Sukses


Efek Tidak Jelasnya Shopee Liga 1 2020, Persiraja Diambang Bangkrut dan Mulai Bingung Bayar Gaji Pemain

Bola.com, Banda Aceh - Persiraja Banda Aceh diambang kebangkrutan. Hal itu terjadi karena nasib Shopee Liga 1 2020 yang tidak jelas dan situasi keuangan klub yang terganggu karena tidak ada pemasukan.

Nasib Shopee Liga 1 2020 belum juga menemui kepastian. Padahal, sesuai dengan keputusan awal yakni penundaan selama sebulan, kompetisi seharusnya digelar dua hari lagi yakni pada 1 November.

Namun, sampai saat ini tak ada tanda-tanda kompetisi sepak bola Indonesia bakal digelar kembali. Hal itu terlihat dari mayoritas klub yang memutuskan untuk meliburkan pemain hingga waktu yang tidak ditentukan.

Bahkan, Persiraja Banda Aceh juga mulai kesulitan finansial karena tidak ada pemasukan dan harus tetap membayarkan gaji pemain. Sekretaris Umum Persiraja, Rahmat Djailani, menyebut untuk menjalankan SK PSSI nomor SKEP/48/III/2020 berupa kewajiban membayar gaji pemain sebesar 25 persen saja klubnya kebingungan.

"Untuk gaji bulan depan kami tidak tahu mau bayarnya bagaimana. Habis kami, bangkrut. Kalau merujuk pada SK PSSI yang kembali ke 25 persen itu," kata Rahmat Djailani.

"Bayar yang 25 persen itu juga kami bingung. Mau mengambil uangnya dari mana? Sebab, tidak ada pemasukan sama sekali," tegas Rahmat.

Besar kemungkinan akan ada klub Shopee Liga 1 2020 lainnya yang memiliki nasib serupa dengan Persiraja Banda Aceh. Apalagi sampai saat ini PSSI dan PT LIB belum memiliki gambaran yang jelas mengenai nasib kompetisi.

2 dari 3 halaman

Tahun Depan?

Nasib Shopee Liga 1 2020 sebenarnya berada dalam kuasa Kepolisian Republik Indonesia. Jika restu dari Polri turun, maka kompetisi bisa kembali bergulir.

Untuk saat ini, restu Polri kemungkinan bakal sulit terealisasi karena padatnya agenda nasional yang krusial. Medio November-Desember Polri akan berfokus pada pengamanan Pilkada serentak yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Dengan demikian, situasi yang ideal kembali melanjutkan kompetisi adalah pada awal 2021. Akan tetapi, hal ini juga terlalu riskan karena berpotensi mengganggu agenda sepak bola lainnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

Video Populer

Foto Populer