Sukses


Aries Rinaldi Mengenang Momen Tinggalkan PSMS dan Gabung Persib untuk Rasakan Titel Juara Perserikatan

Bola.com, Makassar - Aksi Aries Rinaldi sebagai kiper pernah mewarnai pentas kompetisi Galatama, Perserikatan dan Liga Indonesia. Pencapaian terbaiknya adalah membawa Persib Bandung meraih trofi juara Perserikatan 1993/1994.

Sosok Aries Rinaldi juga sempat jadi bagian Maung Bandung di Liga Indonesia edisi perdana pada 1994/1995. Namun, di putaran kedua, Aries Rinaldi diparkir oleh pelatih Persib, Indra Thohir sampai musim itu berakhir.

Seperti diketahui, Persib akhirnya menjadi tim pertama yang menjuarai kompetisi kasta tertinggi Tanah Air itu. Dalam channel Youtube Jurnal Opah, Aries menceritakan perjalanan kariernya di sepak bola yang berawal saat dirinya terpilih masuk Diklat PSSI yang berlokasi di Medan.  "Saya berasal dari pedalaman Kalimantan. Saya ke Medan saat usia masih 16 tahun," kenang Aries Rinaldi.

Selepas menimba ilmu sepak bola di Diklat PSSI, Aries Rinaldi langsung mendapat tawaran masuk skuad PSMS Junior pada 1987. Berkat talenta dan kerja kerasnya, ia kemudian terpilih memperkuat tim senior PSMS pada 1988.

Hanya setahun di PSMS, Aries mendapat tawaran memperkuat Medan Jaya, klub Liga Sepak Bola Utama (Galatama). Ia juga tak lama di Medan Jaya setelah memutuskah pindah ke PS Pusri Palembang, klub Galatama lainnya.

Sosok Aries mulai mencuat ketika ia kembali ke Medan untuk memperkuat PSDS Deli Serdang. Bersama klub tetangga PSMS itu, Aries berkiprah sampai babak 6 Besar Perserikatan musim 1991/1992. Pencapaiannya ini terbilang lumayan. Karena PSDS jadi wakil Wilayah Barat bersama Persib Bandung dan PSMS Medan setelah menyingkirkan Persija Jakarta, Persita Tangerang dan Persijatim.

Meski PSDS gagal ke semifinal, talenta Aries terpantau pengurus Persib. Menurut Aries, ia mendapat tawaran dari Achmad 'Babay' Hidayat dan Wardaya yang saat itu memegang kendali tim.

"Mereka menawarkan saya pindah ke Bandung dengan iming-iming menjadi pegawai Pemda Jabar sekaligus jadi batu loncatan untuk masuk skuat Persib musim berikutnya," ungkap Aries.

 

2 dari 3 halaman

Jadi Bagian Skuad Persib

Pada kesempatan itu, Aries Rinaldi mengungkap figur penting di balik keputusannya pindah ke Bandung. Ia adalah Erwin Palawi, pemilik sebuah klub amatir yang menaungi Aries di Medan.

"Beliau yang mendorong saya ke Bandung. Meski asli Medan, Pak Erwin adalah pendukung Persib karena penah menempuh pendidikan dari sekolah menengah atas sampai menyelesaikan kuliah di Bandung," terang Aries.

Sebelum ke Bandung, Aries masih sempat memperkuat PSMS di Piala Utama 1992. Kebetulan, PSMS berada satu grup bersama Persib, Pelita Jaya dan Arseto Solo yang berlangsug di Stadion Sriwedari Solo. Di ajang itu, Aries kembali digoda oleh Persib. "Tapi, saya belum mengiyakan karena prosedur kepindahan pemain saat itu tak semudah sekarang," lanjut Aries.

Pendekatan pengurus Persib ke Aries baru berhasil pada 1993. Tepatnya ketika PSMS berkiprah di Piala Pers. Di ajang itu, PSMS takluk ditangan Persib di partai puncak.

"Usai laga, saya diberi uang oleh Pak Babay. Kata beliau, itu uang jajan selama di Bandung. Pada kesempatan itu, saya kembali ditawari pindah ke Bandung. Saya pun mengiyakan sekaligus minta izin pulang ke Medan untuk mengurus surat keluar dari klub," kata Aries.

Ternyata setiba di Medan dan menemui Erwin, surat keluarnya sudah dikirim ke Bandung. "Pak Erwin sudah membuatnya dan sekalian meminta rekomendasi dari PSMS dan Komda PSSI Sumut," pungkas Aries.

Di Bandung, Aries tak langsung bergabung di skuad Persib. Ia terlebih dulu memperkuat tim Pemda Jabar yang berkiprah di kompetisi internal Persib. Bersama Aries, PS Pemda Jabar meraih trofi juara.

Aksi ciamik Aries bersama timnya itu terutama menghalau tendangan penalti lawan jadi nilai plusnya untuk menjadi bagian dari skuad Maung Bandung musim 1993/1994.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

3 Gol Terbaik BRI Liga 1, Salah Satunya Tendangan Spektakuler Irsyad Maulana

Video Populer

Foto Populer