Sukses


Diunggulkan Postur Tubuh Tinggi, Timnas Indonesia Berpeluang Memenangi Duel Bola Udara Melawan UEA

Bola.com, Dubai - Timnas Indonesia akan menghadapi Uni Emirat Arab pada laga terakhir di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Zabeel, Jumat (11/6/2021) malam WIB. Laga ini diprediksi bakal berlangsung sengit.

Timnas Indonesia sudah tak punya kepentingan karena dipastikan tersingkir, setelah menghuni dasar Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan raihan satu poin.

Adapun UEA masih punya peluang lolos ke putaran ketiga, karena menempati urutan kedua dengan koleksi 12 poin. Alhasil, Uni Emirat Arab butuh kemenangan untuk melenggang ke babak selanjutnya.

Secara kualitas, Timnas Indonesia tentu kalah dari sang lawan. UEA merupakan tim yang komplet dengan seluruh pemain berkualitas mumpuni di semua lini.

Hal itu terlihat dari produktivitas gol yang dibukukan Uni Emirat Arab sepanjang Kualifikasi Piala Dunia 2022, yakni 15 gol dalam enam laga. Selain itu, Timnas Indonesia juga punya pengalaman buruk melawan UEA saat dipaksa menyerah 0-5 pada pertemuan pertama.

Namun, Timnas Indonesia yang saat ini dihuni mayoritas pemain berbeda. Skuad asuhan Shin Tae-yong tersebut punya kelebihan karena diperkuat pemain muda dengan rataan usia 22 tahunan.

Selain itu, pemain Timnas Indonesia juga punya postur tubuh tinggi. Terdapat tujuh pemain yang memiliki postur tubuh 180 cm ke atas.

Artinya, secara kualitas seharusnya Timnas Indonesia tidak kalah bersaing dengan UEA saat bola-bola udara. Apalagi para pemain UEA punya postur tubuh yang tidak terlalu tinggi, yakni rata-rata orang Indonesia.

2 dari 3 halaman

Antisipasi Kekuatan Fisik

Meskipun tak terlalu unggul dalam postur tubuh, pemain Uni Emirat Arab punya kualitas fisik yang mumpuni seperti tim asal Tiimur Tengah lainnya. Hal inilah yang harus diwaspadai pemain Timnas Indonesia.

Tim asal Timur Tengah biasanya punya fisik di atas rata-rata. Apalagi duel digelar di UEA sehingga secara kondisi cuaca para pemainnya sudah terbiasa, meskipun Timnas Indonesia sudah beradaptasi hampir tiga pekan.

Satu di antara sejumlah masalah yang masih dimiliki pemain Timnas Indoensia adalah kualitas fisik. Hal ini rentan mengendur pada 20 menit terakhir yang ditandai dengan mulai banyaknya pemain bertumbangan akibat kram.

Pelatih Shin Tae-yong harus mengantisipasi hal tersebut dengan meminta anak asuhnya mengatur tempo permainan. Sehingga para pemain Timnas Indonesia tahu kapan harus meningkatkan intensitas serangan dan mengendurkan ritme permainan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Video Populer

Foto Populer