Sukses


5 Kiper Berkelas yang Dipinggirkan Shin Tae-yong pada Pemusatan Latihan Timnas Indonesia Saat ini

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia tidak pernah kehabisan stok penjaga gawang. Pemain yang berperan di posisi ini kerap berakhir sebagai seorang legenda.

Era 1960an, Timnas Indonesia memiliki Maulwi Saelan. Aksi penjaga gawang asal Makassar, Sulawesi Selatan ini di Olimpiade 1956 Melbourne, Australia, tidak terlupakan.

Maulwi Saelan berhasil mengantar Timnas Indonesia melaju hingga babak perempat final, sebelum dikalahkan Uni Soviet 0-4 pada pertandingan ulang. Sebelumnya, kedua negara bermain imbang 0-0.

Era Maulwi Saelan selesai, muncul Ronny Pasla. Dia dijuluki sebagai Macan Tutul berkat ketangguhannya menghalau bola-bola atas. Dia disebut-sebut memiliki kemampuan dan kelenturan badan setara kiper legendaris Uni Soviet, Lev Yashin.

Memasuki generasi 1990an, Hendro Kartiko meroket sebagai kiper tertangguh Timnas Indonesia saat itu. Tongkat kepemimpinannya pernah mampir sebentar di tangan Jendri Pitoy sebelum diambil alih oleh Markus Horison pada 2000an.

Regenerasi penjaga gawang Timnas Indonesia berlanjut tatkala Kurnia Meiga dipromosikan sebagai kiper Timnas Indonesia senior dari timnas U-23 pada 2010 setelah penampilan Markus mulai menurun. Bintang Arema FC itu terus menjadi langganan hingga penyakit misterius menyerangnya pada 2017.

Pada era Shin Tae-yong saat ini, pelatih Timnas Indonesia asal Korea Selatan itu memilih untuk mengandalkan pemain muda di posisi penjaga gawang.

Arsitek berusia 49 tahun ini memercayai Nadeo Argawinata yang berusia 23 tahun dan Muhammad Riyandi (20 tahun), dan Miswar Saputra (24 tahun). Hanya satu nama kiper senior yang menyelip, yaitu Rivky Mokodompit (31 tahun).

Sebagai bentuk regenerasi skuat, Shin Tae-yong meminggirkan sejumlah kiper yang sebelumnya rutin mendapatkan panggilan ke Timnas Indonesia. Berikut lima di antaranya:

2 dari 7 halaman

Andritany Ardhiyasa

Status kiper Timnas Indonesia telah diemban Andritany sejak 2016. Namun, baru pada 2017, penjaga gawang berusia 28 tahun ini naik pangkat sebagai kiper utama.

Promosinya Andritany sebagai penjaga gawang inti dilatarbelakangi Kurnia Meiga yang mengalami sakit sehingga harus meninggalkan lapangan hijau. Sebelumnya, kiper Persija Jakarta itu selalu berlabel pemain pelapis.

Namun, untuk TC kali ini Shin Tae-yong lebih memercayai Rivky Mokodompit dan Miswar Saputra. Padahal pada pemusatan latihan Februari 2020, nama Andritany masih menghiasi skuat Timnas Indonesia.

"Saya sedih, kecewa, dan marah. Saya lihat dari media sosial mengenai nama-nama yang dipanggil oleh coach Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia. Sedih, karena tidak terpilih. Kecewa bukan sama coach Shin Tae-yong, tapi kecewa dan marah kepada diri saya. Saya selalu menyalahkan diri," ucap Andritany pada podcast-nya yang berjudul "Reaksi yang Positif".

"Berarti saya belum maksimal. Latihan belum maksimal. Belum berikan penampilan terbaik. Berikutnya saya harus lebih giat. Maka dari itu saya kecewa. Perasaan sedih sekarang sudah tidak ada, tapi marah masih terasa sampai saat ini. Marah ini akan saya bawa sampai nanti. Berawal dari marah, maka akan menjadi motivasi buat saya," imbuh Andritany, yang merupakan penjaga gawang utama Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia ini.

Transfermarkt mencatat, Andritany telah mengemas 15 penampilan untuk Timnas Indonesia. Dari jumlah itu, eks kiper Sriwijaya FC ini kebobolan 18 gol dan delapan kali mencatatkan cleansheet.

3 dari 7 halaman

Teja Paku Alam

Fenomena aneh menyelimuti perjalanan Teja Paku Alam di Timnas Indonesia. Sudah dipanggil sejak 2016, kiper Persib Bandung ini tidak pernah dimainkan.

Soccerway mencatat, sebelas kali Teja duduk sebagai penghangat bangku cadangan di Timnas Indonesia. Pergantian pelatih hingga empat kali, mulai dari Alfred Riedl hingga Simon McMenemy, tetap tidak membuatnya dipercaya untuk bertanding.

Terbilang aneh untuk Teja sebab nasib kiper lainnya lebih beruntung. Muhammad Ridho dan Wawan Hendrawan, misalnya. Keduanya baru mendapatkan panggilan dari Timnas Indonesia pada dua tahun belakangan, tapi sudah pernah dipercaya sebagai kiper utama.

4 dari 7 halaman

Muhammad Ridho Djazulie

Nama Muhammad Rihdo Djazulie melambung pada 2017 berkat kegarangannya mengawal gawang Borneo FC. Satu tahun menunggu, penjaga gawang berusia 29 tahun ini dipercaya oleh Timnas Indonesia semasa masih dilatih Luis Milla Aspas pada 2018.

Sejak saat itu, Ridho telah tiga kali bertanding dengan seragam Timnas Indonesia. Termasuk dua penampilannya di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia ketika kalah 0-2 dari Malaysia dan 1-3 dari Vietnam.

5 dari 7 halaman

Awan Setho Raharjo

Awan Setho Raharjo dibalap rekan seangkatannya, Nadeo Argawinata dan juniornya, Muhammad Riyandi, dalam TC Timnas Indonesia kali ini. Padahal, di level U-22, kiper Bhayangkara FC, ini tidak tergantikan.

Namun, penampilan Awan Setho makin menurun sejak menderita cedera kepala kala memperkuat Bhayangkara FC beruji coba melawan FC Tokyo pada 2018. Bahkan, penjaga gawang berusia 23 tahun ini sampai kehilangan posisi utama di Bhayangkara FC.

Sejak 2017, Awan baru mengemas empat penampilan untuk Timnas Indonesia. Pertandingan terakhirnya yaitu di Piala AFF 2018 saat kalah 2-4 dari Thailand.

6 dari 7 halaman

Angga Saputra

Mantan kiper Timnas Indonesia, Hermansyah, menganggap Shin Tae-yong seharusnya memanggil kiper Persebaya Surabaya, Angga Saputra. Penjaga gawang berusia 26 tahun ini dianggap bermain sensasional ketika memperkuat Persikabo pada Liga 1 2017.

"Pelatih kiper Timnas Indonesia harus punya database kiper di Liga 1. Agar tahu statistiknya. Ada dua kiper yang luput dari perhatian yaitu Teja Paku Alam dari Persib, dan Angga Saputra dari Persebaya," ujar Hermansyah kepada Bola.com, Senin (03/8/2020).

"Kenapa kedua kiper itu tidak dipanggil? Angga Saputra tampil bagus bersama PS TIRA Persikabo musim lalu, banyak melakukan penyelamatan gemilang, clean sheet, dan pintar membaca arah bola," kata Hermansyah.

Angga pernah dilibatkan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia ketika masih dilatih oleh Simon McMenemy. Namun, mantan kiper Madura United ini hanya dua kali duduk manis di bangku cadangan.

7 dari 7 halaman

Video

PT LIB Ungkap Ketatnya Protokol Kesehatan di Shopee Liga 1 2020

Video Populer

Foto Populer