Sukses


5 Pemain yang Layak Mendapat Kesempatan dari Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Bola.com, Jakarta - Sejak Shin Tae-yong datang dan dua kali menggelar pemusatan latihan Timnas Indonesia, ada 49 pemain yang dilihat untuk memperkuat Tim Garuda di sisa laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Ada yang dua kali mendapatkan panggilan, ada yang sudah menjadi langganan, tapi tidak mendapatkan panggilan di pemusatan latihan kedua, dan ada wajah-wajah baru juga dilihat oleh pelatih asal Korea Selatan itu.

Hansamu Yama Pranata, Stefano Lilipaly, Andritany Ardhiyasa, dan Yanto Basna, adalah beberapa pemain yang kerap menjadi langganan Timnas Indonesia tapi tidak mendapatkan panggilan mengikuti pemusatan latihan yang digelar Shin Tae-yong pada Agustus 2020. Tapi, pelatih asal Korea Selatan itu memang membawa sejumlah wajah baru dalam pemusatan latihan kali ini.

Sebut saja Kushedya Hari Yudo, striker anyar Arema FC, yang penampilannya memang sangat baik ketika memperkuat Singo Edan pada awal musim. Namun, masih banyak pula pemain berkualitas lainnya yang belum mendapatkan panggilan dari Shin Tae-yong.

Jika bicara dua kali pemusatan latihan, di mana untuk yang kedua ini ada 29 pemain yang mendapatkan panggilan, Shin Tae-yong total sudah memanggil 49 pemain dalam dua pemusatan latihan yang berbeda. Seperti yang sudah diungkap di atas, jumlah total tersebut terdiri dari pemain yang dua kali mendapatkan panggilan, maupun yang hanya mendapatkan panggilan di satu pemusatan latihan saja.

Namun, masih cukup banyak pemain yang belum mendapatkan kesempatan untuk memperlihatkan kualitasnya di depan Shin Tae-yong secara langsung. Kali ini, Bola.com mengulas 5 pemain yang cukup layak mendapatkan kesempatan dari pelatih asal Korea Selatan itu untuk memperkuat Timnas Indonesia.

2 dari 7 halaman

Todd Rivaldo Ferre

Todd Rivaldo Ferre pertama kali dikenal karena keberhasilannya membawa Persipura U-19 menjuarai Liga 1 U-19 2017, di mana ia menjadi pemain terbaik dalam kompetisi tersebut.

Kecemerlangannya membuat Indra Sjafri yang saat itu menangani Timnas Indonesia U-19 sempat terdesak. Tidak adanya pemain asal Papua di dalam tim asuhan Indra Sjafri membuat publik pecinta Timnas Indonesia bersuara. Todd Rivaldo Ferre dianggap layak untuk mendapatkan panggilan ke Tim Garuda Muda.

Todd Rivaldo Ferre masuk dalam skuat Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 2018. Namun, jumlah penampilannya saat itu terbilang sedikit dan Timnas Indonesia asuhan Indra Sjafri itu hanya finis di peringkat ketiga.

Performa apik Todd Rivaldo Ferre baru terlihat ketika memperkuat tim yang sama di Piala AFC U-19 2018. Ia tampil dalam empat pertandingan dan semua diawali dari bangku cadangan.

Todd Rivaldo Ferre mendapatkan sorotan ketika Timnas Indonesia U-19 menghadapi Qatar. Tim Garuda Muda sudah tertinggal 1-4 di akhir babak pertama dan sempat makin tertinggal menjadi 1-6 hingga menit ke-60.

Masuknya Todd Ferre menjadi suntikan semangat yang luar biasa bagi tim asuhan Indra Sjafri. Kelincahan menguasai bola dan menggocek begitu banyak pemain lawan membuat Todd Rivaldo Ferre mampu mencetak hattrick dalam pertandingan tersebut.

Sayang, satu gol tambahan dari Saddil Ramdani tak membuat Indonesia bisa meraih kemenangan. Namun, dari ketinggalan 1-6, Timnas Indonesia U-19 berhasil mengakhiri pertandingan dengan hanya kalah tipis 5-6, dan itu berkat permainan apik Todd Ferre setelah masuk dalam lapangan.

Musim 2019 menjadi musim yang juga apik bagi Todd Ferre. Kecemerlangan di Piala AFC U-19 2018 membawanya naik level ke Timnas Indonesia U-22 yang juga ditangani oleh Indra Sjafri pada saat itu. Meski tidak berstatus pemain utama, Todd Rivaldo Ferre ikut mengantar Tim Garuda menjadi juara Piala AFF U-22 2019.

Tak hanya itu, performa apik juga diperlihatkannya bersama Persipura di Liga 1 2019. Ia pun menjadi satu di antara 11 pemain yang terpilih sebagai Liga 1 Team of the Season 2019, seta menjadi pemain muda terbaik Liga 1 2019.

Dengan semua potensi yang dimiliki pemain muda asal Papua itu, tampaknya Shin Tae-yong harus menjajalnya untuk mengisi lini tengah Tim Garuda.

3 dari 7 halaman

Septian Bagaskara

Septian Bagaskara merupakan seorang striker muda yang bisa dibilang memperjuangkan kariernya dari level terbawah. Ia bergabung bersama Persik Kediri pada 2017. Ia kemudian membantu Persik menjuarai Liga 3 2018 sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak Liga 3 pada saat itu.

Membawa Persik Kediri promosi ke Liga 2 2019 tentu menjadi torehan prestasi yang luar biasa bagi pemain yang saat itu baru berusia 20 tahun tersebut. Satu hal yang luar biasa, Septian juga membantu Persik langsung promosi ke Liga 1 dengan menjuarai Liga 2 2019.

Kini Septian tetap bersama Persik Kediri sebagai tim promosi di Liga 1 2020. Namun, ketika Persik tampil di kasta tertinggi, Septian seakan mulai kehilangan tempat. Dari tiga pertandingan pertama Liga 1 2020, Septian memang mendapatkan kesempatan tampil dalam dua laga, tapi hanya sebagai pemain pengganti.

Dalam dua pertandingan tersebut Septian hanya mengemas total 81 menit. Kehadiran striker asing Nikola Asceric dan juga Antoni Putro membuat Septian tersingkir dari tim utama Persik yang kini ditangani oleh Joko Susilo.

Namun, mengingat usianya yang baru 22 tahun, belum waktunya bagi Septian untuk menyerah. Perjalanan pemain berpostur tinggi itu masih panjang untuk menjadi striker yang bisa diandalkan di lini depan timnya pada masa yang akan datang.

Kecemerlangannya bersama Persik Kediri pada Liga 3 2017 sempat membuat Septian mendapatkan panggilan mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22 asuhan Indra Sjafri. Namun, sayang Septian memang tidak dibawa ketika Tim Garuda Muda berkompetisi, baik di Kualifikasi Piala AFC U-23 2020, Piala AFF U-22 2019, dan SEA Games 2019.

Dengan prestasinya sejak usia muda, terutama karena ia masih cukup muda saat ini, Septian tampaknya layak untuk mendapatkan kesempatan dari Shin Tae-yong untuk memperkuat Timnas Indonesia.

4 dari 7 halaman

Witan Sulaeman

Untuk pemusatan latihan kali iin, Witan Sulaeman kembali dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia U-19. Untungnya, gelandang berusia 18 tahun itu telah merampungkan Serbian SuperLiga atau kasta teratas Liga Serbia bersama Radnik Surdulica.

Witan telah menjadi pemain kesayangan Shin Tae-yong sejak menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia U-19 pada Januari 2020. Namanya tidak pernah hilang dalam daftar skuad pada tiga kali pemusatan latihan.

Sebagai gelandang serang, kualitas Witan terbilang lengkap. Eks pemain PSIM Yogyakarta ini bisa berperan sebagai playmaker hingga penyerang sayap.

Skill individu adalah andalannya saat ini. Witan juga punya visi dan misi bermain yang mumpuni. Pemain asal Palu, Sulawesi Tengah ini tahu kapan harus menggiring dan mengoper bola.

Tahun pertama Witan di Eropa terbilang lumayan. Alumnus SKO Ragunan ini mampu mengemas dua penampilan untuk Radnik Surdulica sejak bergabung pada pertengahan musim 2019-2020.

Saat ini, Witan Sulaeman memang tampaknya menjadi senjata Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia U-19 yang dipersiapkan untuk Piala Dunia U-20 2021. Namun, Witan juga layak untuk dijajal oleh pelatih aasl Korea Selatan itu ke Timnas Indonesia senior mendampingi Egy Maulana Vikri, yang sudah menjadi tandemnya sejak masih di Timnas Indonesia U-19 asuhan Indra Sjafri.

5 dari 7 halaman

Irfan Jaya

Irfan Jaya bukanlah pemain baru di Timnas Indonesia. Ia sudah mendapatkan kesempatan ketika membela Timnas Indonesia U-23 asuhan Luis Milla di Asian Games 2018.

Kala itu, Irfan Jaya mendapatkan kesempatan tampil dalam lima pertandingan, di mana empat di antaranya sebagai starter. Irfan pun sukses mencetak dua gol di pesta olahraga Asia yang digelar di Jakarta itu.

Setelah itu, Irfan Jaya selalu menjadi pilihan pelath interim Timnas Indonesia, Bima Sakti, sepeninggalan Luis Milla. Irfan tampil dalam tiga laga persahabatan internasional dan dua kali bermain di Piala AFF 2018.

Ketika Timnas Indonesia menjalani kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, Irfan juga dipercaya Simon McMenemy untuk tampil sebagai pemain pengganti saat Tim Garuda kalah 2-3 dari Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Namun, dalam dua pemusatan latihan yang digelar Shin Tae-yong pada Februari dan Agustus 2020, nama pemain sayap Persebaya Surabaya sama sekali tidak terlihat. Padahal potensi yang dimilikinya sebagai pemain sayap sangat besar untuk menopang penyerangan Tim Garuda.

6 dari 7 halaman

Hari Nur Yulianto

Seperti halnya Septian Bagaskara, Hari Nur Yulianto adalah pemain yang sama sekali belum mendapatkan kesempatan membela Timnas Indonesia, di berbagai kategori umur hingga senior. Padahal pemain berusia 31 tahun ini memperlihatkan performa yang bagus sejak mengantar PSIS Semarang promosi ke Liga 1 hingga saat ini.

Hari Nur Yulianto merupakan striker yang telah memulai karier profesional sejak 2010 bersama PSCS Cilacap di Divisi Utama. Ia kemudian membela Persibangga Pubalingga pada 2011 hingga akhirnya bergabung bersama PSIS Semarang pada 2013.

Hari Nur Yulianto menjadi seorang pemain yang setia bersama PSIS Semarang hingga akhirnya tampil baik di Liga 2 2017 untuk promosi ke Liga 1 pada 2018. Pada musim pertamanya di Liga 1, Hari Nur Yulianto mendapatkan 34 penampilan dan mencetak 10 gol.

Ia harus memberikan posisi utama di ujung tombak kepada Bruno Silva yang mencetak 16 gol dalam 31 pertandingan. Ketika Bruno bermain, Hari Nur harus pasrah untuk menjadi pemain yang bertipe melayani ketimbang menjadi striker haus gol.

Namun, Hari Nur Yulianto masih punya perjalanan yang panjang bersama PSIS. Loyalitasnya bersama Laskar Mahesa Jenar bisa memberikan kesempatan kepadanya untuk terus berkembang menjadi striker yang mematikan di lini depan. Hingga waktunya nanti panggilan menuju Timnas Indonesia mungkin akan datang kepadanya.

Shin Tae-yong pun wajib untuk melihat dulu permainan Hari. Jadi pelatih asal Korea Selatan itu bisa mempertimbangkan apakah Hari akan cocok dengan skema permainan yang akan diterapkannya bersama Tim Garuda.

7 dari 7 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer