Sukses


Wawancara Hendro Siswanto: Perjalanan Memenuhi Panggilan Timnas Indonesia di Tengah Pandemi

Bola.com, Jakarta - Arema FC jadi klub Liga 1 yang menyumbangkan pemain paling banyak dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia. Ada lima pemain yang mengikuti pemusatan latihan di Stadion Madya Senayan, Jakarta pada 23 Juli-8 Agustus, Hendro Siswanto satu di antaranya.

Sebenarnya pemanggilan timnas sudah kesekian kalinya bagi gelandang 30 tahun itu. Dia merupakan satu di antara gelandang bertahan terbaik yang dimiliki Indonesia.

Namun, ada pengalaman baru yang dirasakannya sekarang. Untuk memenuhi panggilan timnas, dia harus menempuh perjalanan jauh pertamanya pada masa pandemi virus corona.

Hendro berangkat Kamis (23/7/2020) dari Malang ke Jakarta. Begitu tiba di Jakarta, dia menceritakan kepada Bola.com. berikut wawancaranya.

Ini kali pertama Anda pergi dengan pesawat ke Jakarta saat pandemi virus corona. Seperti apa tadi perjalanannya?

Ribet. Kalau ada bisa bawa mobil saya pakai mobil saja tadi. hehehe. Mau masuk bandara tadi harus download dua aplikasi. Yang pertama untuk dapat barcode yang digunakan saat keluar di bandara tujuan.

Aplikasi kedua tentang informasi kesehatan dan covid-19. Aplikasi itu juga untuk mengetahui kita ada di zona apa penyebaran virus corona-nya. Yang terpenting juga wajib bawa hasil rapid tes. Kebetulan hasil rapid tes di Arema beberapa hari lalu masih bisa dipakai. Nanti di Timnas Indonesia juga diminta hasil tes itu.

2 dari 4 halaman

Tak Menyangka

Kalau suasana perjalanan bagaimana?

Bandara ya tidak terlalu sepi. Tapi tidak rame juga seperti dulu. Tatap saya was-was saja rasanya. Karena selama pandemi virus corona saya lebih banyak di rumah atau kalau keluar tidak jauh. 

Pemanggilan Timnas Indonesia kali ini Arema ada 5 pemain termasuk Anda. Tadi berangkat bersamaan?

Tadi kami berangkat berempat. Saya, Ahmad Alfarizi, Bagas Adi dan Kushedya Hari Yudo. Kalau Rafli sepertinya sudah di sana karena dia kan dari Jakarta. Rasanya lebih enjoy juga perjalanan karena banyak temannya sekarang.

Berangkat ramai-ramai dari Malang. Sebelumnya dari Arema ada tiga yang ke timnas. Saya, Rafli dan Bagas. Sekarang dua pemain lebih banyak.

Tentang pemanggilan timnas kali ini, Anda merasa spesial atau tidak meski sudah kesekian kalinya?

Rasanya agak kaget karena cukup mendadak. Tidak tahu kalau ada pemusatan latihan dengan timnas Indonesia. Saya dapat kabar dari pihak timnas tiga hari sebelum PSSI merilis pemain yang dipanggil. Awalnya mengira timnas baru aktif kembali bulan depan. Karena kompetisi belum jalan dan klub belum persiapan. Tapi ternyata sekarang sudah ada pemusatan latihan.

3 dari 4 halaman

Persiapkan Fisik

Nanti pilih satu kamar dengan siapa? Karena timnas kali ini banyak pemain muda.

Mungkin sama Ahmad Alfarizi karena satu angkatan. Tapi tidak tahu juga nanti memilih sendiri atau ditentukan pihak timnas.

Apa sudah dapat sosialisasi protokol kesehatan dari tim medis timnas harus membawa perlengkapan khusus apa saja?

Saat ini baru dapat informasi membawa hasil rapid tes saja. Belum tahu nanti protokol kesehatan di hotel atau latihan seperti apa. Saya siap saja menjalaninya.

Sebelum gabung TC timnas, anda sempat latihan dengan pelatih fisik Arema. Itu sudah cukup untuk modal latihan di timnas?

Selama 3 bulan latihan sendiri otot di badan memang terjaga. Tapi fisik pasti berbeda (menurun). Untugnya beberapa waktu kemarin saya sempat latihan fisik dengan Marcos Gonzales (pelatih fisik Arema). Itu berguna sekali. Padahal itu latihan untuk persiapan di Arema. Karena tidak ada bayangan au ada TC dengan Timnas Indonesia.

Dari deretan gelandang yang dipanggil timnas, Anda jadi yang paling senior. Selebihnya usianya masih di bawah 30 tahun. Bagaimana persaingannya nanti?

Secara usia memang saya akan jadi yang paling tua. Tapi kalau masalah kondisi, saya berani diadu. Hehehe. Sebelumnya memang ada pemain senior seperti Rizky Pora dan lainnya. Tapi sekarang memang beda. Banyak yang muda. Tidak masalah bagi saya.  

4 dari 4 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer