Sukses


Bak Durian Runtuh, Luis Milla Ceritakan Pinangan Timnas Indonesia setelah Dipecat Real Zaragoza

Bola.com, Jakarta - Buat Luis Milla Aspas, pinangan dari PSSI untuk melatih Timnas Indonesia bak durian runtuh. Tiga bulan sebelum menerima tawaran itu, arsitek berusia 54 tahun itu baru dipecat dari kursi kepelatihan Real Zaragoza.

Luis Milla mengisi tempat yang ditinggalkan Lluis Carreras di Real Zaragoza pada Juni 2016. Baru juga kompetisi Segunda Division, atau kasta kedua Liga Spanyol, berjalan dua bulan, eks pelatih Timnas Spanyol U-21 itu kehilangan jabatannya.

Penyebabnya karena Real Zaragoza tidak kunjung meraih kemenangan dalam enam pertandingan terakhirnya. Akibatnya, Luis Milla didepak.

Masa pengangguran Luis Milla tidak bertahan lama. Pada Januari 2017, pria kelahiran Teruel, Spanyol, itu resmi diumumkan menjadi pelatih Timnas Indonesia senior dan U-23.

"Pada akhirnya, saya seorang pelatih. Saya suka dan mendedikasikan hidup saya untuk melatih. Karena itu juga sudah menjadi pekerjaan saya," ujar Luis Milla dinukil dari perbincangannya dengan BangBes, atau Bayu Eka Sari yang menjadi interpreternya di Timnas Indonesia, dalam channel YouTube Bangbes.

"Saat itu saya keluar dari situasi sulit di Real Zaragoza. Lalu datang kesempatan yang diberikan PSSI. Mereka terlihat seperti orang yang serius dan perhatian. Mereka mengontak saya. Diskusi dan berkenalan dengan mereka. Mereka ingin mengenal saya dan mengetahui ide saya. Wawancara berlangsung sangat baik dan sangat positif," imbuh Luis Milla.

2 dari 3 halaman

Tidak Pernah Menyesal

Saat bekerja sama dengan PSSI, Luis Milla dikontrak selama dua tahun. Mantan pemain Real Madrid itu diproyeksikan untuk menyasar hasil maksimal di SEA Games 2017 bersama Timnas Indonesia U-22 dan menembus empat besar Asian Games 2018 bersama Timnas Indonesia U-23.

Namun, hasilnya belum sesuai harapan. Timnas Indonesia U-22 hanya meraih medali perunggu di SEA Games 2017 dan Timnas Indonesia U-23 tersingkir di babak 16 besar Asian Games 2018.

Setelah Asian Games 2018 kelar, kontrak Luis Milla tiba-tiba dikabarkan habis. Negosiasi untuk memperpanjang masa kerjanya tidak menemui titik temu.

Luis Milla berpeluang melakukan reuni dengan Timnas Indonesia pada akhir tahun lalu. Namun, PSSI lebih memilih Shin Tae-yong sebagai pengganti Simon McMenemy di kursi pelatih.

"Sejujurnya saya tidak menyesal dengan keputusan melatih Timnas Indonesia saat itu. Selalu saya katakan saya bahagia dengan pilihan saya dan semua berjalan baik," imbuh Luis Milla.

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer