Sukses


Asisten Pelatih Arema FC Ajukan 2 Poin agar PT LIB Tak Perlu Revisi Jadwal Lanjutan Liga 1 2020

Bola.com, Malang - Lanjutan kompetisi Liga 1 2020 bakal bergulir mulai 1 Oktober mendatang. Namun, hingga saat ini jadwal terbaru dari PT Liga Indonesia Baru belum kunjung dirilis. Otomatis, semua klub peserta, termasuk Arema FC, belum mengetahui bagaimana padatnya lanjutan Liga 1 2020 yang baru akan tuntas pada Februari 2021 itu.

Asisten pelatih Arema FC, Charis Yulianto, masih menanti kepastian jadwal tersebut. Apalagi banyak pemain Arema FC yang kemungkinan besar akan membela Timnas Indonesia. Ada dua hal yang ingin dipastikan oleh klub berjulukan Singo Edan itu.

"Saya berharap kompetisi tidak berbenturan dengan agenda Timnas Indonesia. Selain itu, jika jadwalnya padat, selama masih cukup untuk recovery pemain, saya merasa tidak masalah," ujar Charis Yulianto.

Namun, jika kedua hal tersebut ternyata tidak terpenuhi, ada kemungkinan Arema FC akan mengajukan revisi jadwal.

"Kalau terlalu padat dan ada benturan dengan tim nasional, ya nanti semoga bisa direvisi," harap mantan pemain Timnas Indonesia itu.

Biasanya, pemain membutuhkan sekitar tiga sampai empat hari untuk memulihkan kondisinya. Artinya, jarak antarpertandingan selama tiga hari masih bisa ditoleransi. Namun, jika kurang dari itu, Arema FC tidak akan bisa maksimal dalam bertanding.

Apalagi musim ini tampak akan lebih menguras tenaga. Meski dipusatkan di Jawa, tapi ketika menjalani laga tandang, Arema FC harus menggunakan jalur darat. Kebetulan mayoritas klub luar Jawa akan bermarkas di Yogyakarta dan sekitarnya. Praktis pemain akan lebih lelah dalam perjalanan.

2 dari 3 halaman

Jika Terlalu Padat, Pasti Melelahkan

Gelandang muda Arema FC, Hanif Sjahbandi, juga memprediksi musim ini bakal melelahkan. Ia berharap ketika sudah memulai kembali kompetisi, jadwal jeda pertandingan akan sangat cukup untuk keperluan recovery.

"Sekarang pemain juga harus menjaga kondisi masing-masing ketika kompetisi kembali bergulir. Saya yakin pelatih juga pasti punya cara untuk membuat permainan tetap stabil," tegas Hanif.

Sebenarnya jadwal padat bukan kali ini saja dialami oleh Arema FC. Hanif masih mengingat bagaimana musim lalu Singo Edan juga harus melalui jadwal yang padat. Beberapa kali Arema harus bermain dua kali selama satu pekan.

"Tahun lalu kami juga sudah memiliki pengalaman menjalani jadwal yang padat. Jadi kami tahu saat sudah lelah, permainan tim pasti mulai menurun. Semoga tahun ini bisa stabil," lanjut Hanif.

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer