Sukses


PSSI Persilakan Klub Potong Gaji Pemain dan Pelatih 50 Persen saat Kompetisi Dimulai, Harus di Atas UMR

Bola.com, Jakarta - PSSI memperbolehkan peserta Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020 untuk merevisi kontrak pemain dan pelatihnya ketika kompetisi dilanjutkan. Perubahan perjanjian kerja sama itu berupa pemangkasan gaji.

Sebelumnya, saat kompetisi ditangguhkan, PSSI mempersilakan kepada kontestan Shopee Liga 1 dan Liga 2 untuk memotong gaji skuatnya hingga 75 persen pada periode Maret-Juni 2020. Artinya, setiap tim hanya membayar upah sebesar 25 persen.

Kebijakan tersebut tidak akan berubah secara drastis seiring dengan dimulainya kembali kompetisi. Melalui Surat Keputusan (SK) nantinya, PSSI mengizinkan setiap klub untuk tetap mengurangi gaji para pemainnya hingga 50 persen.

"Nanti harus disesuaikan. Setelah SK dikeluarkan, mereka akan berdiskusi kembali antara manajemen klub dengan pelatih dan pemain," kata Mochamad  Iriawan, Ketua PSSI.

"Ada penyesuaian gaji juga, mungkin sekitar 40-50 persen saat kompetisi akan bergulir. Karena buat pemain dan pelatih, dibanding kompetisi tak jalan, lebih baik dilanjutkan," imbuh pria yang karib dipanggil Iwan Bule itu.

2 dari 3 halaman

Pertimbangan PSSI

Pertimbangan Iriawan dalam melanjutkan kebijakan pemotongan gaji oleh klub kepada para pemainnya karena pemasukan untuk setiap tim masih belum normal. Misalnya, para peserta akan kehilangan pendapatan dari tiket pertandingan lantaran Shopee Liga 1 dan Liga 2 akan dilanjutkan dengan berpusat di satu wilayah.

"Dengan situasi saat ini, mungkin tanpa penonton, tentu pemasukan klub juga tidak seperti biasanya. Apalagi klub-klub besar seperti Arema FC, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, dan Persija Jakarta, tentu pemasukan dari tiket pertandingan itu cukup besar," terang Iriawan.

"Soal ini, akan kami diskusikan lebih lanjut. Tapi kami sudah mempunyai rencana berkaitan dengan kompensasi atau kewajiban dari klub kepada pelatih dan pemain," jelasnya.

Mengenai gaji para pemain di Liga 2 yang mayoritas tidak sebesar pemain di Shopee Liga 1, Iriawan menegaskan bahwa setiap klub tidak boleh memotong gaji hingga melewati Upah Minimum Regional (UMR).

"Termasuk soal itu. Di dalam SK itu sudah saya buat. Nanti bisa dibaca. Saya akan bagikan nanti. Termasuk soal gaji 50-60 persen," tutur Iriawan.

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer