Sukses


Usulan Pelatih Persib untuk Kelanjutan Shopee Liga 1 2020: Pembagian Wilayah

Bola.com, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts menilai pembagian wilayah menjadi ide bagus untuk Shopee Liga 1 2020 yang tertunda akibat pandemi COVID-19.

"Ya, mungkin bisa dengan lebih dulu membaginya menjadi wilayah (Barat dan Timur atau Selatan dan Utara), hal itu pun untuk meminimalkan perjalanan selama mengarungi kompetisi," ujar Robert saat dihubungi Senin (1/6/2020).

Terkait berapa lama Liga 1 musim ini, Robert menegaskan hal itu bisa didiskusikan kembali dengan semua pihak yang terkait.

"Menurut saya, Liga musim ini bisa berlanjut hingga April atau Mei tahun depan," ucap Robert.

Yang jelas dengan bergulirnya kembali Liga 1, setidaknya bisa memberi kesempatan pemain untuk lebih bersiap sebelum bermain bersama Timnas Indonesia dan di kompetisi Asia.

"Jadi jika klub ingin menghentikan liga, mereka harus punya alasan jelas, misalnya mengenai kesehatan. Tapi bisa lihat sendiri di beberapa negara lain, kompetisi tetap bisa dilanjutkan," ucap pelatih berusia 65 tahun ini.

Seperti diketahui, PSSI dan klub telah menggelar virtual meeting, pada Rabu (27/5/2020). Dari rapat tersebut, mayoritas klub Liga 1 menginginkan kompetisi dihentikan.

Sebanyak 12 klub menyarankan liga musim ini lebih baik dihentikan, antara lain Madura United, Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, PSM Makassar, Barito Putera, Persita Tangerang, Persela Lamongan, Arema FC, Bhayangkara FC, Persija Jakarta, Persik Kediri, dan PSS Sleman.

Sementara Persiraja Banda Aceh, Borneo FC, Persib Bandung, Persikabo, dan Bali United berharap kompetisi dilanjutkan. Sedangkan Persipura abstain.

2 dari 3 halaman

Berbagai Sikap

Dari 12 klub yang mengusulkan kompetisi Shopee Liga 1 2020 disetop, empat di antaranya tegas ingin sepak bola berhenti tanpa syarat apapun. Sedangkan delapan klub lainnya memilih kompetisi disetop dengan beberapa syarat, seperti sepak bola berlanjut dengan format baru, subsidi dinaikkan, dan klausul kontrak klub dengan pelatih dan pemain dengan negosiasi baru.

Lima klub setuju kompetisi tetap berjalan, tapi mereka ingin ada perubahan kontrak baru untuk pelatih dan pemain.

"Madura United tetap konsisten dengan keputusan kompetisi dihentikan total, tanpa embel-embel syarat apapun. Situasi pandemi COVID-19 ini tak bisa ditebak. Jadi kami tak mau gambling dan berandai-andai," tutur Haruna Soemitro, Direktur Madura United.

Persipura bersikap abstain dengan pertimbangan menunggu titah Pemerintah yang dinilai paling tahu kondisi dan berwenang untuk kegiatan warganya di tengah pandemi COVID-19.

"Kami patuh dengan Pemerintah. Jika negara memberi sinyal masyarakat diizinkan beraktivitas normal, termasuk di dalamnya sepak bola, maka kami ikuti kebijakan Pemerintah," kata Ketum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Video Populer

Foto Populer