Sukses


Menakar Peluang 7 Pemain Klub Luar Negeri untuk Menjadi Starter Timnas Indonesia

Bola.com, Makassar - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, sudah merilis 34 pemain yang akan menjalani pemusatan latihan di Jakarta pada 1 hingga 10 Mei 2021. Pemusatan latihan ini dilakukan sebagai bentuk persiapan menuju tiga laga terakhir di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Timnas Indonesia akan menjalani tiga pertandingan terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Uni Emirat Arab. Ketiga laga yang dijalani Tim Garuda, antara lain menghadapi Thailand (3/6/2021), Vietnam (7/6/2021), dan Uni Emirat Arab (11/6/2021).

Sebelum berlaga di Kualifikasi Piala Dunia 2022, Timnas Indonesia lebih dulu akan melakoni dua laga uji coba menghadapi Afghanistan pada 25 Mei dan Oman pada 29 Mei. Keduanya akan digelar di Dubai.

Dari 34 pemain yang dipanggil, tujuh di antaranya tengah berkiprah di luar negeri. Ketujuh pemain itu adalah Ryuji Utomo (Penang FC/Malaysia), Yanto Basna (PT Prachuap/Thailand), Elkan Baggott (Kings Lynn Town/Inggris), Asnawi Mangkualam (Ansan Greeners/Korea Selatan), Witan Sulaeman (FC Radnik Surdulica/Serbia), Egy Maulana Vikri, (Lechia Gdansk/Polandia), dan Syahrian Abimanyu (Newcastle Jets/Australia).

Ketika dihubungi Bola.com, Sabtu (1/5/2021), pengamat sepak bola asal Makassar, Herman Kadiaman, mengungkapkan ketujuh pemain ini memang pantas mendapatkan panggilan dari Shin Tae-yong. Mantan staf pelatih di Arema Indonesia dan PSM Makassar ini memprediksi mereka berpeluang besar masuk dalam skema tim inti Shin Tae-yong yang akrab dengan formasi 4-4-2.

"Ketujuh pemain ini diharapkan bisa menularkan ilmu dan pengalamannya di luar negeri kepada rekan-rekan mereka yang membela klub Tanah Air," ujar Herman.

"Terkait menit bermain mereka di klub masing-masing, Herman tidak melihatnya sebagai acuan yang mutlak dipakai Shin Tae-yong sebagai indikator pemanggilan. Menurut Herman, sebagai pelatih yang pernah membawa Timnas Korea Selatan berkiprah di Piala Dunia, Shin Tae-yong pasti sudah memiliki kriteria tersendiri.

"Kriteria atau standar tinggi ala Coach Shin Tae-yong inilah yang membuat sejumlah pemain bersinar di Piala Menpora 2021 tidak masuk dalam daftar panggil Timnas Indonesia," ujar Herman.

2 dari 3 halaman

Persaingan Ketat

Bila mengacu formasi 4-4-2 yang biasa digunakan Shin Tae-yong, Herman menilai persaingan di posisi stoper terbilang ketat. Ada tiga pemain klub luar negeri yang dipanggil Timnas Indonesia, yakni Ryuji Utomo, Yanto Basna, dan Elkan Baggott. Mereka harus bersaing memperebutkan dua slot bek tengah.

Belum lagi di posisi ini ada deretan pemain klub dalam negeri yang juga masuk daftar panggil, seperti Rachmat Irianto dan Arif Satria dari Persebaya Surabaya, Andy Setyo dari Persikabo, dan Nurhidayat Haji Haris dari PSM Makassar. Dari nama-nama di atas, Herman memilih Elkan dan Ryuji yang paling berpeluang mengisi dua slot posisi stoper.

"Ryuji punya power dan kuat dalam duel satu lawan satu. Sedangkan Elkan bagus dalam membawa arah bola. Keduanya juga tangguh dalam duel bola atas," terang Herman seraya menunjuk Asnawi Mangkualam sebagai pemain utama di posisi bek sayap kanan.

Sementara di lini tengah, Herman menunjuk Klok dan Syahrian sebagai yang paling berpeluang mengisi dua tempat di posisi gelandang tengah. Marc Klok di mata Herman tampil baik bersama Presija sepanjang Piala Menpora 2021.

"Klok mampu menjaga keseimbangan permainan Persija. Ia juga piawai sebagai eksekutor bola-bola mati. Itulah mengapa Klok terpilih sebagai pemain terbaik di Piala Menpora 2021," tegasnya.

Sementara di posisi penyerang sayap, Witan Sulaeman dinilai Herman paling berpeluang mengisi satu slot. Witan bisa bermain sebagai penyerang sayap kiri maupun kanan.

Sementara itu, Egy Maulana Vikri harus bersaing dengan Osvaldo Haay yang tampil baik bersama Persija di Piala Menpora. Selain ketiga pemain itu, masih ada nama Yakob Sayuri dari PSM Makassar dan gelandang Bhayangkara Solo FC, Adam Alis.

Kalau pun Egy kalah bersaing dengan Osvaldo, gelandang Lechia Gdansk ini bisa diplot sebagai second striker karena dinilai punya insting tinggi untuk mencetak gol. Apalagi deretan nama-nama striker yang dipanggil kebanyakan bertipe petarung, yakni Dendi Sulistyawan dari Bhayangkara Solo FC, Saddam Emiruddin dari PSS Sleman, Muhammad Rafli dan Kushedya Hari Yudo dari Arema FC.

Jika diplot sebagai second striker, Egy Maulana Vikri akan bersaing dengan pemain muda Persija Jakarta, Braif Fatari, yang juga menjadi pilihan reguler Shin Tae-yong di Timnas Indonesia U-19.

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer