17 pelatih lokal yang telah membesut Tim Garuda mulai dari E.A. Mangindaan pada 1966 hingga 1970, sampai Bima Sakti pada 2018.

Sementara bicara pelatih asal Eropa, ada 19 nama pelatih dari segala penjuru Benua Biru yang pernah menangani Tim Garuda.

Pelatih Timnas Indonesia, Anatoli Polosin, saat bersama asisten pelatih, Danurwindo, dalam sesi latihan tim. (Bola.com/Istimewa)

Pelatih asal Rusia, Anatoli Polosin, disebut-sebut masih menjadi pelatih terbaik yang pernah menangani Timnas Indonesia hingga saat ini. Medali emas SEA Games 1987 dan 1991 merupakan hasil positif dari keberadaan satu-satunya pelatih asal Rusia yang pernah menangani Tim Garuda itu.

Tak hanya pelatih asal Eropa, Timnas Indonesia pernah dua kali menunjuk pelatih asal Amerika Selatan. Luis Manuel Blanco asal Argentina pernah ditunjuk menangani Timnas Indonesia pada 2013, tapi saat itu polemik sepak bola nasional tengah panas karena dualisme yang terjadi di kepengurusan PSSI.

Sementara satu pelatih asal Amerika Selatan lainnya adalah Jacksen Tiago. Pelatih asal Brasil ini juga ditunjuk menangani Tim Garuda pada 2013 karena cukup mengenal sepak bola Indonesia. Jacksen sudah berada di Indonesia sejak masih aktif sebagai pemain dan meraih gelar juara bersama Persebaya Surabaya, serta meraih prestasi bersama Persebaya dan Persipura Jayapura ketika menjadi pelatih.

Setelah itu, pelatih lokal dan Eropa kembali menjadi pilihan PSSI untuk mencari arsitek Tim Garuda. Hingga akhirnya Shin Tae-yong asal Korea Selatan menjadi pilihan PSSI pada akhir 2019. Kiprah sejumlah pelatih asal Asia Timur yang ditunjuk negara Asia Tenggara lainnya, seperti Vietnam dan Thailand, menjadi pertimbangan PSSI untuk menggunakan pelatih asal Korea Selatan itu.

Apalagi reputasi Shin Tae-yong sangat bagus. Ia merupakan pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018. Namun, tugas Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia tidak akan mudah, apalagi dengan harapan besar masyarakat Indonesia yang melihat reputasinya sebagai pelatih di level Piala Dunia.

Setelah berselang 66 tahun sejak Choo Seng Quee menangani Timnas Indonesia, akhirnya Tim Garuda kembali ditangani oleh pelatih asing asal Asia. Pertanyaannya, apakah Shin Tae-yong bisa lebih sukses dari Choo Seng Quee yang menangani Timnas Indonesia selama dua tahun dan membawa Indonesia menembus perempat final Asian Games.

2 dari 4 halaman

19 Pelatih Asal Eropa, 6 di antaranya dari Belanda

Tercatat sejak 1938, Timnas Indonesia pernah ditangani oleh 19 pelatih asal Eropa, mulai dari Belanda, Yugoslavia, Turki, Polandia, Jerman, Rusia, Italia, Bulgaria, Inggris, Austria, Spanyol dan Skotlandia.

Anatoli Polosin asal Rusia, Ivan Kolev asal Bulgaria, Alfred Riedl asal Austria, Peter White asal Inggris, Luis Milla asal Spanyol, dan Simon McMenemy asal Skotlandia, adalah contoh-contoh pelatih yang pernah menangani Tim Garuda.

Namun, sepanjang perjalanan Timnas Indonesia, Belanda adalah penyalur pelatih Tim Garuda paling banyak dari negara Eropa. Ada enam pelatih asal Belanda yang tercatat pernah menangani Timnas Indonesia.

Johannes Christoffel van Mastenbroek merupakan pelatih Belanda pertama yang menangani Indonesia. Ia juga merupakan pelatih pertama yang menangani Timnas Indonesia, di mana tim terbentuk pada 1938 untuk berkiprah di Piala Dunia dengan nama Hindia Belanda.

Setelah berselang 37 tahun, Wiel Coerver menjadi pelatih kedua asal Belanda yang menangani Timnas Indonesia. Wiel Coerver menangani Tim Garuda pada 1975 hingga 1976.

Empat pelatih asal Belanda lainnya, antara lain Frans Van Balkom pada 1978 hingga 1979, Henk Wullems pada 1996-1997, Wim Rijsbergen pada 2011-2012, dan terakhir Peter Huistra pada 2015.

Selain itu, ada dua pelatih asal Yugoslavia dan dua pelatih asal Jerman yang pernah menangani Tim Garuda. Dua pelatih Yugoslavia adalah Antun Pogacnik yang menangani Timnas Indonesia selama 10 tahun (1954-1964) dan Ivan Toplak pada 1991 hingga 1993. Sementara pelatih asal Jerman adalah Bernd Fischer pada 1980-1981 serta Bernard Schumm pada 1999.

Nama-nama pelatih Timnas Indonesia asal Eropa lain, di antaranya Yusuf Balik asal Turki, Marek Janota asal Polandia, Anatoli Polosin asal Rusia yang mempersembahkan dua medali emas SEA Games 1987 dan 1991, Ivan Kolev asal Bulgaria yang dua periode menangani Tim Garuda, Peter White asal Inggris, Alfred Riedl dari Austria yang tiga periode menangani Timnas Indonesia, Luis Milla asal Spanyol, dan Simon McMenemy asal Skotlandia.

 

3 dari 4 halaman

Sebaran Pelatih Timnas Indonesia 1938 Hingga 2020

Belanda

  1. Johannes Christoffel van Mastenbroek 1938
  2. Wiel Coerver 1975-1976
  3. Frans Van Balkom 1978-1979
  4. Henk Wullems 1996-1997
  5. Wim Rijsbergen 2011-2012
  6. Peter Huistra 2015

Singapura

  1. Choo Seng Quee 1951-1953

Yugoslavia

  1. Antun Pogacnik 1954-1964
  2. Ivan Toplak 1991-1993

Indonesia

  1. E.A. Mangindaan 1966-1970
  2. Endang Witarsa 1970
  3. Suwardi Arlan 1972-1974, 1976-1978
  4. Djamiat Dalhar 1974
  5. Aang Witarsa 1974-1975
  6. Harry Tjong 1981-1982
  7. Sinyo Aliandoe 1982-1983, 1987
  8. M. Basri, Iswadi Idris, Abdul Kadir 1983-1984
  9. Bertje Matulapelwa 1985-1987
  10. Danurwindo 1995-1996
  11. Rusdy Bahalwan 1998
  12. Nandar Iskandar 1999-2000
  13. Benny Dollo 2008-2010, 2015
  14. Aji Santoso 2012
  15. Nilmaizar 2012-2013
  16. Rahmad Darmawan 2013
  17. Bima Sakti 2018

Turki

  1. Yusuf Balik 1971-1972

Polandia

  1. Marek Janota 1979-1980

Jerman

  1. Bernd Fischer 1980-1981
  2. Bernard Schumm 1999

Rusia

  1. Anatoli Polosin 1987-1991

Italia

  1. Rommano Matte 1993-1995

Bulgaria

  1. Ivan Kolev 2002-2004, 2007

Inggris

  1. Peter Withe 2004-2007

Austria

  1. Alfred Riedl 2010-2011, 2013-2014, 2016

Argentina

  1. Luis Manuel Blanco 2013

Brasil

  1. Jacksen Tiago 2013

Spanyol

  1. Luis Milla 2017-2018

Skotlandia

  1. Simon McMenemy 2018-2019

Korea Selatan

  1. Shin Tae-yong 2019-????
4 dari 4 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer