Sukses


Mencari Kepingan Puzzle Terakhir Persija untuk Liga 1 Musim Ini: SOS, Macan Kemayoran Butuh Playmaker Serep!

Bola.com, Jakarta - Persija Jakarta masih belum sempurna. Keberhasilan meraih gelar juara Piala Menpora 2021 tidak membuat tim berjulukan Macan Kemayoran itu nihil kekurangan.

Persija Jakarta tidak keluar sebagai kampiun Piala Menpora dengan dominan. Macan Kemayoran, julukannya, sempat tertatih-tatih di babak penyisihan.

Persija bahkan mengawali Piala Menpora dengan kekalahan 0-2 dari PSM Makassar. Begitu kedua tim kembali berhadapan di semifinal, Macan Kemayoran nyaris tersingkir jika tidak menang di adu tendangan penalti.

Total Persija merangkum lima kemenangan dalam delapan pertandingan Piala Menpora. Tiga partai sisanya berakhir dengan dua kali seri dan sekali kalah.

Dari delapan laga itu, Persija membukukan 11 gol dan kebobolan tiga kali. Total produktivitas Macan Kemayoran membuktikan bahwa lini depan tim ibu kota belum tajam.

Apa yang perlu dilengkapi dalam kepingan puzzle Persija Jakarta supaya mampu bersaing di tangga juara Liga 1 nanti?

2 dari 5 halaman

Playmaker

Persija Jakarta darurat playmaker. Kehilangan Evan Dimas membuat kerja Marc Klok kian berat. Selain bertugas sebagai gelandang bertahan, pemain naturalisasi itu juga berfungsi untuk mengalirkan bola ke lini depan.

Peran playmaker Persija di Piala Menpora sesekali diemban oleh Ramdani Lestaluhu. Namun, era gelandang berusia 29 tahun itu telah habis. Kualitasnya tidak lagi sepadan untuk menjadi pemain utama Macan Kemayoran.

Ketiadaan playmaker bikin Marko Simic frustrasi. Bomber asal Kroasia itu terisolasi jika Riko Simanjuntak dimatikan. Striker berusia 33 tahun ini kurang dilayani dengan baik karena nihilnya gelandang serang yang mumpuni.

3 dari 5 halaman

Wiljan Pluim

Jika Persija berani mengorbankan satu pemain asingnya demi membajak Wiljan Pluim dari PSM Makassar, maka masalah lini tengah dijamin akan terselesaikan.

Saat ini, kuota pemain asing Persija telah penuh. Selain Marko Simic, Macan Kemayoran mempunyai Rohit Chand, Marco Motta, dan Yann Motta.

Keberadaan dua pemain asing di lini belakang terkesan mubazir. Persija mesti mengambil risiko dengan mendepak Marc Motta atau Yann Motta demi memberikan jalan bagi Wiljan Pluim.

Wiljan Pluim merupakan satu dari playmaker asing tersohor di Liga 1 saat ini. Gelandang asal Belanda itu mampu membius penonton dengan tariannya di atas lapangan.

Sebagai playmaker, Wiljan Pluim dibekali dengan teknik tinggi. Pemain berusia 32 tahun itu mampu melewati pemain lawan, membuat assist, hingga mencetak gol.

Sejak bergabung dengan PSM pada pertengahan 2016, Wiljan Pluim membukukan 99 penampilan dengan raihan 25 gol dan 33 assists berdasarkan data Transfermarkt.

Masalahnya, Wiljan Pluim masih terikat kontrak dengan PSM Makassar hingga 2024. Persija harus membelinya dengan mahal dari PSM seperti apa yang dilakukan terhadap Marc Klok pada tahun lalu.

4 dari 5 halaman

Paulo Sergio

Paulo Sergio menjadi pilihan yang masuk akal bagi Persija ketimbang Wiljan Pluim. Saat ini, gelandang asal Portugal itu berstatus tanpa klub.

Paulo Sergio memilih mundur dari Bali United ketika kompetisi musim lalu dihentikan akibat pandemi COVID-19.

Paulo Sergio bukan playmaker sembarangan. Pemain berusia 37 tahun ini telah dua kali meraih gelar juara Liga 1 bersama Bhayangkara FC pada 2017 dan Bali United dua tahun berselang.

Mantan playmaker Sporting CP ini juga dianugerahi sebagai pemain terbaik Liga 1 2017.

Namun, Paulo Sergio tidak cocok untuk diproyeksikan menjadi target jangka panjang Persija. Karena usianya, pemain bertubuh mungil itu mungkin hanya mampu mempertahankan kualitasnya selama dua tahun ke depan.

Berdasarkan catatan Transfermarkt, Paulo Sergio bermain 97 kali di Indonesia dengan total 21 gol dan 33 assist.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Video Populer

Foto Populer