Sukses


Arema Berubah Pikiran Perihal Kelanjutan Shopee Liga 1 2020

Bola.com, Malang - PSSI baru saja menggelar virtual meeting bersama klub Liga 1 untuk membahas kelanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2020. Arema FC yang menjadi satu dari 18 kontestan Liag 1 setuju jika kompetisi dilanjutkan.

Hasil dari pertemuan virtual tersebut, PSSI merangkum semua masukan dari semua klub yang memberikan pendapat. Kemungkinan besar kompetisi akan berlanjut dengan sejumlah penyesuaian.

Arema FC yang setuju jika kompetisi dilanjutkan tentu bisa dikatakan berubah pikiran. Alasannya karena sebelumnya Arema FC berharap musim ini kompetisi tidak berlanjut. Jika kondisi sudah kembali normal, Arema FC berharap ada kompetisi baru diputar pada September mendatang.

"Arema setuju kompetisi dilanjutkan, meskipun semula kami meminta untuk dihentikan. Sekarang kami setuju karena pemerintah menjamin lewat kebijakan new normal. Ini juga untuk melindungi banyak UMKM dan stakeholder yang bergantung kepada keberlangsungan kompetisi sepak bola," ujar General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Namun, Arema FC tetap meminta ada catatan khusus yang harus diperhatikan oleh operator kompetisi dan PSSI terkait berlanjutnya roda kompetisi. Arema meminta ketegasan rasionalisasi subsidi dan renegosiasi kontrak pemain dan pelatih. Maklum, dalam situasi new normal nanti, keramaian akan dibatasi. Tujuannya jelas untuk meminimalisasi penyebaran virus corona.

2 dari 3 halaman

Rasionalisasi Subsidi dan Renegosiasi Kontrak

Artinya, ketika ada pembatasan jumlah penonton atau justru untuk sementara laga terdekat digelar tanpa penonton, klub tentu kehilangan potensi pemasukan dari penjualan tiket. Imbasnya, kontrak pemain kemungkinan besar menurun jika ada negosiasi kontrak baru. Selain itu beberapa biaya operasional juga akan diperketat pengeluarannya.

“Kami mengajak semua pihak untuk rasional jika kompetisi dilanjutkan. Jadi perlu duduk bersama untuk menyesuaikan kondisi, baik bagi klub maupun stakeholder lainnya,” ujar Ruddy Widodo.

Namun, Arema FC tidak serta merta langsung memanggil pemain dan tim pelatih untuk negosiasi ulang kontrak. Mereka akan menunggu lebih dulu keputusan dari PSSI dan operator kompetisi.

Klub akan terproteksi jika ada regulasi tertulis dalam negosiasi kontrak pemain dan pelatih khusus untuk lanjutan musim ini. Misalnya seperti aturan yang dikeluarkan PSSI saat kompetisi terjeda, yakni maksimal membayar 25 persen gaji pemain setiap bulan.

Meeting hari ini sifatnya baru menampung usulan klub. Nanti keputusannya baru diambil setelah masa akhir penanganan virus corona oleh pemerintah pada 29 Mei,” lanjutnya.

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer