Sukses


Deretan Pemain Naturalisasi yang Tak Diangkut Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia: Keputusan Tepat?

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia semakin mantap menatap lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Evan Dimas dkk. konsisten mengalami perkembangan dalam pemusatan latihan di Jakarta.

Timnas Indonesia telah menggelar pemusatan latihan sejak 1 Mei 2021 sebelum berangkat ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), pada 17 Mei 2021.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menetapkan Dubai sebagai tuan rumah pertandingan tersisa di Grup G. Di sana, Timnas Indonesia akan melawan Thailand pada 3 Juni 2021, Vietnam pada 7 Juni 2021, dan UEA empat hari berselang.

Beberapa waktu lalu, komposisi pemain Timnas Indonesia dalam pemusatan latihan di Jakarta berubah. Pelatih Shin Tae-yong menambah lima pemain baru dan mencoret dua nama lama.

Shin Tae-yong dikenal menyukai pemain muda. Tidak heran, banyak sekali pemain-pemain bermasa depan cerah yang mendapatkan kepercayaan mengisi slot Timnas Indonesia, seperti Braif Fatari, Rachmat Irianto, hingga Pratama Arhan.

Adapun lima pemain baru yang dipercaya Shin Tae-yong untuk meramaikan pemusatan latihan Timnas Indonesia meliputi bomber Bali United, Ilija Spasojevic, duo Persebaya Surabaya, Rizky Ridho serta Ady Setiawan, kiper PSS Sleman, Adi Satryo, dan bek Persikabo 1973, Didik Wahyu.

Dua nama yang dicoret Shin Tae-yong terdiri dari Yanto Basna dan Muhammad Riyandi. Nama pertama dihapus dari daftar pemain karena dianggap mangkir alias tidak kunjung bergabung dengan pemusatan latihan Timnas Indonesia.

Di barisan pemain naturalisasi, Shin Tae-yong menyertakan Elkan Baggott, Ilija Spasojevic, dan Marc Klok. Menariknya, Timnas Indonesia juga kedatangan gelandang PSS, Arthur Irawan.

Kabar ini cukup mengejutkan mengingat ada sejumlah pemain naturalisasi yang dirasa lebih layak dipanggil oleh Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia. Berikut ini Bola.com mengulasnya:

2 dari 5 halaman

Ezra Walian

Pemain naturalisasi kelahiran Belanda 22 Oktober 1997 itu juga berpengalaman membela Timnas Indonesia. Sama dengan Febri Hariyadi, sosok Ezra terpanggil ke timnas saat ajang SEA Games 2017 di bawah asuhan Luis Milla.

Meskipun pada ajang tersebut Timnas Indonesia hanya meraih medali perunggu, pencapaian itu cukup lumayan. Terlebih Ezra untuk kali pertama membela Timnas Garuda.

Sayang, timnas di era kepemimpinan Shin Tae-yong, Ezra masih belum dilirik. Padahal, ia cukup mumpuni untuk dicoba memperkuat Timnas Indonesia.

Walaupun di Piala Menpora 2021 kurang maksimal dalam bermain, ia membuktikan sebagai striker yang berbahaya dengan menyumbang tiga gol dan turut membantu Persib Bandung lolos hingga ke final.

3 dari 5 halaman

Kim Kurniawan

Kim Kurniawan mungkin bukan nama baru dalam kancah sepak bola Indonesia. Tapi bukan berarti namanya sudah habis tak tersisa.

Pada Piala Menpora 2021, justru kelihaiannya tercermin betul. Bergabung dengan PSS Sleman dari Persib Bandung, Kim Jeffrey Kurniawan terbilang langsung nyetel dengan permainan tim berjulukan Elang Jawa tersebut.

Ia urung mencetak gol maupun assist, namun itu memang bukan tugas utamanya. Sebagai gelandang, saudara Irfan Bachdim itu sukses menggalang lini tengah.

Dilansir dari Lapangbola.com, pemain naturalisasi yang sempat merumput bersama Persema Malang itu mencatatkan 18 tekel dan menjadi pemain dengan menit terbanyak, yakni 540 menit, alias selalu bermain sejak fase grup.

Ia juga melepaskan 192 operan dengan rata-rata 32 passing per laga. Ini bisa jadi poin plus buat Shin Tae-yong yang menyukai tipe pemain seperti Kim Jeffrey Kurniawan; lugas dan taktis.

4 dari 5 halaman

Stefano Lilipaly

Gelandang naturalisasi kelahiran Belanda, 10 Januari 1990, ini tampil cukup ciamik bersama Bali United. Kemampuan dalam menyerang dan bertahan yang dimiliki pemain naturalisasi ini harus menjadi perhatian bagi PSS.

Bahkan, Lilipaly terkadang mampu mencetak gol dari luar kotak penalti. Kemampuannya dalam menerobos pertahanan lawan cukup membahayakan untuk setiap lawan yang dihadapi.

Stefano Lilipaly sebetulnya kerap kali menjadi kepercayaan oleh pelatih Timnas Indonesia era sebelumnya. Pada masa Luis Milla dan Simon McMenemy misalnya, mantan pemain FC Utrecht itu selalu jadi andalan di lini serang.

Akan tetapi, Shin Tae-yong tak melihat Lilipaly sebagai sosok yang tepat untuk mengisi slot penyerang Timnas Indonesia. Usianya sebetulnya tak terlalu tua, bahkan relatif sedang di usia puncak.

Shin Tae-yong gemar menggunakan pemain muda dikombinasikan dengan figur senior lagi berpengalaman. Masih ada waktu untuk mengubah komposisi susunan pemain sebelum Kualifikasi Piala Dunia 2022, jika berubah pikiran, bukan tidak mungkin Lilipaly dipanggil masuk ke Timnas Indonesia.

5 dari 5 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer