Sukses


Membandingkan Gaya Permainan Timnas Indonesia U-19 Era Shin Tae-yong, Fakhri Husaini, dan Indra Sjafri

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-19 asuhan Shin Tae-yong perlahan tetapi pasti mulai menunjukkan tajinya. Hal itu dibuktikan dengan raihan hasil yang tak buruk-buruk amat pada beberapa laga uji coba dalam pemusatan latihan di Kroasia.

Pelatih Shin Tae-yong membangun skuad Timnas Indonesia U-19 dari nol. Pelatih asal Korea Selatan itu memilih langsung pemain yang diboyong ke pemusatan latihan di Kroasia.

Keputusan Shin Tae-yong memilih 30 pemain terbuki tidak keliru. Para pemain pilihannya mulai mampu mengeluarkan penampilan terbaiknya dalam tujuh laga uji coba yang digelar di Kroasia.

Timnas Indonesia U-19 memang belum sempurna. Dari tujuh laga yang dimainkan, Timnas Indonesia U-19 meraih dua kemenangan, tiga kali kalah, dan sekali imbang. Namun, mengacu pada hasil tersebut sudah ada perubahaan yang terjadi di Timnas U-19.

Shin Tae-yong memang tampil menggebrak dengan mengandalkan skema 4-4-2. Strategi tersebut tentu saja berbeda dengan yang pernah diterapkan dua pelatih terakhir Timnas U-19, Indra Sjafri dan Fakhri Husaini.

Sandi Arta Samosir bangga mendapatkan kesempatan bermain di Timnas Indonesia U-19, namun kecewa dengan hasil pertandingan melawan Kroasia. (dok. PSSI)

Melalui skema andalan tersebut, gaya permainan Timnas U-19 mengalami perubahan drastis. Alur serangan lebih sering berada di lini tengah yang siap menyokong dua penyerang di lini depan.

Jarak antarpemain juga lebih bervariasi yakni bisa berdekatan ketika melakukan operan pendek dan lebih terbuka ketika melakukan operan panjang. Stamina para pemain Timnas Indonesia U-19 jauh meningkat dan selalu andal ketika menerapkan pola man to man marking.

Selain itu, skema 4-4-2 ala Shin Tae-yong juga memungkinkan bek sayap pada kiri dan kanan turut membantu serangan tanpa melupakan peran utamanya. Hal inilah yang membuat gaya permainan Timnas Indonesia U-19 lebih bervariasi.

2 dari 4 halaman

Sempurnakan Kebiasaan

Secara keseluruhan, gebrakan yang dilakukan Shin Tae-yong sejatinya hanya menyempurnakan kebiasaan gaya permainan dari Timnas Indonesia U-19. Seperti diketahui, pelatih sebelumnya semisal Indra Sjafri dan Fakhri Husaini lebih suka memainkan skema 4-3-3.

Kedua mantan pelatih Timnas U-19 memiliki gaya permainan yang mirip. Indra Sjafri misalnya yang lebih mengandalkan permainan atraktif dengan kolektivitas tim yang solid.

Indra Sjafri semasa di Timnas U-19 juga mengandalkan penguasaan bola yang baik pada setiap pertandingan. Pelatih asal Sumatra Barat memiliki filosofi permainan yang mengandalkan umpan pepepa alias pendek-pendek-panjang.

Gaya permainan tersebut membuat pergerakan pemain lebih dekat. Kemudian ketika lawan lengah, biasanya para pemain melepaskan umpan panjang ke sektor sayap. Biasanya, pemain yang berada di posisi tersebut memiliki kemampuan individu yang lebih berupa kecepatan, kelincahan, atau tembakan akurat.

Pemain Timnas Indonesia U-19 merayakan gol yang dicetak oleh Muhammad Fajar Fathur ke gawang Timor Leste pada laga Kualifikasi Piala AFC U-19 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (6/11/2019). Indonesia menang 3-1 atas Timor Leste. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Adapun ketika bersama Fakhri Husaini, permainan Timnas Indonesia U-19 lebih mengandalkan gaya sepak bola modern. Gaya permainan yang jadi andalan Fakhri tak begitu kompleks, namun tetap membuat para pemainnya disiplin dan menjalankan skema dengan baik.

Fakhri percaya penguasaan bola plus umpan-umpan pendek antarpemain lebih membuka peluang untuk memenangi pertandingan. Situasi itu yang membuatnya suka memainkan skema 4-3-3, serupa dengan Indra Sjafri.

Skema tersebut bisa berhasil jika memiliki sumber daya pemain yang tepat. Contohnya adalah gelandang sayap yang tak kenal lelah berlari dan terus menekan lawan dan dipadukan penyerang bernaluri gol yang tinggi.

Jika melihat Timnas U-19 saat ini, sebenarnya intinya Shin Tae-yong tetap mempertahankan gaya permainan. Namun, perbedaannya adalah pemain lebih punya stamina yang baik sehingga bisa berlari menekan lawan sepanjang laga plus bermain di berbagai posisi.

3 dari 4 halaman

Tak Kesulitan

Adanya perbedaan gaya permainan Timnas Indonesia U-19 tak menyulitkan para pemain. Muhammad Supriadi yang merupakan mantan anak asuh Fakhri Husaini dan saat ini bermain untuk tim asuhan Shin Tae-yong mengungkapkan perbedaannya.

Menurut Supriadi, skema 4-3-3 ala Fakhri Husaini dan 4-4-2 bersama Shin Tae-yong sama-sama baik. Perbedaannya hanya cara yang dihadapi untuk menekan lawan dan meraih kemenangan.

"Bedanya mungkin hanya cara latihan dan skema pertandingan. Coach Shin Tae-yong pakai formasi 4-4-2. Latihannya juga fisik terus setiap hari," tegas Supriadi.

Apapun gaya permainan yang diusung Timnas Indonesia U-19 sejatinya sudah disesuaikan dengan sumber daya permainan yang ada. Siapapun pelatihnya dan skema andalannya tujuannya tetap satu yakni memberikan hasil yang terbaik untuk Timnas U-19.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Video Populer

Foto Populer